Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

From Environmental Destruction To Sustainability: A Systematic Review Of Green Human Resource Development In Manufacturing Companies Hafidz, Sholeh; Makarim, Muhammad Harfiansyah
JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol. 22 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jim.v22i2.91162

Abstract

Environmental degradation caused by manufacturing activities has become a major global concern, driving the need for sustainable transformation within the industrial sector. This study aims to systematically review the role of Green Human Resource Development (GHRD) in facilitating the transition from environmental destruction to sustainability in manufacturing companies. Using the Systematic Literature Review (SLR) method guided by the PRISMA framework, this research analyzed 1,670 Scopus-indexed articles published between 2020 and 2025, of which 15 met the inclusion criteria. The findings reveal that GHRD acts as a strategic mechanism that connects environmental management policies with employee behavior and organizational performance. Through green recruitment, training, and performance appraisal, GHRD develops employees’ environmental competencies, strengthens green leadership, and fosters sustainability-oriented organizational cultures. The synthesis of previous studies demonstrates that GHRD enhances sustainable performance by promoting innovation, energy efficiency, waste reduction, and green technological adoption. Furthermore, the transformation from environmental degradation to sustainability is primarily driven by human capacity building and eco-conscious organizational culture rather than by technology alone. This review concludes that integrating GHRD into manufacturing management systems is essential to achieving a balanced alignment between economic growth, social responsibility, and environmental preservation, positioning human resources as the key catalyst for sustainable industrial transformation.
Readiness to Change: Peran Fintech dan Literasi Digital terhadap Keberlanjutan Bisnis Kuliner Tradisional DIY Fayza Fitri Rahmadianti; Yovi Martrifah; Kirana Ghea Larasati; Shiva Marsya Ayu Setya; Gyan Febriansyah Yogiswara; Muhammad Harfiansyah Makarim
Jurnal Riset dan Penalaran Mahasiswa Vol 3, No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial technology dan digital literacy terhadap business sustainability dengan readiness to change sebagai variabel mediasi pada UMKM kuliner makanan tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peneitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 60 UMKM. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS melalui pengujian outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial technology dan digital literacy tidak berpengaruh signifikan terhadap business sustainability, tetapi keduanya berpengaruh positif signifikan terhadap readiness to change. Selanjutnya, readiness to change berpengaruh positif signifikan terhadap business sustainability dan memediasi pengaruh financial technology terhadap business sustainability, tetapi tidak memediasi pengaruh digital literacy. Temuan ini menegaskan bahwa readiness to change menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha di tengah perkembangan financial technology.
Pengaruh Respectful leadership terhadap Intention to stay dengan mediasi Supportive supervisor relations Pada Pekerja Coffee Shop di Sleman Muhammad Harfiansyah Makarim; Caesar Rosyad Achmadi; Arief Nurrahman; Agatha Saputri; R. Andro Zylio Nugraha
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi Mei - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i3.8198

Abstract

Pertumbuhan pesat industri food and beverage (F&B), khususnya coffee shop di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menciptakan persaingan kerja yang ketat dan menuntut strategi pengelolaan sumber daya manusia yang efektif untuk mempertahankan karyawan. Salah satu faktor penting dalam konteks ini adalah praktik kepemimpinan yang menghargai serta kualitas hubungan antara atasan dan bawahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran respectful leadership terhadap intention to stay dengan mediasi supportive supervisor relations pada pekerja coffee shop di Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan dari karyawan coffee shop melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa respectful leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay (β = 0,482), serta terhadap supportive supervisor relations (β = 0,037). Selain itu, supportive supervisor relations juga berpengaruh positif terhadap intention to stay (β = 0,442) dan terbukti memediasi hubungan antara respectful leadership dan intention to stay secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang menghargai dan hubungan supervisor yang suportif berperan penting dalam meningkatkan retensi karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola coffee shop dan pelaku usaha F&B dalam merancang strategi kepemimpinan dan pengelolaan tenaga kerja yang berkelanjutan.
WHAT DRIVES ENTREPRENEURIAL RESILIENCE IN BATIK SMES? R. Andro Zylio Nugraha; Agatha Saputri; Caesar Rosyad Achmadi; Muhammad Harfiansyah Makarim; Arief Nurrahman
Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Vol 34 No 2 (2026): JURNAL KAJIAN BISNIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/155tk456

Abstract

Small and medium-sized enterprises (SMEs), particularly those operating in cultural industries, often face significant challenges due to market uncertainty, technological change, and increasing competition. These conditions highlight the importance of entrepreneurial resilience in ensuring business sustainability. This study aims to examine the factors that drive entrepreneurial resilience among batik SMEs by analyzing the roles of innovation, cultural identity, and market adaptability. The study employs a quantitative research approach using survey data collected from batik SME owners in Yogyakarta, Indonesia. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that innovation, cultural identity, and market adaptability all have positive and significant effects on entrepreneurial resilience, with market adaptability showing the strongest influence. These findings suggest that strategic capabilities embedded in SMEs serve as important intangible resources that strengthen business resilience. The study contributes to the entrepreneurship literature by extending the Resource-Based View in the context of cultural-based SMEs.
Pelatihan digital marketing dan pengelolaan keuangan UMKM Kelurahan Genjahan, Ponjong, Gunungkidul Caesar Rosyad Achmadi; Muhammad Harfiansyah Makarim; Agatha Saputri; R. Andro Zylio Nugraha; Arief Nurrahman
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3078

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Kelurahan Genjahan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, dalam hal pemasaran digital dan pengelolaan keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan dimulai dari observasi lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan mitra, dilanjutkan dengan pelatihan yang mencakup strategi digital marketing berbasis media sosial serta pencatatan keuangan manual dan digital menggunakan Microsoft Excel. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam kedua aspek tersebut, dengan mayoritas menyatakan sangat setuju bahwa pelatihan bermanfaat dan mudah dipahami. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi digital dan finansial UMKM di wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing UMKM lokal.
Pengembangan Aplikasi Games sebagai Media Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa Arief Nurrahman; Meita Dwi Cahyani; Agatha Saputri; R. Andro Zylio Nugraha; Caesar Rosyad Achmadi; Muhammad Harfiansyah Makarim
Upgrade : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 2 No 1 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/upgrade.v2i1.3815

Abstract

Kemampuan kognitif mahasiswa terhadap materi perkuliahan harus disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang ditetapkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan media evaluasi untuk mengukur ketercapaian belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini mengembangkan aplikasi games Kahoot sebagai media evaluasi belajar mahasiswa dengan melihat kelayakan, kepraktisan, dan kevalidan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Materi dan instrumen tes serta aplikasi games Kahoot diuji oleh 4 ahli menggunakan Aiken V dan 93 sampel mahasiswa. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa materi dan instrumen memperoleh nilai 0,81-0,94 (valid). Validasi ahli terhadap aplikasi games Kahoot memperoleh nilai 0,88-1,00 (valid). Pengujian aplikasi menunjukkan rata-rata nilai mahasiswa 81,53 (baik). Respon mahasiswa terhadap kepraktisan aplikasi games Kahoot memperoleh skor 89,5% (sangat baik). Uji kelayakan menunjukkan aplikasi sangat layak digunakan sebagai media evaluasi belajar dengan persentase 93%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi games Kahoot sangat layak dan efektif dijadikan media evaluasi hasil belajar. Implikasi penelitian ini menunjukkan aplikasi games Kahoot dapat diadopsi sebagai media evaluasi yang valid, praktis, dan layak untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.