Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Diorama Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Kelas IV SDN 2 Punggelan Ratih Nurfadila; Dewi Nilam Tyas
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14666

Abstract

Berdasarkan data pra-penelitian di kelas IV SDN 2 Punggelan, diketahui bahwa pemahaman konsep murid terhadap materi IPAS tergolong rendah. Hal ini dikarenakan belum ada pengembangan media pembelajaran terutama Augmented Reality (AR) yang mampu menguji kelayakan dan keefektivan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS di kelas IV SDN 2 Punggelan. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) bermodel ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Instrumen penelitian menggunakan data non tes (wawancara, angket kebutuhan (murid, guru), angket validasi ahli (materi, media), respon (murid, guru), dan data tes (soal pre-test dan post-test). Data yang diperoleh dianalisis secara statistika deskriptif dan inferensial parametrik. Validasi oleh ahli materi dan media masing-masing menunjukkan kriteria layak (80%) dan sangat layak (90%), sehingga mampu diterapkan dalam uji coba. Hasil uji t adalah Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka, ada perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media. Perhitungan N-gain menghasilkan 0,498 dengan kriteria sedang. Dengan demikian, media diorama berbasis Augmented Reality (AR) yang telah dikembangkan layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep murid kelas IV SDN 2 Punggelan pada mata pelajaran IPAS.
Pengembangan Multimedia Interaktif Gaya Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Kelas IV SDN 1 Tumiyang Banyumas Cahya Jesica Wahyuningsih; Dewi Nilam Tyas
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.14790

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya Keterampilan Proses Sains, khususnya kemampuan mengamati, pada peserta didik kelas IV SDN 1 Tumiyang Banyumas. Minimnya variasi media pembelajaran menyebabkan peserta didik pasif dan kesulitan memahami konsep gaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan Multimedia Interaktif Gaya berbasis Discovery Learning, (2) menguji kelayakan produk yang dikembangkan, dan (3) menguji keefektifan produk dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Metode Research and Development (R&D) dengan model Borg dan Gall digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes terhadap peserta didik kelas IV sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, lembar wawancara, lembar angket, serta soal pretest-posttest. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif (kualitatif dan kuantitatif) serta inferensial melalui uji prasyarat dan uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan: (1) multimedia interaktif berhasil dikembangkan dengan mengintegrasikan sintaks Discovery Learning ke dalam alur pembelajaran; (2) tingkat kelayakan produk sangat layak berdasarkan validasi ahli media dengan skor 96,67% dan ahli materi dengan skor 91,3%; (3) tingkat kepraktisan produk sangat praktis berdasarkan respon guru dengan skor 100% dan respon peserta didik dengan skor 94,1%; (4) produk terbukti efektif meningkatkan keterampilan proses sains, ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai pretest sebesar 66,60 menjadi 92,00 pada posttest, hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta perolehan skor N-Gain sebesar 0,7978 yang termasuk dalam kategori tinggi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa Multimedia Interaktif Gaya berbasis Discovery Learning berhasil dikembangkan, memenuhi kriteria sangat layak, sangat praktis, dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik kelas IV sekolah dasar.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PESERTA DIDIK FASE B DI SEKOLAH DASAR: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Desi Riska Fitriani; Dewi Nilam Tyas
Joyful Learning Journal Vol. 15 No. 2 (2026): Joyful Learning Journal: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v15i2.49219

Abstract

Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan fondasi esensial literasi sains yang harus dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, capaian KPS peserta didik Fase B di sekolah dasar Indonesia masih tergolong rendah, terindikasi dari skor PISA 2022 sebesar 383 poin. Penelitian ini bertujuan  untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang secara dominan memengaruhi KPS peserta didik Fase B berdasarkan sintesis literatur ilmiah terkini (2021–2026) dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berpanduan PRISMA; (2) menganalisis keterkaitan faktor-faktor yang memengaruhi KPS peserta didik Fase B meliputi lingkungan fisik dan digital dalam pembelajaran IPAS, yang kondusif bagi pengembangan KPS peserta didik Fase B pada implementasi Kurikulum Merdeka; serta (3) merumuskan implikasi teoritis dan praktis dari temuan kajian bagi pengembangan pembelajaran sains di Fase B sekolah dasar. Pencarian literatur dilakukan pada empat basis data: Google Scholar, GARUDA, SINTA, dan Scopus, dengan rentang tahun publikasi 2021–2026. Dari 57 artikel awal, sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian mengidentifikasi dua kategori faktor dominan: (1) faktor internal, meliputi motivasi belajar, kemampuan awal, dan minat terhadap sains; serta (2) faktor eksternal, meliputi model pembelajaran berbasis inkuiri/proyek, media pembelajaran digital, kompetensi pedagogik guru, dan ketersediaan sarana-prasarana. Faktor model pembelajaran terbukti paling konsisten dominan memengaruhi KPS, diikuti media pembelajaran digital, kompetensi guru, dan motivasi belajar. Interaksi sinergis antara faktor-faktor tersebut dalam kerangka implementasi IPAS Kurikulum Merdeka menjadi penentu utama kualitas pengembangan KPS. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendekatan inkuiri terbimbing, integrasi media digital berbasis konten IPAS, serta peningkatan kompetensi pedagogik guru sebagai prioritas intervensi dalam konteks Fase B Kurikulum Merdeka.