Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Peran Penilaian Kinerja Guru: Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogig Guru MI Perwanida: The Role of Teacher Performance Appraisal: Efforts to Improve the Pedagogical Competence of MI Perwanida Teachers Alviana, Fibri Ledia; Romawanti, Istri; Zahro, Azizatus; Anggraini, Ade Eka
Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 17 No. 1 (2023): April
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/cendekia.v17i1.805

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan peran Penilaian Kinerja Guru (PKG) dalam meningkatkan kompetensi pedagogig guru, 2) mengkaji faktor penghambat dan pendukung dalam kegiatan Penilaian Kinerja Guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang terkumpul divalidasi dengan teknik triangulasi. Tempat penelitian ini di MI Perwanida Blitar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penilaian Kinerja Guru (PKG) memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kompetensi pedagogig guru di MI Perwanida Blitar. Dengan demikian diharapkan kegiatan Penelitian Kinerja Guru (PKG) harus senantiasa ditingkatkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi pedadogig guru, sekaligus sebagai sarana bagi guru untuk mengeksplore potensi yang dimilikinya.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Menggunakan Model Group Investigation pada Materi Lingkaran Sekolah Dasar Cahyadi, Firman; Widyawati, Nur; Sofianto, Rahadian; Zahro, Azizatus; Anggraini, Ade Eka
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 16 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v16i1.2581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 3 Kauman Tulungagung dengan melibatkan 15 peserta didik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Teknik deskriptif komparatif yaitu membandingkan ketuntasan hasil tes kemampuan berpikir kritis yang dilihat dari pre-test, siklus I, dan siklus II. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dari pre-test sebesar 48,67%, pada siklus I meningkat menjadi 67,17% dan pada siklus II meningkat menjadi 75,67%. Model group investigation dapat meningkatkan kemampuan kritis peserta didik pada materi lingkaran.
The Discrusive Power of Verbal Violence in Indonesian Social Media: A Linguistic Corpus Study Dewanty, Imanuella Anastasia Brigitha Carneliaputri; Saryono, Djoko; Zahro, Azizatus; Razak, Zainur Rijal Abdul; Ismail, Habibah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21949

Abstract

The rise of gender-based, political, and identity-based verbal violence on social media highlights the urgency of understanding how language plays a role in the reproduction of power in digital culture. This study aims to analyze the linguistic and ideological structures that shape practices of verbal violence in digital interactions. Data were collected from July 2024 to January 2025 from various social media platforms, then analyzed using corpus linguistics to identify patterns of language use, as well as Fairclough's Critical Discourse Analysis to interpret the power relations that emerge in the texts. The results show that digital verbal violence is not merely an expression of individual emotion, but is connected to dominant ideologies such as patriarchy, toxic nationalism, and religious fanaticism. Violent speech contains both vertical and horizontal power relations, which allow users to assert symbolic authority, silence others, or negotiate certain identities. These findings confirm that verbal violence in digital spaces is not merely a matter of communication ethics, but part of the mechanism of power reproduction through linguistic practices. In conclusion, this study contributes to understanding how language in social media reproduces power and ideology in digital interactions. As a follow-up, future research may expand the data scope or examine counter-discursive strategies to challenge verbal violence online. The findings have implications for critical digital literacy by helping users recognize and resist ideological domination embedded in everyday social media discourse.