Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Nickel-Chrome Plating Terhadap Kekerasan Mikro, Kekasaran Permukaan Dan Keausan Pada Hasil Produk Pengecoran Aluminium Bekas (Scrap) Rohi, Jemssy Ronald; Bistolen, Boy; Lopo, Elkana B; Pinto, Gaspar M P; Hanmina, Marsianus M F
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v19i02.695

Abstract

In the aluminum casting process, the resulting cast product still has defects that affect the quality of mechanical properties, so it is necessary to perform the final processing by electrolysis with nickel-chromium. The aim of this research is to determine the effect of nickel-chromium coating on the results of used aluminum casting products with electrical voltages of 5, 7.5, 9 volts and times of 5, 10, 15 seconds. From the test results, it is shown that at electrical voltage of 5 and 7.5 volts with time of 5, 10, 15 seconds and at electrical voltage of 9 volts with time of 5 seconds, the hardness value is still in the nickel hardness range, while at electrical voltage of 9 volts with time of 10 and 15 seconds, it is already in the chromium hardness range. When testing the surface roughness, a decrease of 39.36% was observed after 5 seconds, a decrease of 49.70% after 10 seconds and a decrease of 63.90% after 15 seconds. These results show that the roughness level of the nickel-chromium coating is already in the surface roughness range of the finishing or final machining. The highest wear value was at 5 seconds at a voltage of 5 volts, namely 9.86E-07 mm2/kg. The lowest wear value was at 15 seconds at a voltage of 9 volts, namely 2.213E-07 mm2/kg. Therefore, nickel-chromium coating is known to increase the wear resistance of the coated material.
Analisa Kuat Tekan Balok Komposit Serat Buah Lontar Hanmina, Marsianus; Pell, Yeremias; Bunganaen, Wenseslaus; Manesi, Damianus
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material baru pengganti kayu. Seiring perkembangan teknologi di bidang teknik, kita juga dapat memanfaatkan serat lontar sebagai bahan dasar pembuatan komposit khususnya pembuatan balok komposit. Karakterristik salah satu spesies tanaman lokal ini dapat diperoleh dari pemanfaatan tanaman lontar yang memiliki  kandungan  sarat yang tinggi, yang dapat   digunakan   dalam   pembuatan   komposit.   Proses   pembuatan   spesimen menggunakan  metode  press  hand  lay–up,  dengan  resin  unsaturated  polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN. Serat yang digunakan adalah serat buah lontar. Sedangkan perlakuan alkali (NaOH) pada serat adalah 5% selama 2 jam. Fraksi volum (Vf) sebesar 35 %.  Variasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu variasi arah serat yaitu serat acak dan serat sejajar. Spesimen uji kuat tekan dibuat   dengan   menggunakan   standar   ASTM   D   695-02a.   Hasil   penelitian menunjukan  bawah nilai kekutan tekan rata-rata tertinggi pada komosit dengan arah serat  acak yaitu 13240  MPa sedangkan  nilai kekuatan  tekan rata-rata terendah  ada pada komposit  dengan orientasi   serat tegak lurus yaitu  11900 MPa.  Nilai  tegangan  rata-rata  tertinggi  paka  komposit  dengan  orientasi  serat acak yaitu 82,088, sedangkan nilai tegangan rata-rata terendah pada  komposit dengan  orientasi  serat tegak  lurus  yaitu  73,780.  Nilai  regangan  terendah  pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 0,181, sedangkan  regangan terendah pada  komposit  dengan  orientasi  serat  tegak  lurus  pembebanan  yaitu  0,102. Sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 881,505 dan nilai modulus  elastisitas terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 488,211.
Analisa Kuat Tekan Balok Komposit Serat Buah Lontar Hanmina, Marsianus M F; Pell, Yeremias M; Bunganaen, Wenseslaus; Manesi, Damianus; Rohi, Jemssy R
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/pjp.v1i2.14587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan material baru pengganti kayu. Seiring perkembangan teknologi di bidang teknik, kita juga dapat memanfaatkan serat lontar sebagai bahan dasar pembuatan komposit khususnya pembuatan balok komposit. Karakterristik salah satu spesies tanaman lokal ini dapat diperoleh dari pemanfaatan tanaman lontar yang memiliki kandungan sarat yang tinggi, yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit. Proses pembuatan spesimen menggunakan metode press hand lay–up, dengan resin unsaturated polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN. Serat yang digunakan adalah serat buah lontar. Sedangkan perlakuan alkali (NaOH) pada serat adalah 5% selama 2 jam. Fraksi volum (Vf) sebesar 35 %. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu variasi arah serat yaitu serat acak dan serat sejajar. Spesimen uji kuat tekan dibuat dengan menggunakan standar ASTM D 695-02a. Hasil penelitian menunjukan bawah nilai kekutan tekan rata-rata tertinggi pada komosit dengan arah serat acak yaitu 13240 MPa sedangkan nilai kekuatan tekan rata-rata terendah ada pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 11900 MPa. Nilai tegangan rata-rata tertinggi paka komposit dengan orientasi serat acak yaitu 82,088, sedangkan nilai tegangan rata-rata terendah pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 73,780. Nilai regangan terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 0,181, sedangkan regangan terendah pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus pembebanan yaitu 0,102. Sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi pada komposit dengan orientasi serat tegak lurus yaitu 881,505 dan nilai modulus elastisitas terendah pada komposit dengan orientasi serat acak yaitu 488,211
Analisis Uji Tarik Pada Hasil Pengelasan Busur Listrik Menggunakan Elektrroda Berdiameter 2.6 mm Pada Plat St 40 Dengan Ketebalan 4 mm Tnunay, Imanuel Adam; Manesi, Damianus; Hanmina, Marsianus M F; Bistolen, Boy; Lopo, Elkanan Bilak
Propeller Jurnal Permesinan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pertahanan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/pjp.v1i2.14590

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan peralatan material benda logam yang digunakan dalm konstruksi bangunan maupun konstruksi peralatan mesin dimana pengunan elektroda las san berpengaruh pad material yg disambungkan. Dengan penerapan pada material Baja St 40 dan elektroda berdiameter Ø 2,6 mm maka dari hasil penelitian ini menunjukan analisa bahwa pnggunaan bahan pengelasan Elektroda Ø 26 mm memiliki kekuatan tarik yang lebih baik (96,7 kg/mm). Tegangan Nominal yang dihasilkan dari hail pengelasan menggunkan elektroda Ø 26 mm adalah sebesar 90,72 kg/mm², Regangan yang dihasilkan apabilai bandingkan dengan pengelasan dasar maka didapat hasil sebesar 0,75 kg/mm², Sedangkan reduksi yang dihasilkan sebesar 6,2 kg/mm². hal ini menunjukan bahwa pengunaan elektroda Ø 26 mm masih menjadi rekomendasi dalam penggunaannya
Peningkatan Literasi Keuangan Bagi UMKM Sosial Melalui Workshop Pencatatan Keuangan dan Perencanaan Anggaran Sederhana di Desa Pariti, Kabupaten Kupang Pah, Viany Cecilia; Awan Sutrisno; Maria Sisilia Lou Kelen; Wizaldy Fabiano Hilnicputro; Muhammad Kadri; Marsianus Mario Frederikus Hanmina; Katriela Mura; Antonius Leonardo Antjak
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 5 No. 1 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v5i1.12338

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan para pelaku UMKM sosial melalui pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan serta penyusunan anggaran sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada komunitas UMKM di Desa Pariti, Kabupaten Kupang, dengan metode pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya pencatatan keuangan dan kemampuan menyusun anggaran bulanan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong praktik pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan pada UMKM berbasis komunitas.
Colony Cage Systems with Tunnel Ventilation and Automatic Feeding: A Review of Innovations and Their Effects on Productivity and Health of Laying Hens Mangngi, Frans; Y.I. Sakan, Gerson; Hanmina, Marsianus Mario Fredirikus; Pono, Viky George Lettu Radja; Amnifu, Lodia Semaya; Nafi, Sulche Ifone
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49001

Abstract

The poultry industry has experienced significant transformation driven by innovations in housing systems aimed at improving productivity and animal welfare. This study focuses on the integration of colony cage systems with tunnel ventilation and automatic feeding technologies as a comprehensive approach to optimize laying hen performance. The objective is to review existing literature to assess the impacts of these innovations on productivity indicatorssuch as egg production rate, feed conversion ratio, and resource efficiencyand on health outcomes including stress markers, plumage condition, and mortality rates. A qualitative literature review method was applied, synthesizing data from peer-reviewed journals, conference proceedings, and credible academic sources published between 2020 and 2025. Content analysis was employed to categorize findings into themes of productivity, health, feed efficiency, and welfare. Results indicate that colony cage systems enriched with perches and nesting areas allow hens to perform natural behaviors while maintaining production efficiency. Tunnel ventilation contributes to environmental stability, reducing heat stress and supporting consistent feed intake, whereas automatic feeding systems minimize feed wastage, ensure precise ration delivery, and lower stress associated with competition. When integrated, these technologies synergistically improve egg production rates, enhance feed efficiency, reduce stress markers, and decrease mortality. Nevertheless, outcomes remain highly dependent on system design, strain adaptation, and management practices. Overall, integrated colony cage systems with tunnel ventilation and automated feeding offer a promising direction for sustainable and welfare-oriented poultry farming.
The Effect The Effect of Fiber Orientation on the Compressive Strength of Palm Fruit Fiber Composite Beams hanmina, Marsianus mario fredirikus; Pell, Yeremias M.
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 12 No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v12i02.21556

Abstract

The demand for wood for construction continues to increase, while the supply of quality wood is decreasing. Therefore, a new alternative is needed to replace wood, one of which is by utilizing palm fruit fiber as a basic material for making composite wood as a new material to replace wood. This study uses an experimental testing method where the composite beams that have been molded by hand lay-up press with polyester resin reinforced with palm fruit fiber that has been treated with 5% alkali for 2 hours, and a fiber volume fraction of 35%. The variations in fiber orientation tested include parallel and perpendicular fibers. The compressive strength test specimens were made according to the ASTM D695-02a standard and tested using a compressive strength testing machine. The test results showed that the composite beam with parallel fibers had the highest average compressive strength and tension, namely 13,851.72 MPa and 42.94 MPa, while the perpendicular fiber orientation produced the lowest value. The highest strain was obtained in the composite with parallel fiber orientation, namely 0.16. While the highest modulus of elasticity was obtained in the composite beam with perpendicular fiber orientation, namely 432.38.
Peningkatan Kompetensi Penulisan Artikel Ilmiah dan HAKI bagi Dosen Melalui Workshop pada Tim Riset Colony Cage Politeknik Negeri Kupang Marsianus M F Hanmina; Frans Mangngi; Lodia Semaya Amnifu; Viky G L Radja Pono; Sulche I Nafi; Gerson Y I Sakan; Boy Bistolen; Jemsy Ronal Rohi
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop penulisan artikel dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tim dosen yang tergabung dalam riset colony cage pada Politeknik Negeri Kupang. Workshop ini bertujuan untuk menghasilkan artikel ilmiah berkualitas dan juga memahami Hak Kekayaan Intelektualyang di hasilkan dari riset terapan, khususnya bagi tim yang mengembangkan teknologi dalam penelitian colony cage. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan pendampingan intensif dalam penyusunan artikel serta dokumen HAKI yang diikuti oleh sepuluh dosen anggota tim peneliti. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan bagi tim riset colony cage, di mana kemampuan dosen dalam menyusun artikel yang sistematis sesuai dengan standar jurnal nasional atau internasional meningkat drastis, yang di buktikan dengan tim periset berhasil menyusun dan menerbitkan tiga jurnal pada jurnal yang terindeks Sinta 4, dan satu dokumen HAKI dalam proses pemeriksaan substansial. Diharapkan workshop ini dapat meningkatkan kualitas dosen yang tergabung dalam tim riset colony cage dalam penulisan artikel dan HAKI, serta mendorong penerapan hasil penelitian secara optimal dan memperkuat produktivitas akademik dosen, reputasi institusi, dan mendorong budaya penelitian yang berkelanjutan di kalangan dosen.