Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KORELASI GLUKOSA DARAH PUASA DENGAN KOMPOSISI TUBUH PADA SUBJEK WANITA DENGAN KELEBIHAN BERAT BADAN DAN OBESITAS Sugiyanto, Maya Kumalasari; Nawai, Fatmayanti; Hadi, Novian Swasono; Setiawan, Denny Indra
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhhs.v8i1.283

Abstract

Latar Belakang: Metabolisme tidak normal dikaitkan dengan perubahan komposisi tubuh, yaitu massa otot rangka kombinasikan dengan lemak tubuh, yang membantu beban metabolisme ganda dan meningkatkan risiko mengembangkan penyakit tidak menular. Tujuan: Menganalisis korelasi glukosa darah puasa dengan komposisi tubuh pada subjek wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen, dilaksanakan pada bulan Maret- Mei tahun 2024 di Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Teknik pengumpulan data dengan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa vena dan pengukuran komposisi tubuh tanpa ada intervensi. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson dan spearman. Hasil: Tidak ada korelasi glukosa darah puasa dengan lemak total dan massa otot, namun ada korelasi glukosa darah puasa dengan lingkar perut, lemak perut, dan IMT pada subjek wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Simpulan: Lemak perut mempunyai tingkat korelasi sangat rendah terhadap kadar gula darah (0,315), lingkar perut mempunyai tingkat korelasi cukup kuat terhadap gula darah (0,499), IMT mempunyai tingkat korelasi rendah (0,391).
PENGARUH KONSUMSI KUKIS ’MANGPIS’ TERHADAP PEMERIKSAAN GULA DARAH PERIVER DAN VENA SUBJEK OBESITAS Nawai, Fatmayanti; Syauqy, Ahmad; Pramono, Adriyan; Afifah, Diana Nur; Noer, Etika Ratna
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/pgm.v46i2.751

Abstract

Dietary fiber, resistant starch, bioactive compounds, phenolic antioxidants, flavonoids, and inulin are found in mangrove and banana flour. The combination of the two flours is expected to produce cookies that increase the metabolism of obesity. This study aims to identify the chemical characteristics, level of preference, and glycemic index of mangrove and banana flour cookies (mangpis) to increase metabolism in obese subjects. This study consists of three stages. The first stage of chemical characteristic analysis and preference level using a Completely Randomized Design (CRD) design with 4 treatments with 2 repetitions. The second stage of the best and selected formula from the level of preference tests its glycemic index value and glycemic load using a Completely Randomized Design. and the third stage of steamed intervention using Pre-Post Randomized Control Group Design. The results showed that F1 had the highest air, dietary fiber, crude fiber, and resistant starch content, while F0 had the highest protein, energy, and carbohydrate content. F2 cookies had the highest fat content. The glycemic index of steamed F2 was included in the medium category with a low glycemic load. The 28-day F2 intervention reduced triglycerides but did not affect fasting blood sugar or insulin levels.
Analisis Multidimensional Faktor Penyebab Stunting di Indonesia: Literature Review Stefany, Fadean; Nawai, Fatmayanti; Mahabatillah, Desty; Randenia, Nabila
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1711

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi ini mencerminkan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor biologis, sosial ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama penyebab stunting melalui pendekatan systematic literature review berdasarkan pedoman PRISMA. Sumber data diperoleh dari 20 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2018–2025 melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Hasil analisis menunjukkan bahwa determinan utama stunting meliputi status gizi ibu hamil, praktik pemberian ASI dan MPASI, tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga, kondisi sanitasi lingkungan, faktor sosial budaya dan kesehatan mental ibu, serta kecukupan asupan zat gizi makro dan mikro. Selain itu, inovasi teknologi seperti pemodelan K-Means Clustering berpotensi membantu pemerintah dalam mengidentifikasi kelompok berisiko tinggi dan merancang kebijakan berbasis data yang lebih tepat sasaran. Kesimpulannya, pencegahan stunting memerlukan pendekatan lintas sektor yang komprehensif dengan mengintegrasikan aspek gizi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan kebijakan publik. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan pencapaian target nasional dan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dalam penghapusan segala bentuk malnutrisi.