Abstract: A2 Collection is a home-based industry engaged in the production of bags made from woven rattan combined with leather or synthetic materials in Palangka Raya City. In its operational activities, the company still encounters challenges in controlling rattan raw material inventory due to an inefficient ordering system, which leads to excess inventory and increased storage costs. This study aims to determine the optimal order quantity of rattan raw materials, identify the appropriate reorder point, and calculate the total inventory costs incurred by the company. The Economic Order Quantity (EOQ) method is employed in this research, including the analysis of optimal order quantity, safety stock, reorder point, and total inventory costs. The results indicate that the optimal order quantity of rattan raw materials is 1,363 sheets with an ordering frequency of five times per year. Reordering is carried out when inventory reaches 21 sheets with a safety stock of 4 sheets, while the total inventory cost amounts to Rp1,363,249 per year. The findings demonstrate that the implementation of the EOQ method effectively reduces inventory costs and improves the efficiency of raw material inventory management at A2 Collection. Keyword: Inventory, Raw Materials, Economic Order Quantity (EOQ). Abstrak: A2 Collection merupakan usaha industri rumahan yang memproduksi tas berbahan anyaman rotan yang dikombinasikan dengan kulit maupun material sintetis di Kota Palangka Raya. Dalam pelaksanaan operasionalnya, usaha ini masih mengalami kendala dalam pengendalian persediaan bahan baku rotan karena sistem pemesanan yang belum efektif. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kelebihan persediaan yang berdampak pada meningkatnya biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku rotan yang paling efisien, menetapkan waktu pemesanan kembali, serta menghitung total biaya persediaan yang harus dikeluarkan perusahaan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) digunakan sebagai pendekatan analisis, yang mencakup perhitungan jumlah pemesanan optimal, persediaan pengaman (safety stock), titik pemesanan kembali (reorder point), dan total biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan bahan baku rotan yang paling optimal adalah 1.363 lembar dengan frekuensi pemesanan sebanyak lima kali dalam satu tahun. Pemesanan kembali dilakukan ketika persediaan mencapai 21 lembar dengan safety stock sebesar 4 lembar, sementara total biaya persediaan tercatat sebesar Rp1.363.249 per tahun. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan metode EOQ mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan serta menurunkan biaya yang dikeluarkan oleh A2 Collection. Kata kunci: Persediaan, Bahan Baku, Economic Order Quantity (EOQ).