Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

LOYALITAS MEMODERASI PENGARUH HARGA DAN MEMBERSHIP PROGRAM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TIKET ONLINE  PERTANDINGAN PERSIB BANDUNG Ardhiansyah; Bella Pratiwi Rachman; Aldy Agustian; Mochammad Hilmi Nugraha; Muh Fajar Fazriansyah
Jurnal Bisnis Digital Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis Digital, Vol. 4 No. 1 Mei 2026
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/j-bisdig.v4i1.4224

Abstract

Penelitian yang dilakukan terhadap supporters Persib Bandung, penelitian ini menganalisis pengaruh harga tiket online, program keanggotaan, dan loyalitas konsumen terhadap keputusan pembelian tiket, serta peran moderasi loyalitas dalam hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengujian model SEM-PLS terhadap data sebanyak yang diperoleh dari supporters yang telah melakukan pembelian tiket online. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel harga, program keanggotaan, dan loyalitas konsumen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian tiket, dengan loyalitas konsumen sebagai prediktor terkuat. Selain itu, loyalitas berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah pengaruh harga dan program keanggotaan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan loyalitas dalam mendukung efektivitas promosi dan program Keanggotaan digital klub sepak bola, sekaligus menyoroti kompleksitas pengaruh faktor psikologis dan ekonomi dalam pengambilan keputusan konsumen di era digital
Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM serta Warung Kecil di Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya Yadi; Ismayanti; Muh Fajar Fazriansyah; Neng Sopiah; Hary Lesmana Surya; Muhammad Rovi; Arif Amril Mubarok; Dede Riswandi
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2139

Abstract

Abstract: This community service program focused on enhancing financial literacy and supporting the digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and small retailers in Karangmulya Village, Tasikmalaya. Although digital transactions are rapidly growing in Indonesia, many rural businesses still rely on cash and have limited access to digital financial services. To address this challenge, the program introduced the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in collaboration with Bank Indonesia as a safe, practical, and efficient payment solution. Methods included seminars, workshops, QRIS transaction simulations, and mapping MSME locations on Google Maps to increase visibility. The results showed that participants better understood the benefits of digital payments and felt more confident applying QRIS in their daily business activities. Challenges encountered included unstable internet connections and the readiness of senior business owners to adapt. Nevertheless, the program demonstrated that village-based financial literacy initiatives can effectively accelerate financial inclusion while strengthening local economic resilience. Keywords: Digital literacy, QRIS, MSMEs, financial inclusion, rural economy Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan serta dukungan digitalisasi UMKM dan warung kecil di Desa Karangmulya, Tasikmalaya. Meski transaksi digital berkembang pesat di Indonesia, banyak pelaku usaha di pedesaan masih mengandalkan pembayaran tunai dan minim akses terhadap layanan keuangan digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini memperkenalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui kerja sama dengan Bank Indonesia sebagai solusi pembayaran yang aman, praktis, dan efisien. Metode yang digunakan mencakup seminar, lokakarya, simulasi transaksi QRIS, serta pemetaan lokasi UMKM pada Google Maps agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memahami manfaat pembayaran digital dan lebih percaya diri menggunakan QRIS dalam aktivitas usaha. Kendala yang ditemui adalah keterbatasan internet dan kesiapan pelaku usaha senior. Meski demikian, program ini membuktikan literasi keuangan berbasis desa dapat mempercepat inklusi keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Kata Kunci: Literasi keuangan, QRIS, UMKM, inklusi keuangan, ekonomi desa
EDUKASI PENTINGNYA MANAJEMEN WAKTU BAGI SISWA SMP DALAM KEGIATAN BELAJAR Yugi Hilmi; Harry Nurawinata; Pery Jayanto; Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.198

Abstract

Manajemen waktu merupakan keterampilan fundamental yang perlu diterapkan dalam pendidikan formal jenjang SMP. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMP tentang pentingnya manajemen waktu dalam kegiatan belajar, serta membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam menyusun jadwal belajar yang efektif dan efisien. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMPN 1 Rajapolah. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui pendekatan penyuluhan langsung yang bersifat interaktif, mencakup penyampaian konsep dasar manajemen waktu, dampak buruk pengelolaan waktu yang tidak efektif, strategi penyusunan jadwal belajar, serta tips menghindari prokrastinasi, yang diakhiri dengan pemberian angket sebagai instrumen evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata tingkat pemahaman dan sikap siswa mencapai 89% dengan kategori Sangat Baik, mencakup aspek pentingnya manajemen waktu (90%), cara manajemen waktu yang efektif (89%), dan perencanaan membuat jadwal prioritas (88%). Temuan ini bermakna bahwa metode penyuluhan tatap muka yang interaktif terbukti efektif membangun kesadaran siswa terhadap pengelolaan waktu belajar yang terstruktur dan terencana.
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA SMK AL-FALAH MELALUI PEMBELAJARAN FUNDAMENTAL PRINSIP DESAIN DALAM USER INTERFACE Rafi Hafizhni Anggia; Aditia Abdurachman; Windriyana Windriyana; Rizal Taufik; Ardhiansyah Ardhiansyah; Yudi Setia Rachmanda; Muh Fajar Fazriansyah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3450

Abstract

Literasi visual dan digital menjadi kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama dalam memahami dan merancang user interface sebagai bagian dari keterampilan vokasional. Namun, pembelajaran desain digital di sekolah masih cenderung berfokus pada penggunaan perangkat lunak tanpa didukung pemahaman prinsip dasar desain. Hal ini melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memperkuat kompetensi literasi visual dan digital siswa melalui pembelajaran fundamental prinsip desain berbasis user interface. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMK Al-Falah melalui tiga sesi, yaitu penyampaian materi prinsip dasar desain, praktik perancangan user interface menggunakan Figma, dan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan serta melalui kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip desain dan konsep user interface. Sebagian besar peserta mampu merancang antarmuka sederhana, meskipun masih terdapat kendala teknis dalam penggunaan Figma. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan pembelajaran desain digital berbasis konsep dan praktik untuk mendukung kesiapan kompetensi vokasional siswa SMK.
DARI REGULASI DIRI KE PENALARAN MATEMATIS: SEBERAPA KUAT HUBUNGANNYA? Muh Fajar Fazriansyah; Ikhsan Faturohman; Yugi Hilmi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3r41r829

Abstract

Kemampuan penalaran matematis, analisis, penilaian, dan refleksi diri merupakan komponen penting dalam pendidikan matematika karena memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematis mereka. Namun, menurut sejumlah penelitian, kemampuan penalaran matematis mahasiswa masih belum memadai. Kapasitas untuk mengatur diri sendiri dan mengelola proses belajar sendiri dikenal sebagai self-regulated learning (SRL). Studi ini bertujuan untuk memberikan uraian rinci tentang kemampuan penalaran matematis mahasiswa dan tingkat self-regulated learning, serta untuk meneliti korelasi antara keduanya, mengukur kekuatannya, dan mengukur sejauh mana self-regulated learning mahasiswa berkontribusi pada kemampuan penalaran matematis mereka. Metode kuantitatif berdasarkan jenis penelitian korelasional digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, 22 mahasiswa yang terdaftar dalam program studi pendidikan matematika semester enam dipilih menggunakan metode purposive sampling. Tes kemampuan penalaran matematis dan kuesioner self-regulated learning digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan berbagai ukuran seperti statistik deskriptif, uji normalitas dan linearitas, korelasi pearson product moment, dan koefisien determinasi. Penelitian menemukan bahwa kemampuan penalaran matematika mahasiswa cukup tinggi (rata-rata 81,18) dan tingkat self-regulated learning mereka cukup tinggi (rata-rata 91,27). Dengan tingkat signifikansi 0,001 dan koefisien korelasi 0,716, temuan uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan secara statistik antara kemampuan penalaran matematis dan self-regulated learning. Dengan hasil ini, dapat dikatakan bahwa korelasi antara kedua variabel tersebut cukup kuat. Koefisien determinasi juga mengungkapkan bahwa kapasitas mahasiswa untuk self-regulated learning menyumbang 51,2% dari keseluruhan kemampuan mereka dalam penalaran matematis. Oleh karena itu, kapasitas berpikir matematika mahasiswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan strategi pembelajaran mandiri.
Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Workshop UI/UX Design dengan Metode Double Diamond di SMK Al-Falah Rafi hafizhni Anggia; Yudi Setia Rachmanda; Pery Jayanto; Muh Fajar Fazriansyah; Ardhiansyah Ardhiansyah; Ramdani Alfalah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8111

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Al-Falah dengan fokus pada peningkatan literasi digital siswa melalui pengenalan dasar-dasar UI/UX serta penerapan proses desain double diamond dalam perancangan aplikasi. Kegiatan dirancang secara bertahap dengan mengombinasikan penyampaian materi, diskusi dua arah, dan praktik langsung menggunakan Figma agar siswa dapat memahami konsep secara lebih kontekstual. Pendekatan tutorial sebaya diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif dan mendorong siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep UI dan UX, kemampuan dalam mengidentifikasi permasalahan pengguna, serta keterampilan awal dalam menyusun wireframe dan prototipe sederhana. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan gambaran awal kepada siswa mengenai peluang karier di bidang desain digital serta pentingnya kompetensi UI/UX dalam perkembangan industri teknologi. Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat dan mengembangkan kompetensi desain digital di lingkungan sekolah.
Kids as UI Designer: Pengenalan UI/UX melalui Paper Prototype untuk meningkatkan kreativitas pada Siswa SDN 1 Sukarame: Pengabdian Rafi Hafizhni Anggia; Yudi Setia Rachmanda; Pery Jayanto; Muhammad Marsa Rizqulloh; Miftahudin miftahudin; Mochammad Hilmi Nugraha; Ramdani Alfalah; Aldy Agustian; Firda Raudhah Marsila; Muh Fajar Fazriansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i2.8225

Abstract

This community outreach program aimed to introduce elementary school students to the fundamentals of user interface and user experience design and help them translate user needs into designs for educational applications. The workshop involved 32 fifth grade students aged 10–11 at SDN 1 Sukarame. Design Thinking was adapted for this age group through a participatory, project based workshop in which students identified learning problems, defined user needs, generated ideas, and built paper prototypes. The evaluation used descriptive comparisons of pretest and posttest scores and an assessment of the prototypes. The mean test score increased by 31.2 points, from 52.4 to 83.6. Interface design showed the largest gain of 39 points, while layout showed the smallest gain of 23 points. Creativity and visual appeal received the highest prototype score of 86, whereas layout and element placement received the lowest score of 65. These findings suggest that paper prototyping can introduce elementary school students to interface design and help identify where they need further guidance, particularly in organizing interface elements. The single-group design without a comparison group limited causal attribution of the score gains to the workshop.