Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEMBANGUN ETIKA BISNIS DAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI INDONESIA MELALUI MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA (Studi Kasus terhadap kesiapan kerja Mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor) Kolo, Adriana
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi (JMBO)
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64626/jmbo.v4i2.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pendidikan nilai-nilai Pancasila dalam membangun etika bisnis dan ekonomi berkelanjutan di Indonesia khususnya kesiapan kerja mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor. Permasalahan etika dalam praktik bisnis, seperti korupsi, eksploitasi sumber daya alam, dan ketimpangan sosial, menunjukkan lemahnya internalisasi nilai moral dalam aktivitas ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis buku ilmiah, artikel jurnal terakreditasi, dokumen kebijakan, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nilai-nilai Pancasila berperan signifikan dalam membentuk karakter pelaku ekonomi yang berintegritas, berkeadilan, demokratis, dan berorientasi pada keberlanjutan. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial merupakan fondasi etis dalam pengembangan praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan Pancasila merupakan strategi fundamental dalam mewujudkan sistem ekonomi nasional yang berkelanjutan dan berkepribadian Indonesia.
TRANSFORMASI ISTILAH KEPEMIMPINAN: DARI TUMENGGUNG KE PEMANGKU ADAT PADA SUKU ANAK DALAM DI DUSUN SEKALADI DESA PELEMPANG, JAMBI Simaremare, Tohap Pandapotan; Sihotang, Rina Oktaviana; Indriyati, Anisa; Sumardi, Lalu; Purba, Andiopenta; Megasari, Intan Indah; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Kolo, Adriana
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6443

Abstract

Suku Anak Dalam merupakan komunitas masyarakat adat yang berasal dari Provinsi Jambi, yang bermukim di kawasan hutan dan tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun, Muaro Jambi, dan lainnya. Salah satu kelompok Suku Anak Dalam berada di Desa Pelempang, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini didasarkan pada pernyataan Datok Rahman, selaku Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, yang menyatakan bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, istilah “Tumenggung” diganti menjadi “Pemangku Adat.” Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan para Pemangku Adat Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Penelitian ini berfokus pada kepemimpinan para Pemangku Adat dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang, serta mengkaji apakah terdapat perubahan dalam tugas dan wewenang mereka setelah istilah kepemimpinan tertinggi berubah dari Tumenggung menjadi Pemangku Adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berubah hanya istilahnya, sedangkan tugas dan wewenang Pemangku Adat tetap sama seperti Tumenggung pada masa sebelumnya. Dengan kata lain, Pemangku Adat tetap memegang posisi kepemimpinan tertinggi dalam komunitas Suku Anak Dalam di Desa Pelempang. Pemilihan Pemangku Adat didasarkan pada garis keturunan, kemauan, serta kemampuan calon penerus, dan juga persetujuan dari masyarakat. Peran dan tanggung jawab Pemangku Adat dapat berbeda-beda di setiap komunitas dan kebudayaan.Kata kunci: Tumenggung, Pemangku Adat, Suku Anak Dalam