Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teknik Mengajarkan Alat Musik Keyboard dalam Mengiringi Lagu Ibadah di Gereja Pada Kursusan Celvi Musik Tarutung Nadeak, Rowilson
Jurnal Christian Humaniora Vol 7, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v7i2.2358

Abstract

Dalam tata ibadah di gereja, musik mempunyai peranan yang sangat penting dan memiliki tempat khusus dalam kedudukannya. Musik sangat berkaitan dengan berjalannya liturgis gereja, berkaitan erat dengan keahlian pemain musik dalam memainkan alat musik pengiring. Alat musik yang digunakan dalam pelayanan ibadah minggu, pada awalnya berawal dari alat musik orgel, kemudian berkembang menjadi piano. Gereja-gereja tua yang ada di Indonesia pada umumnya, dulunya menggunakan organ sebagai alat musik pengiring dalam tata ibadah minggu. Sejalan dengan berkembangnya zaman, keberadaan alat musik organ,lambat laun tersingkirkan dengan alat musik yang lebih modern lagi yaitu keyboard. Alat musik keyboard yang memiliki banyak sekali style / gaya musik yang mempengaruhi perubahan alat musik yang digunakan. Banyaknya antusias masyarakat yang ingin turut serta dalam kegiatan pelayanan dalam rumah ibadah, memicu semangat orangtua untuk memberikan pengetahuan bermain alat musik khususnya keyboard dalam memainkan lagu-lagu ibadah di gereja. Oleh karena itu, penulis mengangkat penelitian yang berjudul Tehnik mengajarkan alat musik keyboard dalam mengiringi lagu ibadah di Gereja pada kursusan Celvi Music Tarutung.
Spiritualitas dan musikalitas Daud sebagai model musikus gerejawi: Membangun kemampuan membaca notasi dan karakter mahasiswa Pendidikan Musik Gereja, IAKN Tarutung Simamora, Lince R. T.; Nadeak, Rowilson; Nababan, Togi; Tambunan, Melva S.; Banjarnahor, Mirna C.
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.853

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah kajian terkait hasil observasi yang memperlihatkan kekurangmampuan mahasiswa Pendidikan Musik Gereja dalam membaca notasi musik yang dipengaruhi oleh karakter belajarnya. Kemampuan membaca notasi memang tidak dipengaruhi secara langsung oleh kerohanian seseorang, namun tingkat kedewasaan dan kematangan spiritual akan membentuk nilai-nilai positif dan konstruktif yang berimplikasi pada kemauan meningkatkan kualitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan sebuah model musikus gerejawi melalui refleksi teologis dari kehidupan Daud. Dengan menggunakan metode analisis-deskriptif interpretatif, maka diperoleh korelasi antara spiritualitas dan musikalitas Daud. Kemampuan bermusik Daud yang mampu menghasilkan mazmur dan nyanyian pengagungan bagi Allah sekaligus memperlihatkan karakter yang dipengaruhi oleh spiritualitasnya 
PENYULUHAN EKO TEOLOGI, EKONOMI KREATIF, NASIONALISME DALAM BERKEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA HUTARAJA Simangunsong, Robert KA; Nadeak, Rowilson; Sinambela, Maringan; Talumbanua, Eben H.
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 02 (2026): MARET 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan memberikan penyuluhan bagi masyarakat di Desa Hutaraja dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan melemahnya kesadaran nasionalisme yang menuntut pendekatan multidimensional berbasis nilai spiritual dan budaya lokal. Pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode ceramah partisipatif terhadap 35 responden di Desa Hutaraja. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok, wawancara, dan refleksi bersama dalam kerangka pengabdian aksi masyarakat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ekoteologi sebagai tanggung jawab penatalayanan ciptaan, tumbuhnya kesadaran pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya Batak, serta perluasan makna nasionalisme sebagai komitmen untuk membangun desa. Peserta menunjukkan integrasi kesadaran antara aspek ekologis, ekonomi, dan kebangsaan, disertai munculnya inisiatif konkret seperti pembentukan kelompok kerja lingkungan dan pengembangan musik tematik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi ekoteologi, ekonomi kreatif, dan nasionalisme efektif memperkuat karakter ekologis, kemandirian ekonomi, dan solidaritas sosial menuju pembangunan desa berkelanjutan serta kontribusi nyata bagi visi Indonesia Emas 2045.