Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Beralih Mengadopsi Mobile Banking di Papua Barat Memanfaatkan PLS-SEM dan Perspektif Status Quo Bias: Analysis of Supporting and Inhibiting Factors in Switching to Adopting Mobile Banking in West Papua Utilizing PLS-SEM and Status Quo Bias Perspective Risdiyanto, Cintiya Febiyanti; Inan, Dedi I.; Wurarah, Rully Novie; Fenetiruma, Obadja A.
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 4 No. 2 (2024): MALCOM April 2024
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v4i2.1289

Abstract

Mobile banking (m-banking) adalah inovasi teknologi yang bertujuan untuk memfasilitasi transaksi keuangan melalui perangkat mobile, seperti smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat m-banking di Papua Barat memanfaatkan   pendekatan Status Quo Bias. Dua variabel kontrol usia dan gender digunakan untuk memotret demografi responden secara lebih detail. Analisis kuantitatif dilakukan dengan memanfaatkan Partial Least Square – Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Sebanyak 303 data responden diperoleh melalui kuesioner online yang disebar kepada masyarakat Papua Barat pengguna aplikasi m-banking selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor perceived value dan sunk cost menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap keinginan untuk beralih mengadopsi m-banking. Namun hasil analisis data juga memperlihatkan bahwa faktor-faktor switching benefits dan user resistance menjadi penghambat keinginan untuk mengadopsi m-banking di Papua Barat. Hal ini menggambarkan pengguna merasa membutuhkan banyak usaha untuk membiasakan diri dengan fitur dari layanan m-banking serta kekhawatiran bahwa m-banking menawarkan harapan yang tidak sesuai dengan ekspetasi. Diskusi dan implikasi teoritas dan praktis dari hasil ini juga didiskusikan dalam makalah ini. 
TOWARDS SPATIAL INFORMATION SYSTEM ADOPTION USING EXTENDED TAM AND IS SUCCESS MODEL Anjani, Heni; Inan, Dedi I.; Juita, Ratna; Sanglise, Marlinda
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 10 No. 4 (2024): September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i4.3263

Abstract

Abstract: By leveraging digital technology, Laporkitong enhances transparency and accountability, as well as facilitates public participation in the oversight and enforcement processes related to land use and natural resource management. The Laporkitong website functions as an online reporting application aimed at documenting instances of spatial planning violations in the West Papua Province. The lack of public knowledge about the Laporkitong application has led to numerous issues. Therefore, an analysis of the adoption of the Laporkitong application is necessary. This study aims to investigate the influence of Perceived Quality, Perceived Control, and Perceived Ease of Use factors as determinants of the residents' willingness to use the Laporkitong application, employing the Technology Acceptance Model (TAM) and DeLone and McLean IS Success (IS D&M) theories. As many as 160 valid respondents are gathered based purposive sampling technique and evaluated using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results inform that all seven hypotheses are accepted with the R-square of the intention to use is 0.273 indicationg 27.3% variance of the model can determine the outcome. Further discussion and conclusion regarding the implication of theoretical and practical contribution are also discussed.            Keywords: laporkitong; perceived control; perceived ease of use; perceived quality; technology acceptance model Abstrak: Dengan memanfaatkan teknologi digital, Laporkitong meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi partisipasi publik dalam proses pengawasan dan penegakan terkait penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Website Laporkitong berfungsi sebagai aplikasi pelaporan online yang bertujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran perencanaan tata ruang di Provinsi Papua Barat. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi Laporkitong menyebabkan banyak permasalahan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis mengenai adopsi pada aplikasi Laporkitong. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor Kualitas yang Dirasakan, Kendali yang Dirasakan, dan Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan sebagai penentu keinginan penduduk untuk menggunakan aplikasi Laporkitong, dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan teori Kesuksesan Sistem Informasi (IS D&M) DeLone dan McLean. Sebanyak 160 responden valid dikumpulkan berdasarkan teknik purposive sampling dan dievaluasi menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa semua tujuh hipotesis diterima dengan R-square niat untuk menggunakan adalah 0,273, menunjukkan bahwa 27,3% variasi model dapat menentukan hasilnya. Diskusi lebih lanjut dan kesimpulan mengenai implikasi kontribusi teoritis dan praktis juga dibahas. Kata kunci: laporkitong; pengendalian yang dirasakan; kemudahan penggunaan yang dirasakan; kualitas yang dirasakan; model penerimaan teknologi 
Mengeksplorasi penggunaan Generatif AI Gen-Z dalam kreativitas musik menggunakan pendekatan difusi inovasi: Wawasan dari Papua Watofa, Charlie Christofel; Juita, Ratna; Inan, Dedi I.; Indra, Muhamad
AITI Vol 23 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/aiti.v23i1.134-151

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan alat musik berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi hasil belajar kognitif dan kreativitas musik pada Gen-Z. Menggunakan pendekatan Diffusion of Innovation (DOI), studi ini menganalisis adopsi dan persepsi Gen-Z terhadap teknologi AI dalam penciptaan dan produksi musik digital. Meski penggunaan AI dalam pendidikan berkembang pesat, kajian tentang dampaknya terhadap pembelajaran musik berbasis kognisi masih terbatas, khususnya di Indonesia. Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap responden Gen-Z di Papua. Penelitian mengevaluasi pengaruh karakteristik inovasi seperti keunggulan relatif, kemudahan penggunaan, dan kesesuaian teknologi terhadap hasil belajar. Analisis R-square menunjukkan kontribusi moderat AI dengan nilai CA = 0,354; CL = 0,473; CP = 0,489; dan LO = 0,591. Hasil menunjukkan bahwa AI tidak hanya meningkatkan keterlibatan kognitif tetapi juga memperkuat kreativitas musikal peserta. Temuan ini mendukung pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan musik digital yang lebih adaptif dan inovatif.
THE MODERATING EFFECT OF PERSONAL INNOVATIVENESS ON CURIOSITY AND PERCEIVED VALUE IN THE USE OF AUGMENTED REALITY TO ENHANCE LEARNING PROCESS: AN EXTENDED TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (E-TAM) PERSPECTIVE Kende, Noel Carnitos Padang; Inan, Dedi I.; Yusuf, Irfan; Indra, Muhamad
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6709

Abstract

Although various studies have attempted to investigate the use of Augmented Reality (AR) to enhance learning processes, very few are conducted to understand whether it can also ignite the cognitive func-tion. Therefore, study aims to examine personal innovativeness factor as a moderating effect on the relation between the AR and the curiosity and perceived value as the foundation to enhance learning processes by students. This research employes a quantitative method harnessing the Extended Technology Acceptance Model (E-TAM), with adding major and gender as control variables. Data were gathered using purposive sampling with 183 respondents, and analyzed using the PLS-SEM method. The results indicate that albeit personal innovativeness has no significant moderating effect to the relationships, the perceived ease of use, perceived usefulness, perceived of usability and flow experience of AR significantly influence the immersion AR (R2=71.1%), which subse-quently impacts curiosity (R2=40.9%) and perceived value (R2=54.9%), Further analysis also revealed differences in curiosity and perceived value based on gender and major. These findings provide new insights into the factors that influence the effectiveness of AR implementation in education.
Analisis Faktor- Faktor Penentu Efektifitas Pemanfaatan Integrasi Meta AI Dalam Sosial Media Whatsapp: Pendekatan Expectation Confirmation Kaway, Timoti James; Juita, Ratna; Inan, Dedi I.
Jurnal Ilmiah Informatika Komputer Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/ik.2025.v30i2.14558

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi terhadap integrasi yang efektif dari teknologi Generative Artificial Intelligence (GenAI) ke dalam penyampaian pesan di media sosial. Meskipun pemanfaatan AI dalam komunikasi digital semakin berkembang, dan banyak digunakan dalam komunikasi digital, kajian yang membahas persepsi pengguna dan faktor-faktor yang mendukung integrasi yang efektif ke dalam pesan media sosial, khususnya melalui pendekatan Konfirmasi Harapan, masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberlanjutan penggunaan GenAI dalam strategi komunikasi media sosial Meta (Instagram, WhatsApp, Messenger) dan menguji hubungan antar variabel Expectation Confirmation Theory (ECT) yang diperluas. Penggunaan pendekatan kuantitatif berbasis ECT, data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 131 responden dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa Continuance intention memiliki koefisien determinasi tertinggi (R² = 0,464). Perceived Usefulness (R² = 0,41; p < 0,001) dan Satisfaction (R² = 0,38; p < 0,001) berpengaruh langsung dan signifikan terhadap continuance intention, diikuti Perceived Enjoyment (R² = 0,33; p < 0,01) dan Perceived Ease of Use (R² = 0,27; p < 0,05). Temuan ini menekankan pentingnya kesesuaian antara kinerja GenAI dan harapan pengguna dalam menciptakan pengalaman komunikasi digital yang bernilai. Studi ini memberikan wawasan strategis bagi praktisi komunikasi dan pengembang AI untuk memperkuat adopsi teknologi GenAI di ranah media sosial.