Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Risiko Dan Analisis Keputusan Solusi Proses Material Return Pada Gudang Menggunakan Metode House of Risk (HOR) Dan Metode Analytic Network Process (ANP): (Studi Kasus : PT. ABC) Mustafa, Falah; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada proses material return di gudang PT. ABC serta menentukan prioritas strategi mitigasi menggunakan pendekatan integrasi House of Risk (HOR) dan Analytic Network Process (ANP). Proses material return belum berjalan optimal karena belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang baku dan minimnya koordinasi antarunit, sehingga menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengembalian material, ketidakjelasan tanggung jawab, selisih antara stok fisik dan data sistem, serta potensi kehilangan material. Metode HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event dan risk agent serta menghitung nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk agent tertinggi adalah rendahnya kedisiplinan unit dalam mengembalikan material (A3) dengan nilai ARP sebesar 168. Selanjutnya, metode ANP diterapkan untuk menentukan bobot alternatif strategi mitigasi berdasarkan empat kriteria utama: efisiensi operasional, efektivitas pengendalian, kesiapan sumber daya manusia, dan kinerja pengelolaan material. Dari lima alternatif solusi yang dievaluasi, "Menyusun dan menetapkan SOP resmi tentang mekanisme material return (alur, dokumen, tanggung jawab, dan waktu pengembalian)" memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,049, sehingga menjadi strategi prioritas utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam memperbaiki tata kelola material return, memperkuat koordinasi antarunit, dan meningkatkan efisiensi operasional gudang.
Perencanaan dan Pengendalian Produksi Pestisida Cair Menggunakan Metode EPQ Multi Item Muhammad Ersanto Nugroho; Said Salim Dahda; Yanuar Pandu Negoro
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan produksi tujuh jenis pestisida cair di PT XYZ dengan menerapkan metode Economic Production Quantity (EPQ) Multi-Item. Analisis dilakukan berdasarkan data permintaan, biaya setup, biaya penyimpanan, dan kapasitas produksi selama periode Juni 2024–Mei 2025. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi produksi yang paling efisien dicapai pada m* = 18,74 siklus per tahun, sehingga pola produksi dapat berlangsung secara teratur tanpa melebihi kapasitas mesin. Jumlah produksi optimal setiap produk (EPQ) bervariasi sesuai tingkat permintaan, di mana produk B memiliki EPQ terbesar sebesar 33.901 liter, sedangkan produk dengan permintaan rendah menghasilkan volume produksi yang lebih kecil untuk menghindari penumpukan persediaan. Model EPQ Multi-Item juga menghasilkan biaya total yang lebih rendah dibandingkan kondisi aktual perusahaan. Total biaya optimal yang diperoleh yaitu Rp59.661.583.947, dengan penghematan sebesar Rp121.675.573 per tahun. Evaluasi kapasitas menunjukkan bahwa kegiatan produksi masih menyisakan 23 hari kerja, sehingga operasional lini produksi dinilai aman. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan EPQ Multi-Item efektif dalam menekan biaya, menyeimbangkan beban produksi antarproduk, dan meningkatkan akurasi perencanaan produksi.
Peningkatan Manajemen Risiko K3 Di Industri Kimia: Pendekatan Terpadu HIRARC Dan HAZOP Pada Produksi STPP Septian Dwi Ardiansyah; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1463

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan integrasi dua metodologi analisis risiko – HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan HAZOP (Hazard and Operability Study) – pada lini produksi Sodium Tripolyphosphate (STPP) di PT XYZ. Dalam skema tersebut, HIRARC menilai bahaya dan risiko pada setiap aktivitas kerja (macro risk) melalui parameter Likelihood dan Severity, sedangkan HAZOP menelaah deviasi proses dan akar penyebabnya (micro risk) di node proses utama (unit pencampuran, rotary kiln, unit pendingin, dan penyimpanan). Hasil integrasi HIRARC–HAZOP menunjukkan profil risiko yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan tunggal. Dari 12 aktivitas kerja yang dianalisis, 4 di antaranya tergolong risiko tinggi, 5 sedang, dan 3 rendah. Analisis HAZOP mengidentifikasi 9 deviasi kritis (contohnya: suhu operasi melebihi set point, ventilasi lokal tidak memadai, personel tak berwenang di jalur forklift, serta indikasi korsleting listrik). Rekomendasi praktis mencakup penerapan interlock ventilasi–agitator di unit pencampuran, penambahan alarm suhu SIL2 pada rotary kiln, segregasi jalur forklift–pejalan kaki dengan kontrol akses, peningkatan program permit-to-work dan LOTO, serta peningkatan housekeeping dan penandaan visual area operasi. Dengan demikian, integrasi HIRARC–HAZOP menghasilkan pemetaan risiko K3 yang lebih holistik serta pengendalian yang lebih presisi untuk menurunkan probabilitas dan dampak insiden produksi STPP.
Analisis Waste pada Proses Distribusi Menggunakan Metode Lean Distribution Guna Mengurangi Keterlambatan Distribusi Hose Industri: (Studi Kasus: CV Victory) Ega Fanany Al Gusta; Yanuar Pandu Negoro; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1480

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan (waste) pada proses distribusi hose industri di CV Victory yang sering mengalami keterlambatan dari target waktu pengiriman. Pendekatan Lean Distribution diterapkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuisioner kepada 15 responden, serta pemetaan proses menggunakan Process Activity Mapping (PAM) dan Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lead time distribusi mencapai 144 jam, didominasi oleh aktivitas Necessary Non-Value Added (NNVA) berupa waktu menunggu dan transportasi. Berdasarkan pembobotan kuisioner, tiga waste paling kritis adalah Waiting, Motion, dan Transportation. Analisis Diagram Fishbone mengungkap akar penyebab berupa ketidakefisienan alur kerja, kurangnya fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan informasi. Usulan perbaikan disusun menggunakan metode 5W1H, meliputi digitalisasi dokumen, perbaikan layout gudang, optimasi rute distribusi, serta penjadwalan ulang proses loading. Implementasi perbaikan diharapkan mampu menurunkan lead time dan meningkatkan efektivitas distribusi perusahaan.
Analisis Kinerja Mesin Departemen Amonia Menggunakan Metode OEE dan Fuzzy FMEA Pada Kegagalan Berdampak Tinggi di Produsen Pupuk Eriyan Ochy Arnanda; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1514

Abstract

PT. X tergolong sebagai entitas produsen pupuk berskala nasional yang memiliki permasalahan pada performa mesin seperti kerusakan pada mesin Blackout, LG SOHT 103J, 101J trip FALL 1003, dan Bocoran Line HS. Penelitian ini untuk mengembalikan efektivitas mesin yang lebih baik menggunakan metode OEE dan Fuzzy FMEA, perusahaan belum ada analisis sistematis yang menentukan akar penyebab dan dampak kegagalan tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata nilai OEE sebesar 75,90%, dimana hasil OEE belum memenuhi standar idealnya sebesar 85%. Selain itu didapat nilai FRPN tertinggi sebesar 253.5 pada Blackout, 101J trip FALL 1003 sebesar 153.5, Bocoran Line HS sebesar 153.5, dan terkecil LG SOHT 103J sebesar 53.5, temuan ini menegasakan dominasi kegagalan berdampak tinggi dalam sistem produksi Amonia kontinu. Dari hasil tersebut diberikan perbaikan penjadwalan priventive maintenance dan pemantauan rutin sehingga diharapkan setelah implementasi didapatkan risiko kerusakan menurun, operasi mesin stabil, dan keamanan kerja meningkat. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan FMEA berbasis Fuzzy pada proses industri berisiko tinggi, serta kontribusi mendukung keputusan pemeliharaan pada industri pupuk.