Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ACTIVITY OF WATER AND ETHANOL Syzygium myrtifolium Walp. AS ANTIBACTERIAL Aggregatibacter actinomycetemcomitans Deviana Adinda Nurfatimah; Risyandi Anwar; Puspito Ratih Hardhani
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 19 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v19i1.1

Abstract

Background: One of the pathological conditions in the mouth that affects periodontal tissue is periodontitis. Aggregatibacter actinomycetemcomitans is a potential trigger of periodontal disease if allowed to settle, multiply, and express virulence factors. The pharmacological activity of Syzygium myrtifolium based on solvent extract has several functions, one of which is antibacterial. Solvents function to attract compounds or active ingredients in natural materials, and solvents are distinguished based on their polarity. Water is very polar, so it will attract compounds or active ingredients that are very polar, while ethanol is polar, so it will attract active substances/compounds that are polar. So that later it can be known how both perform. Objective: This study aims to determine the activity of water and ethanol extracts of Syzygium myrtifolium Walp. 10%, 20%, 40%, and 80% in inhibiting the growth of Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria. Materials and Methods: This study is a laboratory experiment. Ethanol extract of Syzygium myrtifolium Walp. was partitioned to obtain a water extract of Syzygium myrtifolium Walp. A  disc diffusion method on Mueller Hinton Agar (MHA) media was the antibacterial test method used in this study (n=4). Metronidazole 50 µg was used as a positive control and DMSO 2% as a negative control. Results: The average inhibition zone of ethanol extract was 9.11 mm, 11.475 mm, 13.625 mm, and 15.2875 mm, respectively, while the water extract was 10.3125 mm, 13.25 mm, 14.725 mm, and 16.725 mm, respectively. Positive control 22.975 mm and negative control 0 mm. Conclusion: Water and ethanol extracts of Syzygium myrtifolium Walp. have antibacterial activity against Aggregatibacter actinomycetemcomitans.
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAN N-HEKSAN KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Streptococcus mutans Sulistyorini, Ratna; Tripermata, Anita Novia; Anwar, Risyandi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i1.2760

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan permasalahan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut yang sering kali dihadapi masyarakat Indonesia. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans Pada tanaman matoa ditemukan senyawa tanin, flavonoid, tapenoid, saponin, alkaloid dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak metanol dan n-heksan kulit buah Pometia pinnata sebagai antibakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Metode: Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak metanol kulit buah matoa dibuat dengan metode maserasi kemudian dilakukan partisi untuk mendapat ekstrak n-heksan kulit buah matoa. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Brain Heart Infusion Agar (BHIA) dengan 4 kali pengulangan sampel. Pepsodent herbal mouthwash digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 2% digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat ekstrak metanol masing-masing 1,625 mm, 0,8625 mm, 0 mm, dan 0 mm, kontrol positif 3,375 mm dan kontrol negatif 0 mm, sedangkan ekstrak n-heksan pada semua konsentrasi memiliki rerata zona hambat 0 mm. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit buah Pometia pinnata konsentrasi 100% dan 75% berpotensi sebagai antibakteri Streptococcus mutans dengan rerata zona hambat masing-masing 1,625 mm dan 0,8625 mm dengan kategori lemah, sedangkan ekstrak n-heksan kulit buah Pometia pinnata tidak berpotensi antibakteri Streptococcus mutans.
Efektivitas Ekstrak Daun Pucuk Merah pada Penyembuhan Luka Pasca Pencabutan Gigi Tikus Nikmaturrizqi, Nada; Anwar, Risyandi; Amiza Zam, Syarifah Nova
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i1.2804

Abstract

Background: Tooth extraction is a procedure that involves removing the tooth from the tooth socket. The wound healing process after tooth extraction ranges from 3 to 14 days. Wound healing can be treated with povidone iodine, but excessive use has side effects. Another alternative is red shoot leaves Methods: Experimental research with posttest only control group design. The sample was 30 male wistar rats, divided into 5 groups, namely positive control given povidone iodine, negative control base, 2% of Syzygium myrtifolium walp leaves extract, 4% of Syzygium myrtifolium walp leaves extract, and 6% of Syzygium myrtifolium walp leaves extract.. Results: Obtained a p value of 0.048 (p <0.05), indicating that there is a significant difference in the amount of epithelial thickness of all groups and the administration of Syzygium myrtifolium walp extract gel with a concentration of 6% on day 14 is thicker. Conclusion: Giving Syzygium myrtifolium walp leaves extract effect on wound healing after tooth extraction in male wistar rats.
Aktivitas Repelensi Ekstrak Etil Asetat dan Metanol Rimpang Lengkuas Terhadap Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus Sarni; Anwar, Risyandi; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.233

Abstract

Latar Belakang: DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus dengue. Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan dan vaksinasi yang tepat bagi penderita DBD, sehingga upaya yang diandalkan adalah pengendalian vektor. Penggunaan repellent berbahan dasar kimia seperti malathion, diethyltoluamide (DEET), parathion, diclorovinil dimethyl phospat (DDP) dan lain-lain dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Sehingga diperlukan bahan aktif lain yang efektif, aman dan ramah lingkungan terutama dari bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian vektor nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya proteksi repellent ekstrak etil asetat dan metanol dalam memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus. Metode: Penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yaitu post-test dengan kelompok kontrol (The Postest-Only Control Group Design), repellent ekstrak etil asetat dan metanol rimpang lengkuas dibuat empat konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15% dan 25%. Subjek penelitian adalah 25 ekor nyamuk betina Ae. aegypti dan 25 ekor nyamuk betina Ae. albopictus yang dimasukkan ke dalam chamber uji selama 30 detik dengan 5 jam pengamatan. Hasil: repellent ekstrak etil asetat rimpang lengkuas memiliki daya proteksi lebih baik dari pada repellent ekstrak metanol rimpang lengkuas. Repellent esktrak etil asetat terhadap nyamuk Ae. albopictus pada konsentrasi 15% dapat memberikan perlindungan pada jam ke-5 sampai 95,45%. Kesimpulan: Repellent ekstrak etil asetat dan metanol rimpang lengkuas menujukkan perbedaan rata-rata daya proteksi terhadap nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus
Aktivitas Larvasida Ekstrak N-Heksan Rimpang Kencur Terhadap Larva Aedes aegypti Dewi, Anisa Candra; Anwar, Risyandi; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.239

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, baik Ae. aegypti maupun Ae. albopictus. Obat antivirus belum ada dan vaksin belum efektif maka penanggulangan DBD mengandalkan pemberantasan vektor. Masyarakat lebih memilih metoda kimia yang berakibat terjadinya resistensi dalam jangka panjang. Masyarakat daerah endemis lebih memilih metode kimia termasuk larvasida temepos sehingga dalam jangka panjang timbul resistensi, dan perlu bahan aktif pengganti yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak n-Heksan rimpang kencur (kaemferia galanga Linn.) terhadap kematian larva Ae. aegypti dan menentukan konsentrasi ekstrak yang efektif. Metode: Ekperiment ini menguji coba 5 tingkatan pada konsentrasi 30, 40, 50, 60, dan 70 ppm ekstrak N-heksan kencur terhadap larva Ae. aegypti instar III yang susceptible temepos. Setiap konsentrasi direplikasi 5 kali dan tiap replikat dipaparkan terhadap 20 ekor larva selama 24 jam. Mortalitas larva ditentukan setelah 24 jam paparan dan sekaligus penghitungan konsentrasi efektif (LC50 dan LC90) dengan analisis probit. Hasil: Mortalitas terendah dan tertinggi masing-masing pada konsentrasi 30 dan 70 ppm, di mana kematian larva seiring peningkatan konsentrasi. LC50 dan LC90 pada pengaamatan 24 jam adalah 55.444 dan 62.099 ppm. Kesimpulan: Ekstrak N-heksan rimpang kencur memiliki aktivitas larvasida yang tinggi dimana konsentrasi 70 ppm setara dengan temephos 0,02ppm.
Aktivitas Larvasida N-Heksan Rimpang Kencur Terhadap Larva Aedes albopictus: Studi Pendahuluan Mastura, Nurul Izzah; Anwar, Risyandi; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.247

Abstract

Latar belakang: Aedes albopictus merupakan vektor primer Chikungunya dan sekunder untuk Dengue dan Zika. Cara pengendalian spesies ini masih mengandalkan metode kimia seperti fogging dan larvasida. Kondisi ini telah berlangsung lama, sehingga muncul status resisten pada populasi Aedes dan menghambat upaya pengendalian penyakit-penyakit tersebut sehingga perlu dicari bahan aktif larvasida yang aman, mudah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida ekstrak n – heksan kencur terhadap larva Aedes albopictus. Metode: Penelitian eksperimen ini menerapkan Posttest Only Control Group Design dengan 5 konsentrasi ekstrak n-heksan kencur yaitu 10, 25, 50, 75, dan 100 ppm. Sebanyak 500 larva instar III Aedes albopictus instar menjadi subjek penelitian yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakukan dan masing-masing direplikasi 5 kali sehingga setiap perlakuan berisi 20 larva. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan probit. Hasil: Kematian larva Ae. albopictus berkisar antara 3-100 % dengan konsentrasi efektif larvasida ekstrak n–heksan kencur (LC50 dan LC90) masing-masing 32,051 (29,741–34,419), dan 46,145 (42,395–51,531) ppm. Kesimpulan: Ekstrak n–heksan kencur dapat menjadi kandidat bahan aktif larvasida terhadap larva Aedes albopictus dengan tingkat efektivitas yang tinggi (LC50< 50 ppm).
KAJIAN LITERATUR: STRATEGI OPTIMALISASI CRM DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING RUMAH SAKIT DI ERA DIGITAL Anwar, Risyandi; Anisdyasarathi, Fitri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42456

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor kesehatan, membuka peluang bagi rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan hubungan dengan pasien. Customer Relationship Management (CRM) telah diakui sebagai strategi penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan data pasien yang efisien dan personalisasi layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat, tantangan, dan strategi optimalisasi CRM di rumah sakit dalam konteks transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan menganalisis artikel akademik dan penelitian empiris yang diterbitkan antara tahun 2018–2024. Proses analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola, manfaat, tantangan, dan rekomendasi implementasi CRM. CRM terbukti meningkatkan loyalitas dan kepuasan pasien melalui integrasi teknologi seperti Big Data Analytics, Artificial Intelligence (AI), dan sistem berbasis cloud. Namun, implementasi CRM menghadapi kendala seperti biaya investasi tinggi, resistensi organisasi, dan isu privasi data. Dengan strategi yang tepat, CRM dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan daya saing rumah sakit, terutama melalui dukungan manajemen yang kuat, pelatihan staf, dan adopsi teknologi modern.
Effectiveness of Java Chili Extract (Piper retrofractum Vahl.) to Leukocyte Reduction on Wistar Rats with Traumatic Ulcers Rizky Nurhidayah; Risyandi Anwar; Lisa Oktaviana Mayasari
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 13 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Oral traumatic ulcer is an ulcerative lesion of the oral mucosa caused by trauma. The prevalence of traumatic ulcers is quite high between the other oral lesions. Handling traumatic ulcer use corticosteroids that have the effect of increase the growth of Candida sp. in the oral cavity (candidiasis). Objective: To determine the effect of Java chili extract (Piper retrofractum Vahl.) on leukocyte reduction in Wistar rats with traumatic ulcer. Methods: This is experimental laboratory study with pre and post test with a control group design. The research sample using 20 male Wistar rats, weight ±150 grams, 2-3 months old, divided into 4 treatment groups, (K1) group with untreated ulcers, (K2) rats with ulcers treated with iodine, (K3) rats with ulcers treated with java chili extract 50%, (K4) rats with ulcers treated with java chili extract 100%.The research was analyzed by different test with dependent sample t test. Results: The results showed a value of p <0.05 for all comparisons between the two groups showed that there were differences between the two groups compared have a significant difference in the number of leukocytes so it was known that Java chili extract decreased the number of leukocytes in Wistar rats with traumatic ulcers. Conclusion: Java chili extract (Piper retrofractum Vahl.) was effective in decreased the number of leukocytes in Wistar rats with traumatic ulcers.
Kaempferol and Quercetin Isolated from The Leaves of Atingia Excelsa to Arrest Cell Cycle in G0/G1 Phase Human Tongue Cancer SP-C1 Cell Lines Risyandi Anwar; Arlette Setiawan; Supriatno; Unang Supratman
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 14 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v14i1.4

Abstract

The leaves of Altingia excelsa were found to strongly inhibit SP-C1 human tongue cancer cell lines. This study was focused on identifying the antiproliferative compound found in A. excelsa leaves and assessing its mechanism of action. The active compound was isolated using column chromatography and identified by the spectroscopic method and was also tested for its anti-proliferative properties and the cell cycle analysis in SP-C1 cells by flowcytometry analysis. This work resulted in the isolation of a flavonoid, which was identified to be kaempferol and quercetin. The compounds inhibited SP-C1 cell proliferation in a time- and dose-dependent manner with IC50 values of 0.72 µg/mL and 0. 70 µg/mL for the 24 hours treatments, respectively. Furthermore, the flowcytometry analysis suggested that the compounds exerted its anticancer activities by inhibiting cell cycle. These results suggested that compounds found in A. excelsa providies a basis for its potential use in cancer disease management.
Anti-Inflammatory Effects of Pineapple Core Extract on Macrophages in Gingivitis-Induced Wistar Rats Niswatun Chasanah; Sawitri Dwi Indah Pertami; Dzanuar Rahmawan; Risyandi Anwar; Gabrilia Dwi Agustina
Indonesian Journal of Dentistry Vol 6, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/ijd.v6i1.19643

Abstract

Background: Gingivitis is the earliest stage of periodontal disease, characterized by gingival inflammation, edema, and bleeding. This condition involves infiltration of inflammatory cells, including macrophages, which play a regulatory role through pathogen phagocytosis and pro- inflammatory cytokine secretion. Pineapple core (Ananas comosus L. Merr) contains several bioactive constituents—such as bromelain, flavonoids, and tannins—that have been reported in the literature to exhibit anti-inflammatory and antioxidant properties. Bromelain, a proteolytic enzyme abundantly present in pineapple core according to previous studies, is known to modulate inflammatory pathways through cytokine suppression.Objective: This study aimed to evaluate the effect of pineapple core extract on macrophage cell counts in gingivitis-induced Wistar rats.Method: A post-test only design was used with 30 male rats allocated into three groups: control (CMC-Na), 12.5% extract, and 25% extract. Gingivitis was induced, followed by three days of treatment. Gingival tissues were processed histologically, and macrophage-like cells were quantified under light microscopy.Outcome: The mean macrophage counts were 27.38 (control), 13.60 (12.5%), and 7.66 (25%), with significant differences among groups (p < 0.05).Conclusion: These findings indicate that pineapple core extract can reduce macrophage infiltration in gingival tissues, and the higher concentration demonstrates a stronger anti-inflammatory effect.
Co-Authors Ace Tatang Hidayat Al Arofatus Naini Al Arofatus Naini Amelia Sabila Anisdyasarathi, Fitri Anjari, Intan Hawina Aprillia, Zita Arlette Setiawan Arlette Setiawan Arlette Setiawan Arlette Setiawan Arlette Suzy Puspa Pertiwi Darwati Darwati Delia Ilfani Desi Harneti Desi Harneti Putri Huspa Deviana Adinda Nurfatimah Dewi, Anisa Candra Dzanuar Rahmawan Erina Hilmayanti Etny Dyah Harniati Failasufa, Hayyu Faizah Maira Farabi, Kindi Faridia Puspita Lestari Gabrilia Dwi Agustina Gelar Subhakti Ramdhani Hadi Kuncoro I Kadek Sudartayasa Ika Rachmawati Intan Hawina Anjari Khalijah Awang Kindi Farabi Kindi Farabi Lilis Siti Aisyah Lisa Oktaviana Mayasari Mastura, Nurul Izzah Maya Dian Rakhmawatie Mayasari, Lisa Oktaviana Megawati Prajarini Mohamad Nurul Azmi Muhamad Nurul Azmi Muhammad Destyatosa Irfani Naini, Al Arofatus Nikmaturrizqi, Nada Nisma Dinastiti Nisma Dinastiti Niswatun Chasanah Nurhidayah, Rizky Nurlelasari Nurlelasari Pebrian Diki Prestya Puspito Ratih Hardhani Putri Dhianita Pratiwi Putri, Ghesta Alifka Rani Maharani Rani Maharani Ratna Sulistyorini, Ratna Rizky Nurhidayah Samuel San Parulian Sarni Sawitri Dwi Indah Pertami Sayono Sholekhah, Nur Khamilatusy Sinaga, Siska Elisahbet Sofa Fajriah Steffi Triany Arnov Suaeni Kurnia Wirda Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Supriatno Sutiyono, Triagus Nursasongko Syarifah Nova Amiza Zam Tri Mayanti Tri Mayanti Tripermata, Anita Novia Tyas Nurfadlilah Amaliah Ulfa Nurullita Unang Supratman Vidia Afina Nuraini Yenny Febriani Yun Yoshihito Shiono