Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Kesejahteraan Pendidikan, Kesehatan Dan Kreativitas Masyarakat Di Desa Namo Tualang Melalui Kuliah Kerja Nyata(Kkn) Nafisah, Zawahir; Pulungan, Ainil Fithri; Hasibuan, Yanuar Rizki; Panjaitan, Mawaddah Mairina; Amelia, Amelia; Amelia, Listri; Wahyuni, Sri
Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/se.v2i4.9842

Abstract

Kuliah Kerja Nyata sudah dilaksanakan di Desa Namo Tualang, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara pada tanggal 15 Juli sampai dengan 3 Agustus 2024. Tujuan utama dilakukannya KKN di desa ini dikarenakan potensi desa tersebut yang melimpah guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) berperan dalam mengembangkan dan mengembangkan potensi desa melalui pelaksanaan KKN. Hasil dari program KKN secara keseluruhan termasuk peningkatan keterampilan masyarakat. dalam mengolah SDA yang tidak terpakai menjadi produk yang sangat bermanfaat bagi warga desa, membuat metode pembelajaran yang menarik di sekolah juga sosialisasi kesehatan.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN SISWA TERHADAP PENYELESAIAN MASALAH INTEGRAL Sari, Suci Indah; Nafisah, Zawahir; Sihotang, Rohani D.; Pohan, Ainna Anggriani; Sari, Dwi Novita
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v5i3.813

Abstract

The ability to think creatively is important for students to have in the mathematics learning process. However, the fact is that students still have difficulty creating novelty when given a problem. This research analyzes students' creative thinking abilities regarding high, medium, and low learning independence in mathematics. This research is a quasi-experimental research with a pretest-pottest design. The subjects of this research were 20 grade 12 students at an Ira College Foundation High School in Medan. The research instruments used were mathematical thinking tests, scales, and attitudes about high, medium, and low learning independence. Data was collected using questionnaires, tests, and interviews. This research shows that subjects with high learning independence can fulfill the creative thinking indicators of fluency, micro, and novelty aspects so they are classified as very creative. Subjects with learning independence are meeting the creative thinking indicators, aspects of fluency, and desire to be creative. Meanwhile, subjects with low learning independence only meet the creative thinking indicators for the fluency aspect and are therefore classified as less creative. These findings complement research related to the importance of independent learning in explaining variations in students' creative thinking abilities
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Terhadap Penyelesaian Soal Statistika Di SMP Swasta Delitua School Nafisah, Zawahir; Ramadhani, Ramadhani
Journal Mathematics Education Sigma [JMES] Vol 6, No 2 (2025): JOURNAL MATHEMATICS EDUCATION SIGMA
Publisher : Journal Mathematics Education Sigma [JMES]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmes.v6i2.26129

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dalam matematika adalah salah satu keterampilan berpikir kritis yang perlu dikembangkan siswa. Kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah adalah hhasil dari data yang diambil, jadi diperlukan analisis masalah mengenai seberapa besar kemampuan berpikir kritis siswa terhadap materi statistika  terutama dalam menyelesaikan permasalahan. Tujuannya untuk mendeskripsikan kemampuan berfikir kritis siswa pada soal statistika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam berfikir kritis pada materi statistika. Instrumen tes dan pedoman wawancara adalah beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.. Dilihat dari kemampuan siswa, nilai rata-rata siswa berkualifikasi tinggi adalah 87,78. Nilai rata-rata siswa adalah 73,64. Selain itu, rata-rata siswa berprestasi rendah adalah 57,78. Respon siswa terhadap tes kemampuan berpikir kritis terhadap statistika dikatakan efektif karena seluruh pernyataan mendapat ≥90% tanggapan positif dari siswa. Salah satu responden memberikan penilaian yang sangat memuaskan di setiap opsi pertanyaan matematika. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari 20 responden mendapatkan hasil yang baik mengingat banyaknya responden yang memilih opsi Setuju dan Sangat Setuju terhadap pernyataan – pernyataan yang diajukan.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN PEMODELAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA Husna, Laila Diyatul; Widiyanti, Sri Indah; Fadilah, Annisaul; Nafisah, Zawahir; Desniarti, Desniarti
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v8i1.335

Abstract

Kemampuan seorang guru dalam mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan Kehidupan sehari-hari  di kelas sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterampilan pemodelan matematis siswa ketika mengerjakan tugas matematika terkait situasi.Pembelajaran ini dianggap penting.Sebab, syarat belajarnya mengharuskan Anda memiliki kemampuan berhitung yang baik, serta mampu menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.Oleh karena itu, keterampilan pemodelan matematika penting bagi siswa sebagai jembatan antara masalah matematika dengan dunia nyata.. menjadi Peneliti mendapat alat berupa soal matematis kontekstual, setelah itu peneliti menganalisis hasil penelitian dan melakukan wawancara terkini mengenai hasil kerja alat tersebut.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan pemodelan matematis siswa berbeda-beda, terlepas dari apakah mereka mempunyai kemampuan matematika tinggi, sedang, atau rendah.Masih terdapat siswa yang tidak membangun model matematika karena kurang memahami permasalahan.Bahkan ketika siswa memodelkan gambar membuat banyak variasi, namun sebagian besar siswa masih mempunyai ketelitian yang rendah dalam memodelkan gambar sesuai tugas yang diberikan.Sebagian besar siswa masih kurang pengetahuannya tentang pemodelan matematika.