Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Spasial Daerah Rawan Longsor di Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku Rakuasa, Heinrich -; Somae, Glendy; Sihasale, Daniel Anthoni; Pakniany, Yamres; Septory, Juan Steiven Imanuel; Latue, Philia Christi
EL-JUGHRAFIYAH Vol 3, No 1 (2023): El-Jughrafiyah : February, 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v3i1.20278

Abstract

Berdasarkan data historis kejadian longsor, Kecamatan Damer merupakan daerah yang rawan longsor di Kabupaten Maluku Barat Daya. Salah satu langkah awal dalam mitigasi bencana longsor di Kecamatan Damer adalah dengan memetakan daerah-daerah yang berpotensi longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran spasial daerah rawan longsor di Kecamatan Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode SMORPH untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan daerah yang berpotensi longsor berdasarkan matriks antara bentuk lereng dan sudut kemiringan lereng. Kajian ini menghasilkan 4 tingkatan daerah yang berpotensi longsor, yaitu potensi sangat rendah, rendah, sedang, dan tinggi. Desa dengan potensi longsor tinggi adalah Desa Wulur dan desa dengan potensi longsor sangat rendah adalah Desa Ilih. Hasil penelitian ini juga menggambarkan bahwa semakin tinggi lereng yang disertai dengan terbentuknya lereng cembung atau cekung maka potensi terjadinya longsor semakin tinggi. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya khususnya pemerintah Kecamatan Damer dalam upaya penataan ruang berbasis mitigasi bencana
Kajian Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Kawasan Desa Hatu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah Matly, Maria Lidwina; Sihasale, Daniel Anthoni; Lasaiba, Mohammad Amin
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp24-34

Abstract

This study was motivated by the increasing pressure on natural resources in coastal and forest areas of Maluku, demanding a community-based approach to maintain ecosystem sustainability. The research aims to analyze the role of Hatu Village’s community in natural resource management through the traditional sasi system and its collaboration with the village government. A qualitative descriptive method was applied using participatory observation, in-depth interviews, and documentation to understand social dynamics, cultural values, and ecological practices. The findings show that the community actively maintains ecological balance through sasi implementation, customary forest supervision, and environmental education based on local values. Customary institutions such as kewang serve effectively as moral and social regulators in environmental governance. The study confirms that the integration of customary systems and village policies creates adaptive, efficient, and equitable ecological governance. It implies the necessity of formal recognition of customary institutions in conservation policies
Aktivitas Nelayan dan Kondisi Ekonomi di Desa Sesar Kecamatan Bula Kabupaten Seram Bagian Timur Kocal, Yati; Pinoa, Wiclif Sephnath; Sihasale, Daniel Anthoni
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp110-119

Abstract

Penelitian ini menelaah aktivitas nelayan dan kondisi ekonomi masyarakat pesisir di Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur. Tujuan utama penelitian adalah untuk memahami keterkaitan antara faktor sosial-ekonomi, pola aktivitas melaut, serta strategi bertahan hidup masyarakat nelayan dalam menghadapi dinamika lingkungan dan keterbatasan sumber daya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas nelayan dipengaruhi oleh modal usaha, cuaca, dan jarak tempuh ke lokasi penangkapan. Jenis ikan yang dominan ditangkap meliputi samandar, bobara, dan tuna, dengan pendapatan rata-rata berkisar Rp1.000.000–Rp2.500.000 per bulan. Sebagian nelayan juga memiliki pekerjaan tambahan seperti berdagang dan berkebun untuk menambah penghasilan. Secara keseluruhan, kondisi ekonomi nelayan bergantung pada faktor alam, diversifikasi pekerjaan, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan, yang secara langsung memengaruhi kesejahteraan sosial mereka