Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan dan Edukasi pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Nisam, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Putri, Baluqia Iskandar; Z, Khairunnisa; Perkasa, Aditya Fajar
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.20941

Abstract

Menurut WHO (2018) Tuberkulosis merupakan sebuah penyakit infeksi multi-sistemik yang paling umum, dengan berbagai macam manifestasi dan gambaran klinis, paru-paru adalah lokasi yang paling umum untuk perkembangan penyakit tuberculosis. Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di organ tubuh lain dengan tekanan parsial oksigen yang tinggi. Menurut epidemiologi sekitar 75% penderita tuberkulosis paru terjadi kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15- 50 tahun) dengan jumlah penderita >500.000 kasus dialami oleh laki-laki. Diagnosis TB paru ditegakkan berdasarkan gejala klinis dengan keluhan utama batuk berdahak ‰¥ 2 minggu dan/atau disertai gejala tambahan, dengan hasil pemeriksaan fisik dapat berupa suara napas bronkial, amforik, suara napas melemah, ronki basah kasar/halus dan/atau tanda-tanda penarikan paru, diafragma, dan mediastinum, serta pemeriksaan bakteriologis, radiologis, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Diagnosis pasti TB ditegakkan dengan pemeriksaan bakteriologis berupa kultur bakteri TB baik menggunakan media padat maupun media cair. Tatalaksana yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT), suportif atau simtomatis, dan  pembedahan. 
Edukasi dan Pendampingan Berbasis Puskesmas pada Kasus Preeklampsia di Kecamatan Syamtalira Bayu-Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Reza, Muhammad Dwiki
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26140

Abstract

Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang dapat mempengaruhi berbagai sistem organ.Preeklampsia dibagi menjadi preeklampsia ringan dan berat berdasarkan tingkat keparahan.Tekanan darah tinggi (sistolik ≥160 mmHg dan diastolik ≥110 mmHg), serta proteinuria lebih dari 5 g dalam satu hari adalah tanda preeklampsia berat.Preeklampsia berat memiliki dua jenis: tanpa eclampsia dan dengan eclampsia.Gejala subjektif dari preeclampsia termasuk nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, muntah-muntah, nyeri epigastrium, dan tekanan darah yang meningkat secara bertahap.Ibu hamil dengan preeklampsia dan eklampsia rentan terhadap komplikasi dan kematian, terutama di negara berkembang.Di Indonesia, preeklampsia berat dan eklampsia berkontribusi terhadap kematian ibu sekitar 1,5% hingga 25% dan kematian bayi sekitar 45% hingga 50%.Insidensi preeklampsia bervariasi, dengan negara berkembang berkisar antara 0,3% hingga 0,7%, sedangkan di negara maju lebih rendah, sekitar 0,05% hingga 0,1%.Risiko preeklampsia pada wanita hamil dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor predisposisi, seperti usia ibu, paritas, riwayat preeklampsia sebelumnya, kehamilan multipel, penyakit sebelumnya seperti diabetes dan hipertensi kronik, interval antara kehamilan, indeks massa tubuh (BMI), dan usia. Kata kunci: preeclamsia, prevelensi, paritas, ilmu kebidanan, pencegahan
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Perawatan Metode Kanguru (PMK) Pada Bayi BBLR Di Rumah Sakit Kota Lhokseumawe Yuliana, Yuliana; Mauliza, Mauliza; Fonna, Tischa Rahayu
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3662

Abstract

Bayi BBLR akan mengalami kerentanan hidup dikarenakan perubahan fisiologis dan biokimia yang dialami saat perpindahan intra uterin ke ekstra uterin, oleh karena itu perlunya dilakukan tindakan yang tepat dalam menangani hal tersebut salah satunya dengan penerapan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penerapan metode kanguru ini dapat membantu untuk menstabilkan suhu sehingga mencegah hipotermi yang sering terjadi pada bayi BBLR. Oleh karena itu ibu yang memiliki bayi BBLR diharapkan dapat memiliki pengetahuan mengenai perawatan metode kanguru ini. Tingkat pengetahuan ibu tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak hal baik itu usia, tingkat pendidikan, maupun pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap Perawatan Metode Kanguru (PMK) pada bayi BBLR di rumah sakit Kota Lhokseumawe. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden berjumlah 90 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden berada dalam kategori cukup sebanyak 35 orang (38,9%), dan paling sedikit adalah kategori baik berjumlah 23 orang (25,6%). Mayoritas responden berasal dari kelompok usia 20-35 tahun, pendidikan terakhir berupa pendidikan menengah, status pekerjaan tidak bekerja, dan berat bayi lahir BBLR (1500-2500 gram). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap Perawatan Metode Kanguru (PMK) pada bayi BBLR di rumah sakit Kota Lhokseumawe belum memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan metode kanguru.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Polio Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Lhokseumawe Tahun 2023 Ardhi, Kamilia Yessica; Mardiati, Mardiati; Fonna, Tischa Rahayu
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3792

Abstract

Polio merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular, terutama pada balita. Meskipun belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, pencegahan dapat dilakukan melalui imunisasi. Pada tahun 2022, terjadi peningkatan kasus polio di wilayah Pidie, Aceh, setelah sebelumnya Indonesia dinyatakan bebas polio pada tahun 2014. Alhasil, Kementerian Kesehatan menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa polio. Pemerintah kemudian menginstruksikan seluruh daerah di Indonesia untuk meningkatkan cakupan imunisasi minimal hingga mencapai 95%. Namun, data menunjukkan bahwa Provinsi Aceh, termasuk Kota Lhokseumawe, tercatat memiliki cakupan imunisasi polio dasar yang rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah tingkat pengetahuan ibu yang diyakini memengaruhi keputusan ibu untuk memberikan imunisasi kepada anaknya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan imunisasi polio pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kandang Kota Lhokseumawe tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian sebanyak 118 responden yang dipilih menggunakan metode cluster random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio terbagi dalam kategori kurang (44,9%), cukup (27,1%), dan baik (28,0%). Sementara itu, imunisasi polio pada anak terdistribusi dalam kategori tidak lengkap (47,5%) dan lengkap (52,5%). Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000 atau p < α = 0,05. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi polio pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kandang Kota Lhokseumawe tahun 2023.