Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Design and Performance Evaluation of A Portable Low-Head Pico-Hydro System using A Rewound Axial Generator for Rural Energy Aripriharta, Aripriharta; Nibrosoma, Ahmad Dhaffa; Afandi, Arif Nur; Faiz, Mohamad Rodhi; Rahmadhani, Nur Aini Syafrina; Bagaskoro, Muhammad Cahyo; Rosmin, Norzanah
Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/eltikom.v9i1.1489

Abstract

This study evaluates the performance of a pico-hydro system installed on a river with low head and discharge. The system was assessed under no-load and varying load conditions (25–100%). The results indicate that the generator performs according to the initial design, despite some fluctuations in output parameters. Under no-load conditions, the generator maintains a stable output voltage between 12–14 VAC, with a rotational speed of 590–600 RPM, a system frequency of 59–60 Hz, and zero current. The step-up transformer successfully raises the voltage to 220–222 V with high stability, although minor ripple is observed in the output signal. Under load, the generator voltage slightly decreases to 12–14 V as the load increases. The rotational speed also declines (560–590 RPM), affecting frequency stability, which drops from 59 Hz at 25% load to 56 Hz at full load. The current rises proportionally with the load, from 0.10 A at 25% to 0.45 A at 100%. The observed performance drop under load highlights the effect of load on generator speed and overall system output. The primary impacts of the 25–100% load range are evident in generator speed, frequency stability, and waveform quality. Overall, the system performs satisfactorily for low-head pico-hydro applications with a power capacity of up to 100 Watts, suitable for rural street lighting.
Integrasi Smart Camera dan AI untuk Mendukung Agribisnis Kopi Berkelanjutan di Wilayah Pedesaan Indonesia Kiranawati, Titi Mutiara; Aripriharta, Aripriharta; Zubaidah, Siti; Devi, Mazarina; Salwa, Nur Fadhila Rasyida; Ananta, Sasmita Bagus Sang Kesuma; Bagaskoro, Muhammad Cahyo
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i2.9602

Abstract

Kendala utama agribisnis kopi pedesaan di Lembah Dilem Wilis, Trenggalek, adalah kualitas biji yang tidak konsisten akibat sortir manual. Sistem sortir otomatis berbasis Smart Camera dan AI dikembangkan untuk klasifikasi real-time biji kopi berdasarkan visual seperti warna dan ukuran. Dirancang dengan Raspberry Pi, sensor kamera, dan algoritma CNN , penerapannya melibatkan kolaborasi peneliti dan petani lokal secara partisipatif. Kami menggunakan 500 data latih yang diakuisisi dari aplikasi untuk pelatihan model CNN kami. Uji lapangan menunjukkan sistem ini mengurangi waktu sortir dari 45 menjadi 15 menit per kg, meningkatkan akurasi seleksi dari 75% menjadi 94%, dan melipatgandakan produktivitas harian. Analisis confusion matrix heatmap mengonfirmasi akurasi klasifikasi tinggi , dan sensor PZEM menunjukkan keandalan pemantauan daya. Meskipun meningkatkan efisiensi, tantangan adopsi petani kecil dan variasi kondisi biji kopi menjadi area pengembangan lebih lanjut. Evaluasi kuantitatif sebelum dan sesudah implementasi, menggunakan sampel biji kopi lokal, menegaskan bahwa integrasi teknologi ini meningkatkan efisiensi, mutu produksi, dan memberdayakan petani menuju agribisnis berkelanjutan.   The primary challenge for rural coffee agribusiness in Dilem Wilis Valley, Trenggalek, is inconsistent bean quality due to manual sorting. An automated sorting system based on Smart Camera and AI was developed for real-time classification of coffee beans based on visual parameters like color and size. Designed with a Raspberry Pi, camera sensor, and CNN algorithm , its implementation involved participatory collaboration between researchers and local farmers. We used 500 training data acquired from the application for our CNN model training. Field trials showed the system reduced sorting time from 45 to 15 minutes per kg, increased selection accuracy from 75% to 94%, and doubled daily productivity. Confusion matrix heatmap analysis confirmed high classification accuracy , and PZEM sensors demonstrated reliable power monitoring. While enhancing efficiency, challenges in small-scale farmer adoption and varied bean conditions present areas for further development. Quantitative evaluation before and after implementation, using local coffee bean samples, affirmed that this technology integration boosts efficiency, product quality, and empowers farmers towards sustainable agribusiness.
Implementasi Mesin Pencacah Rumput Otomatis Menggunakan Panel Surya sebagai Solusi Efektif untuk Ternak Sapi Aripriharta, Aripriharta; Wibawa, Aji Prasetya; Sujito, Sujito; Mizar, Alfian; Faidzin, Ilham; Rahmadhani, Nur Aini Syafrina; Bagaskoro, Muhammad Cahyo
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v4i2.4919

Abstract

Peternakan Lembu Ndeso yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65154 dan berfokus pada perkembangbiakan sapi. Peternakan ini menghadapi kesulitan signifikan dalam memproses pakan ternak secara efisien dan dalam jumlah yang memadai. Proses pencacahan pakan secara manual tidak hanya memakan waktu dan tenaga yang besar, tetapi juga menghasilkan hasil yang tidak seragam dan tidak efisien, yang menyebabkan pemborosan sumber daya. Dampaknya, produktivitas peternakan sapi terhambat dan pendapatan peternak menurun. Solusi yang diusulkan adalah penggunaan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pencacah rumput yang didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Mesin ini dirancang untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses pencacahan pakan ternak. Manfaatnya termasuk peningkatan efisiensi dan efektivitas pencacahan pakan, proses yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi surya, serta kemudahan dalam pengendalian dan pemantauan operasional mesin. Proses perencanaan dan perancangan teknologi ini melibatkan observasi langsung, pencatatan detail, dan wawancara dengan mitra usaha, dengan tujuan menghasilkan solusi TTG yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para peternak Lembu Ndeso. Dengan demikian, teknologi ini diharapkan dapat membantu peternak dalam mengelola pakan ternak mereka secara lebih efisien dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Hasil implementasi menunjukkan bahwa mesin pencacah rumput yang didukung PLTS berhasil meningkatkan efisiensi proses pencacahan pakan, dengan panel surya menghasilkan daya optimal pada cuaca cerah dan tetap berfungsi meskipun ada variasi cuaca. Pelatihan penggunaan mesin kepada warga Desa Kedungrejo mendapat antusiasme tinggi, dan serah terima teknologi kepada mitra berjalan lancar, menandakan potensi keberlanjutan penggunaan teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas peternakan Lembu Ndeso.   Lembu Ndeso Farm, located in Kedungrejo Village, Pakis District, Malang Regency, East Java 65154, focuses on cattle breeding. The farm faced significant difficulties in processing animal feed efficiently and in sufficient quantities. The manual process of chopping feed is not only time-consuming and labor-intensive, but also produces non-uniform and inefficient results, leading to a waste of resources. As a result, cattle farming productivity is hampered and farmers' income decreases. The proposed solution is the use of appropriate technology (TTG) in the form of a grass chopping machine powered by a Solar Power Plant (PLTS). The machine is designed to speed up and improve the efficiency of the fodder chopping process. The benefits include increased efficiency and effectiveness of feed chopping, a more environmentally friendly process by utilizing solar energy, and ease in controlling and monitoring machine operations. The process of planning and designing this technology involved direct observation, detailed note-taking and interviews with business partners, aiming to produce a sustainable TTG solution that provides long-term benefits to Lembu Ndeso farmers. Thus, this technology is expected to help farmers manage their animal feed more efficiently and improve the welfare of farmers.
RANCANG BANGUN SENSORLESS (MINIMUM SENSOR) KONTROL MOTOR INDUKSI 1 FASA PADA MESIN PERONTOK PADI Aripriharta, Aripriharta; Setiawan, Toni Putra Agus; Purwatiningsih, Ayu; Putranto, Hari; Sujito, Sujito; Mustika, Soraya Norma; Faiz, M. Rodhi; bagaskoro, Muhammad Cahyo
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.3986

Abstract

Saat ini Petani masih kesulitan dalam proses panen dan perontokan padi secara manual. Penggunaan motor induksi 1 fasa yang mudah didapat dan dioperasikan dapat menjadi solusi yang lebih efisien. Dalam sistem kendali kecepatan motor induksi 1 fasa tanpa sensor ini, pengaturan tegangan dilakukan dengan mengendalikan kerja triac melalui sinyal PWM dari mikrokontroler ATmega8 guna mengatur tegangan input pada kumparan stator. Sensor arus tanpa sensor sebagai umpan balik dengan membandingkan tegangan output motor dan potensio untuk mengatur lebar pulsa PWM. Prototipe kendali yang dibuat mampu mengatasi permasalahan petani dalam perontokan padi secara manual. Diperlukan penanganan efek hammer pada putaran rendah agar motor halus. Data hasil uji meliputi torsi, putaran dan daya motor. Disarankan menambah rangkaian catu daya serta motor berukuran lebih besar agar kecepatan dapat disesuaikan dengan beban.
EVALUASI KUALITAS SF6 DALAM SWITCHGEAR BERINSULASI GAS 150KV -, Aripriharta; Jayanti, Evie Dwi; Fadlika, Irham; Sujito, Sujito; Bagaskoro, Muhammad Cahyo
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4449

Abstract

Penurunan kualitas SF6 pada switchgear dapat terjadi seiring berjalannya waktu akibat adanya pelepasan sebagian yang mengakibatkan degradasi kinerja switchgear. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis lima parameter penting yang berpotensi mengurangi kemurnian SF6, yang disebabkan oleh pelepasan sebagian dan penurunan fungsi isolasi. Kami melakukan penilaian langsung di lokasi untuk mengevaluasi kemurnian SF6 pada switchgear 150kV yang berlokasi di Simpang, Indonesia. Evaluasi ini menggunakan standar IEEE sebagai acuan untuk menilai tingkat pengotor dan memastikan akurasi hasil. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa nilai rata-rata kemurnian SF6 pada switchgear yang diteliti adalah kurang dari 97%, dengan rata-rata titik embun tercatat pada -21,252°C, kadar air rata-rata mencapai 1684,7 ppmv, dan kadar gas SO2 rata-rata sebesar 3,4069 ppmv. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas SF6 pada GIS di Simpang telah mengalami penurunan di bawah tingkat yang diperbolehkan, yang berpotensi menyebabkan penurunan signifikan dalam kinerja sistem secara keseluruhan.
Smart Low Head Picohydro System with QHBM Optimization for Rural Electrification and Innovation ARIPRIHARTA, ARIPRIHARTA; HADI, MOKH. SHLIHUL; MUFTI, NANDANG; MAHARANI, SATIA NUR; BAGASKORO, MUHAMMAD CAHYO; ANANTA, SASMITA BAGUS SANG KESUMA; RESWANA, PRIA EKA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 13, No 4: Published November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v13i4.425

Abstract

This study develops a low-head smart picohydro system for rural electrification optimized using the Queen Honey Bee Migration (QHBM) algorithm. The system includes a propeller turbine, axial generator, charge controller, inverter, and battery. QHBM optimizes flow rate, head, system efficiency, output power, and energy cost to achieve the best technical and economic performance. For comparison, Particle Swarm Optimization (PSO) is used, known for its fast convergence but prone to local optima. Results show that at a 0.65 m head, QHBM produces 546.68 W, higher than PSO (546.48 W) and manual calculation (530 W), with 50% faster convergence. The proposed system supports sustainable and affordable energy access for off-grid communities and offers potential for renewable energy startup innovation.
ANALISA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI PENYULANG GLAGAHWERO MENGGUNAKAN METODE RIA (RELIABILITY INDEX ASSESSMENT) Larasati, Jade Rosida; Aripriharta, Aripriharta; Sujito, Sujito; Bagaskoro, Muhammad Cahyo
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu hal yang menjadi kebutuhan pokok bagi banyak orang. Hal tersebut mengakibatkan tuntutan pelanggan terhadap penyedia listrik semakin tinggi, dari sisi kualitas dan kontinuitas sistem distribusiKeandalan sistem distribusi dapat dinilai dari frekuensi pemadaman listrik, durasi terjadinya pemadaman dan durasi perbaikan kegagalan. Analisis keandalan seperti SAIFI, MAIFI, SAIDI dan CAIDI dapat dilakukan untuk menentukan keandalan sistem. Pada studi penelitian ini, dilakukan analisis keandalan sistem distribusi pada penyulang Glagahwero menggunakan Metode RIA (Reliability Index Assessment) untuk memprediksi kegagalan keandalan komponen dan topologi sistem. Analisis akan dilakukan dengan dua syarat, yaitu penyatuan sempurna dan penyatuan tidak lengkap. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa pada saat sistem dalam kondisi switching sempurna, nilai maksimum diperoleh pada item 2 dengan SAIFI = 4,118157662 kali/tahun dan MAIFI = 0,061772365 kali/tahun, SAIDI = 4.3766 jam/tahun, CAIDI = 1,0768 jam/tahun. Pada kondisi konversi tidak sempurna, nilai tertinggi juga diperoleh dari paragraf 2 dengan SAIFI = 4.1273 kali/tahun dan MAIFI = 0.06177 kali/tahun, SAIDI = 4.4193 jam/tahun, CAIDI = 1 ,0833 jam/tahun. Hal ini dikarenakan jumlah pelanggan yang ada pada section 2 lebih banyak dari pada section lain. Pada hasil perhitungan dan analisa dari data pemadaman diperoleh nilai SAIFI yang sama pada semua kegagalan adalah 2,311 kali/tahun, sedangkan nilai SAIDI tertinggi adalah 0,6145 jam/tahun. Dibandingkan dengan standar PLN, khususnya SPLN 68-2: Tahun 1986 dengan SAIFI 3,2 kali/jam dan SAIFI 21 jam/tahun. Maka, berdasarkan hasil nilai SAIDI pada pasal 2 dapat dinyatakan tidak andal dan tidak memenuhi kriteria PLN. Sedangkan berdasarkan hasil nilai SAIDI pada bagian 1, 3, 4, 5 dan 6, serta hasil nilai CAIDI pada semua bagian, sistem distribusi dapat dinyatakan handal dan sesuai dengan standar PLN.
Optimization of distributed generation placement in distribution network based on queen honey bee migration algorithm Fachriyyah, Alif Dhurrotul; Aripriharta, Aripriharta; Sujito, Sujito; Prasetyo, Muchamad Wahyu; Bagaskoro, Muhammad Cahyo; Rosmin, Norzanah binti; Omar, Saodah; Horng, Gwo Jiun
Journal of Mechatronics, Electrical Power, and Vehicular Technology Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/j.mev.2025.856

Abstract

In this research, an optimal distributed generation (DG) placement method for radial distribution systems based on queen honey bee migration (QHBM) and backward forward sweep (BFS) is presented. The suggested approach makes it possible to evaluate DG placement options in terms of branch currents, voltage profiles, and active power losses in a physically consistent manner. DG units are characterized as photovoltaic-based sources operating at unity power factor using an explicit net load formulation at the bus level, ensuring a clear interplay between DG injection and current-based load flows. Throughout the optimization process, a constraint-aware migration technique is employed to explicitly impose voltage limitations with the goal of minimizing overall active power losses while maintaining bus voltage magnitudes within allowable bounds. The proposed method was tested on an IEEE 69-bus radial distribution system to evaluate its performance. The results show that the placement of three DG units with a total installed capacity of approximately 2600 kW at buses 61, 64, and 17 produces a significant improvement in network operation. Under this arrangement, active power losses drop markedly from 224.4419 kW in the base condition to 72.7840 kW, corresponding to a reduction of 67.6 %. At the same time, the lowest bus voltage rises from 0.9104 p.u. to 0.9931 p.u., while voltage levels across the network consistently remain within the allowable range of 0.95–1.05 p.u. The study's findings suggest that QHBM-BFS can be used as a trustworthy and useful method for figuring out where DG should be placed in radial distribution systems.