Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PREDIKSI KUNJUNGAN PASIEN BARU PERBANGSAL RAWAT INAP TAHUN 2015 DENGAN METODE ARIMA DI BLUD RSU BANJAR Muhammad Fuad Iqbal; Ida Wahyuni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.74

Abstract

AbstractEvery patient who do treatments at the hospital will receive a medical record to document the history of theirdisease. Coloration of medical record documents can be applied to facilitate identification. Banjar BLUD’shospital apply four variants colors that based on the type of disease. The provision of documents sometimesdo not correspond with the number of its visits so that the color changed frequently with other colors. Thepurpose from this study is to determine the predictive results of the visits new hospitalization patient space in2015 with an Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method. This is a descriptive quantitativestudy, conducted on a variable that is prediction of the visits new hospitalization patient space by 2015 in 14inpatient room. The five years sample data of new patient visits based on the total sampling. Data’s collection isin observation of documentation, and the analysis data computerized with the help of MINITAB applications.The results of prediction based on ARIMA method show there is an increase, decrease and fluctuate in someroom. The results of prediction from the number of new patient visits from January 2009 to March 2014showed a new patient visit is 23415. That number tends to decline from the year 2013 and up from the resultsprediction in 2014. Regard to planning the provision of medical record document, the number of provision isequal to the number of new patient visits, 23395 pieces. The conclusion from this study is the historical dataplot hits on all wards showed fluctuating circumstances, so the ARIMA method suitable to use with the resultsforecast to decline from 2013 and up from 2014.Keywords: Forecast, Visit, New Patient, ARIMAAbstrakSetiap pasien yang berobat ke rumah sakit akan mendapatkan dokumen rekam medis untuk mendokumentasikanriwayat penyakitnya. Pewarnaan dokumen rekam medis dapat diterapkan untuk mempermudah identifikasi.BLUD RSU Kota Banjar Provinsi Jawa Barat menerapkan empat varian warna yang berdasarkan jenis penyakit.Penyediaan dokumen kadangkala tidak sesuai dengan jumlah kunjungannnya sehingga sering dilakukanpergantian warna dokumen dengan warna yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil prediksikunjungan pasien baru perbangsal rawat inap tahun 2015 dengan metode Autoregressive Integrated MovingAverage (ARIMA). Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilakukan terhadap satu variabel yakni prediksikunjungan pasien baru perbangsal rawat inap tahun 2015 di 14 bangsal. Sampel berjumlah lima tahun datakunjungan pasien baru berdasarkan total sampling. Pengumpulan data berupa observasi dokumentasi, dananalisis data secara komputerisasi dengan bantuan aplikasi MINITAB. Hasil Prediksi kunjungan berdasarkanmetode ARIMA menunjukan terdapat kenaikan, penurunan dan fluktuatif di beberapa bangsal. Hasilprediksi dari jumlah kunjungan pasien baru dari bulan Januari 2009 sampai dengan Maret 2014 didapatkanhasil kunjungan adalah 23395 pasien baru. Jumlah tersebut cenderung turun dari tahun 2013 dan naik darihasil prediksi tahun 2014. Berkaitan dengan perencanaan penyediaan dokumen rekam medis, maka jumlahpenyediaan sama dengan jumlah kunjungan pasien baru yaitu sebesar 23415 buah. Simpulan dari penelitianini adalah plot data historis kunjungan pada semua bangsal menunjukan keadaan fluktuatif, sehingga metodeARIMA cocok digunakan dengan hasil Prediksi menurun dari tahun 2013 dan naik dari tahun 2014.Kata Kunci: Prediksi, Kunjungan, Pasien baru, ARIMA
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Suspek Campak pada Balita Muhammad Fuad Iqbal; Laila Ulfa
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.887 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i2.604

Abstract

Balita merupakan kelompok umur yang paling beresiko terkena campak, karena rendahnya sistem kekebalan tubuh. Pada tahun 2017 suspek campak di Kecamatan Kramat Jati masih tinggi dengan 113 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian suspek campak pada balita. Penelitian menggunakan desain studi case control, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di kecamatan Kramat Jati, menggunakan 90 sampel terdiri dari 30 sampel kasus yaitu ibu dengan balita yang terdiagnosa suspek campak dan 60 sampel kontrol yaitu ibu dengan balita yang tidak menderita suspek campak. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan analisis data secara bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan (p=0,001, OR=5,06) dan sikap ibu        (p=0,015, OR=3,43) dengan kejadian suspek campak. Perlu meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan penyuluhan dan promosi kesehatan terkait penyakit campak pada balita, dengan melibatkan posyandu dan kader-kader yang dilakukan setiap bulan pada kegiatan posyandu untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga mereka bisa mandiri dalam pencegahan dan penanggulangan jika balitanya sakit.Kata Kunci : campak, balita, pengetahuan, sikap
Evaluasi Penerapan PHBS pada Anak-Anak Kampung Babakan Raja Brana RT 003 Cimanggis Depok: Evaluation of Implementation of PHBS for Children in Babakan Raja Brana RT 003 Cimanggis Depok Nur Fatimah, Gefira; Siti Masruroh; Fauziah Apriliani; Alifah Irdanti Syakurli; Muhammad Fuad Iqbal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kondisi triple burden disease di Indonesia dapat dicegah dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku dan kebiasaan dibangun saat mereka masih usia anak-anak, terutama kebiasaan mencuci tangan serta memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Kampung Babakan Raja Brana sejak tahun 2019 berkomitmen untuk menerapkan konsep kampung sehat dengan melaksanakan kegiatan masyarakat berbasis bersih dan sehat. Kegiatan penyuluhan ini untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman anak-anak terkait cara mencuci tangan dan pemilahan sampah. Metode kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi, evaluasi dilakukan dengan tanya jawab dengan hasil seluruh anak-anak belum memahami cuci tangan yang baik dan benar serta belum bisa membedakan sampah organik dan organik, setelah diberikan penyuluhan dan pemberian permainan menyusun puzzle cuci tangan dan demonstrasi pemberian sampah didapatkan hasil bahwa 2 dari 3 kelompok berhasil menyusun puzzle langkah-langkah cuci tangan  sesuai standar WHO dan 100% anak-anak bisa membedakan jenis sampah organik dan anorganik dengan benar.   Abstract: The condition of triple burden disease in Indonesia can be prevented by implementing Clean and Healthy Behavior (PHBS). Behaviors and habits are built when they are still children, especially the habit of hands washing and sorting and disposing of trash in its place. Babakan Raja Brana Village, since 2019 has been committed to implementing the concept of a healthy village by implementing clean and healthy-based community activities. This counseling activity is to evaluate the extent of children's understanding regarding how to wash hands and sort waste. The method of this activity is lecture, question and answer and demonstration, evaluation is carried out by question and answer with the result that all children do not understand proper and proper hand washing and cannot distinguish between organic and organic waste, after being given counseling and giving games to arrange hand washing puzzles and The demonstration of giving garbage resulted in that 2 out of 3 groups succeeded in compiling a puzzle of steps for washing hands according to WHO standards and 100% of the children could distinguish between organic and inorganic waste types correctly.
Hubungan Kondisi Institusional dengan Niat Petugas untuk Menggunakan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X Adinda Mentari Nursya’bani; Daniel Happy Putra; Dina Sonia; Muhammad Fuad Iqbal
An-Najat Vol. 2 No. 3 (2024): AGUSTUS - An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i3.1625

Abstract

The implementation of electronic medical record (EMR) in institutions that are ready will have a positive impact on its execution. Institutional readiness should be comprehensively assessed across various aspects, including human resources. Users are a key factor in determining the success of an information system. User feedback can serve as a consideration to maximize EMR implementation. However, this can sometimes be unpredictable due to numerous influencing factors, including institutional conditions. To explore the relationship between institutional conditions and the intention of healthcare providers to use EMR, a quantitative inferential study with a cross-sectional design was conducted at Hospital X. The study population consisted of 129 healthcare providers, with 91 data points processed as samples. Data were analysed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Among the 91 analysed data points, institutional conditions were categorized as good (56%), intention to use EMR was high (56%), and use behaviour was high (82,4%). There was a significant relationship between institutional conditions and healthcare providers’ intention to use EMR, with a p-value of 0,001 < 0,05 and an Odds Ratio of 4,908.
Analisis Kuantitatif Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tambora Tarisa Maharani; Dina Sonia; Muhammad Fuad Iqbal; Daniel Happy Putra
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v7i2.5789

Abstract

Puskesmas harus menjaga mutu pelayanan dengan menyediakan rekam medis elektronik lengkap yang kualitasnya dijaga melalui analisis kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian rekam medis elektronik di Puskesmas Tambora dengan metode kuantitatif deskriptif yang menggunakan sampel 99 rekam medis dari total 14.823 kunjungan rawat jalan bulan April 2024. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkan informasi bahwa Puskesmas Tambora sudah memiliki SOP tentang kelengkapan rekam medis elektronik yang berjudul “SOP Penilaian Capaian Indikator Mutu Kelengkapan dan Ketepatan Isi Rekam Medis”. Hasil analisis kuantitatif rekam medis elektronik pasien rawat jalan di Puskesmas Tambora pada bulan April 2024 menunjukkan bahwa persentase kelengkapan mencapai 97,83%. Persentase kelengkapan tertinggi terdapat pada komponen kelengkapan e-form yang penting sebesar 99,83%, sedangkan persentase kelengkapan terendah terdapat pada komponen pendokumentasian yang baik sebesar 95%. Saran untuk penelitian ini yaitu petugas pendaftaran diharapkan lebih teliti dengan menceklis kolom verifikasi untuk memastikan kelengkapan data. Selain itu, sosialisasi kembali kepada PPA (Profesional Pemberi Asuhan) terkait pentingnya kelengkapan rekam medis elektronik dan follow up secara rutin.
ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI DENGAN PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF PADA DATA SURVEILANS DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA: ANALYSIS OF THE INCIDENT OF HYPERTENSION USING A DESCRIPTIVE EPIDEMIOLOGY APPROACH ON SURVEILLANCE DATA OF THE SPECIAL CAPITAL AREA OF JAKARTA Muhammad Fuad Iqbal
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 01 (2025): Vol. 13 No.1 , Januari 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i1.697

Abstract

Surveilans epidemiologi adalah kegiatan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan ini penting untuk perencanaan, implementasi, dan evaluasi praktik kesehatan masyarakat, bentuk penyajian data surveilans bisa dilakukan dengan cara pemetaan kasus untuk membantu visualisasi penyebaran kasus disuatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kejadian hipertensi di Provinsi DKI Jakarta dengan pendekatan epidemiologi deskriptif berdasarkan data surveilans. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan analisis deskriptif epidemiologi berdasarkan orang, tempat, dan waktu. Data yang digunakan adalah data sekunder hasil pelaporan Surveilans Terpadu Puskesmas (STP) Dinas Kesehatan DKI Jakarta periode Januari hingga Desember 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita hipertensi adalah perempuan (66,9%) dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 60-69 tahun (30,22%). Analisis distribusi penyakit berdasarkan wilayah, Jakarta Timur memiliki kasus hipertensi tertinggi (31%), diikuti Jakarta Barat (25%). Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi adalah Cakung (8,3%), sedangkan kelurahan tertinggi adalah Palmerah (8,3%). Analisis waktu menunjukkan tren fluktuatif, dengan kasus tertinggi pada bulan Oktober (75.914) dan terendah pada bulan Maret (51.305). Kesimpulan penelitian ini hipertensi terjadi di semua wilayah provinsi DKI Jakarta dan dapat terjadi pada semua golongan usia dan jenis kelamin, pentingnya pengendalian faktor risiko hipertensi dan peningkatan program kesehatan masyarakat berbasis wilayah. Validasi data surveilans juga diperlukan untuk meningkatkan keakuratan pelaporan dan efektivitas intervensi.
Analisis Kebutuhan Tenaga Admisi IGD dengan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit Sadono Hadi Saputro; Muhammad Rezal; Muhammad Fuad Iqbal; Laela Indawati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i2.1218

Abstract

Admission services in the emergency department (IGD) are an important part of hospital operations that require effective management to support health services. Optimal medical record management requires human resource planning according to actual workload. This research was conducted to analyze the need for admission registration at the Duren Sawit Regional Special Hospital (RSKD) with a quantitative approach using descriptive methods. The research results show that RSKD Duren Sawit has Standard Operational Procedures (SPO) which refer to Minister of Health Regulation No. 33 of 2015 in planning health human resource needs (HRK). Health workload analysis indicates that the ideal requirement is seven admissions officers, while currently only five officers are available, so there is a shortage of two officers. Factors that influence the workload of admission registration include: Man, namely the limited number of officers in the medical records unit, Machine, namely the BPJS server down and power outages, Material, namely the mixed admissions work room with the cashier so the medical record files are still in one room, Method, namely the HR application process at RSKD Duren Sawit found no obstacles, Money, namely there is no budget planning for additional officers in the medical records unit.
ANALISIS JENIS PENDING BERKAS KLAIM RAWAT INAP DI RSUD TEBET TAHUN 2023 Juliandari, Sabilla; Iqbal, Muhammad Fuad; Rezal, Muhammad; Rumana, Nanda Aula
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4001

Abstract

Pending klaim adalah pengembalian klaim yang masih tertunda pada situasi dimana belum terdapat kesepakatan antara BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut mengenai aturan koding atau medis. Masalah yang sering terjadi dalam pending klaim adalah ketidaksesuaian data klinis, administrasi, dan koding yang menyebabkan keterlambatan pembayaran klaim rumah sakit. Hal ini dapat berdampak pada arus kas rumah sakit serta meningkatkan beban kerja tenaga administrasi dalam proses verifikasi dan revisi klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pending berkas klaim rawat inap di RSUD Tebet tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu pengembalian berkas klaim BPJS Kesehatan Pasien rawat inap oleh verifikator BPJS pada tahun 2023 sebanyak 617. Penyebab pending klaim rawat inap diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu pending Klinis sebanyak 343 (56%) , Administrasi sebanyak 197 (32%) dan Koding sebanyak 77 (12%). Berdasarkan Indentifikasi 5M terdapat 4 Faktor yaitu faktor Man : Dokter sering tidak lengkap dalam menulis resume medis dan diagnosa, serta koder tidak selalu mengikuti peraturan BPJS. Methode: Perbedaan jumlah berkas klaim dengan kunjungan pasien, dan keterlambatan hasil pemeriksaan penunjang. Matherial: SIMRS belum terhubung dengan aplikasi klaim, sehingga klaim masih dilakukan secara manual. Machines: Hasil scanner dan cetakan printer yang kurang jelas serta koneksi internet yang tidak stabil. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan dan sosialisasi bagi dokter dan koder, peningkatan sistem informasi, serta perbaikan kualitas peralatan teknologi agar meminimalisir terjadinya pending klaim.
Evaluasi Pengguna HIS dengan Metode TAM di Wilayah Kerja Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Revina Purnaningrum; Bangga Agung Satrya; Muhammad Fuad Iqbal; Noor Yulia
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 2 (2025): April : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i2.346

Abstract

Hospital information systems are technologies used in hospital information management. Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital has kept up with technological developments by using HIS which is used to simplify the service process in the medical record unit from incoming patients to outpatients. The purpose of this study is to find out the overview based on the Technology Acceptance Model (TAM) dementia, which is an information system theory of how users can accept and utilize technology. The RME evaluation considers five perceptions, namely perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention, and actual technology use. The method of this study is quantitative description research and the object of this study is 96 Hospital Information System (HIS) respondents. The results of this study show that as many as (61.5%) respondents who received HIS and (38.5%) who have not received HIS with details of the perceived ease of use HIS obtained (75%), perceived usefulnesss (70.8%), Attitude toward using was obtained (79.2%), behavioral intention was obtained (62.5%) and in terms of Actual Technology Use as many as 70.8% used every day with a duration of 3 hours per day. It can be concluded that the perception of HIS users has gone well and provided benefits for officers including increased productivity in doing work, but there are still several shortcomings so that there is a need for monitoring and socialization of users who are still not skilled in using HIS and developing HIS features that are more responsive to the needs of health workers and improving technological infrastructure so that HIS can run more easily.
Gambaran Kegiatan Kerja PMIK pada Pelaksanaan Pelepasan Informasi Medis kepada Pihak Asurasi di RSUD Tarakan Jakarta Rani Yulistianingsih; Muhammad Fuad Iqbal; Dina Sonia; Noor Yulia
Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 2 No. 2 (2025): Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/vimed.v2i2.1434

Abstract

The release of medical information is the process of disclosing or sharing information about a patient's health condition, medical history, or medical examination results with other parties. Due to the sensitive nature of the information contained in medical records, healthcare providers are obligated to ensure that all information is appropriately accountable. This study aims to explore the work activities of medical record officers and health information management in the process of releasing medical information to insurance parties at Tarakan Regional General Hospital (RSUD Tarakan). This research uses a descriptive method with a qualitative approach by explaining the results of interviews regarding the work activities of medical record officers and health information management in the process of releasing medical information to insurance parties. RSUD Tarakan already has standard operating procedures related to the release of medical information, both to insurance parties that cooperate and to those that do not cooperate. In the work activities of the officers, the stages of data collection for insurance types, the request flow stage, data collection stage, data processing stage, and data presentation stage involve the insurance services and fundraising departments in the release process for cooperating insurance parties. Meanwhile, the medical records department and the information department are only involved in the release of medical information to non-cooperating insurance parties. The challenges in releasing medical information to non-cooperating insurance parties include the lack of requirements provided by patients, as they are often unaware of the necessary documents and the process for requesting the release of medical information, which can cause delays in the process.