Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Respon Struktur Gedung Belajar Baru SMAN 1 Margaasih terhadap Penggunaan Material Kayu Durian Gergajian dan Laminasi Julianto, Baskoro Tri; Desimaliana, Erma; Diredja, Nessa Valiantine
Journal of Sustainable Construction Vol 2 No 2 (2023): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v2i2.6658

Abstract

Seiring dengan bertambahnya penduduk, maka permintaan terhadap sarana penunjang pendidikan juga ikut meningkat. Gedung belajar di Indonesia umumnya dibangun menggunakan material komposit seperti beton bertulang dan baja halmana material-material tersebut tidak dapat diperbaharui, serta berpotensi mengancam lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan material pengganti seperti kayu durian baik gergajian maupun laminasi. Penelitian ini membahas mengenai respon struktur gedung belajar baru SMAN 1 Margaasih terhadap penggunaan material pengganti kayu durian dengan bantuan software ETABS.  Dilakukan analisis struktur dengan metode baik statik ekivalen maupun respon spektrum berdasarkan SNI 1726:2019, sehingga dihasilkan respon struktur berupa periode fundamental, gaya geser dasar seismik, distribusi vertikal gaya lateral ekivalen serta simpangan antar lantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material kayu durian sebagai alternatif material konstruksi struktur gedung belajar baru SMAN 1 Margaasih menunjukkan respon struktur yang baik. Hal ini terlihat dari periode fundamental, gaya geser dasar, distribusi vertikal gaya lateral ekivalen dan simpangan antar lantai yang terjadi lebih kecil dibandingkan struktur eksisting. Selain itu, berat struktur alternatif jauh lebih ringan dibandingkan struktur eksisting.
Box Design Selection for Portable Minapadi Based on Hydrostatic and Thermal Loading Simulation Setiawan , Budi Indra; Saptomo, Satyanto Krido; Tri Julianto, Baskoro
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.012.3.362-375

Abstract

Land conversions pose a threat to food security. Urban agriculture is considered to be a solution to this issue. Urban agricultural innovations are diverse, including vertiminaponics, cube-model microirrigation, and Nonpowered Automatic Fertigation systems. The development of a powerless automatic fertigation innovation involves creating a portable Minapadi concept by substituting some components, such as pots, with fiberglass boxes. This study aims to achieve a good box design to support the concept of urban agriculture. The study began by testing 10 fiberglass samples on a UTM machine to obtain the mechanical properties of the material, such as the modulus of elasticity, which were input into a computer simulator along with other physical and mechanical properties. The computer-aided simulator used was the ANSYS 2024 R2 Student software, simulating two potential box designs: the first box had a thickness of 4 mm with a lateral support in the middle of its vertical span, while the second box had a thickness of 6 mm without lateral support. Loading was applied hydrostatically with water level heights ranging from 50 to 400 mm and thermal loading simulating solar radiation. The results of this study show that solar radiation has a minimal impact on box deformation, whereas water-level height plays a significant role in box deformation. The first box design was considered the best based on deformation due to hydrostatic pressure, with a maximum deformation of 2.175 mm under hydrostatic loading with a water level height of 400 mm.
MODELING OF LABOR MARKET DYNAMICS IN BALIKPAPAN USING THE LOGISTIC GROWTH MODEL Ginoga, Verri; Julianto, Baskoro Tri
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v14i2.2025.158-166

Abstract

Population growth and labor force dynamics become important issues in development planning, especially in the buffer zone of the National Capital City (IKN) such as Balikpapan City. This study aims to model the dynamics of labor market in Balikpapan City using Verhulst logistic growth model approach. The data used includes the number of labor force and non-labor force in the period of 2007 to 2023, obtained from the Central Bureau of Statistics of East Kalimantan Province. The modeling process is conducted independently to ensure analytical clarity between labor force and non-labor force groups to obtain a more accurate projection. The results of the analysis show that the average population of the labor force is 289,631 people with a growth rate of 7.17%, while the non-labor force has an average of 156,643 people with a growth rate of 4.44%. Model validation showed a coefficient of determination (R²) of 0.87 for the labor force and 0.88 for the non-labor force, indicating a good model fit. The difference in growth rate reflects the potential improvement of labor market condition in Balikpapan City. The findings of this study are expected to be a reference for the government and policy makers in formulating strategies for improving the quality of human resources and inclusive and sustainable employment planning in the buffer zone of IKN.
Optimalisasi Penentuan Potensi Recharge Area melalui Integrasi Thornthwaite-Mather dan Google Earth Engine (Studi Kasus Turen dan Pujon Kabupaten Malang) Al Haq, Muhammad Izzuddin; Julianto, Baskoro Tri
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.12-21

Abstract

Perubahan iklim dan urbanisasi menjadi penyebab utama dalam penurunan kapasitas resapan air tanah yang merupakan tantangan krusial dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi recharge area melalui integrasi metode Thornthwaite-Mather dengan platform Google Earth Engine (GEE). GEE, sebagai platform komputasi cloud, memungkinkan pemrosesan data iklim dan spasial berskala besar secara efisien, sehingga sangat relevan untuk wilayah dengan keterbatasan data lapangan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Malang, berfokus pada dua lokasi dengan perbedaan elevasi signifikan, yaitu Kecamatan Turen dan Pujon. Data yang digunakan meliputi curah hujan dan suhu dari tahun 2015–2019, serta parameter tanah dari OpenLandMap. Estimasi recharge dihitung berdasarkan neraca air bulanan dan analisis sifat fisik serta hidraulik tanah, seperti kapasitas lapang (FC) dan titik layu permanen (PWP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata recharge tahunan di Pujon mencapai 1417 mm, sedangkan di Turen hanya 756 mm. Komparasi antara Turen dan Pujon memperlihatkan variasi recharge tahunan yang signifikan, dipengaruhi oleh topografi dan tingkat urbanisasi di masing-masing kecamatan. Studi ini menegaskan bahwa integrasi metode hidrologi klasik dengan platform spasial berbasis cloud dapat meningkatkan akurasi estimasi recharge dan secara substantif mendukung upaya pengelolaan air tanah berkelanjutan.Kata kunci: recharge area, air tanah; google earth engine; kapasitas lapang; thornthwaite-Mathert
Small-Scale Infrastructure, Big Impact: Peran Infrastruktur Sederhana dalam Menjaga Ketahanan Pangan Skala Kecil Ginoga, Sitti Filzha Fitrya; Tri Julianto, Baskoro
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1508-1514

Abstract

Alih fungsi lahan pertanian yang terus meningkat telah menjadi ancaman struktural bagi ketahanan pangan nasional, sementara kebijakan yang ada masih didominasi oleh pendekatan makro melalui perlindungan lahan, impor pangan, dan pembangunan infrastruktur berskala besar. Pendekatan tersebut penting, namun belum secara memadai memperkuat kapasitas produksi pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas kecil, yang justru merupakan lapisan awal dalam sistem ketahanan pangan nasional. Policy brief ini menyoroti adanya kesenjangan kebijakan dalam pengakuan dan pengelolaan infrastruktur pangan mikro, seperti sistem penyediaan air skala kecil, sarana budidaya pekarangan, dan fasilitas pascapanen sederhana, yang selama ini diposisikan sebagai aktivitas swadaya dan belum terlembagakan. Berdasarkan tinjauan literatur dan praktik yang telah berkembang, tulisan ini menegaskan bahwa infrastruktur mikro memiliki peran strategis sebagai resilience buffer terhadap gangguan pasokan, fluktuasi harga, dan ketidakpastian iklim. Oleh karena itu, ketahanan pangan skala kecil perlu direposisi sebagai isu kebijakan infrastruktur publik melalui pengakuan formal, standardisasi teknis adaptif, serta skema pembiayaan dan bimbingan teknis berbasis komunitas yang terintegrasi.