Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dan Pengawasan Orang Tua Terhadap Perilaku Merokok Elektrik (Vape) Pada Remaja Kelas XII Di SMKN 1 Bojongpicung Tahun 2024 Rahmani Harry Putri; Weslei Daeli; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah periode perkembangan fisik, psikologis, dan intelektual antara anak-anak dan masa dewasa. Saat ini tidak hanya orang dewasa saja yang merokok, namun banyak generasi muda bahkan anak-anak yang kecanduan merokok dan mulai menggunakan rokok elektronik (Vape) tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Perilaku pengunaan rokok elektrik di kalangan generasi muda perlu mendapatkan pertimbangan matang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan dengan interaksi sosial teman sebaya dan pengawasan orang tua terhadap perilaku merokok elektrik (vape) pada Remaja Kelas XII Di SMKN 1 Bojongpicung. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 174 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner hubungan interaksi sosial teman sebaya dan pengawasan orangtua terhadap perilaku merokok elektrik (Vape). Analisa data menggunakan statistic Chi-Square dan didapatkan hasil hasil pada variabel interaksi sosial teman sebaya  dengan nilai P-value sebesar 0,000, sedangkan variabel pengawasan orangtua dengan nilai P-value sebesar 0,018  yang artinya nilai < 0,05. Kesimpulan :  Ada hubungan interaksi sosial teman sebaya dan pengawasan orangtua terhadap perilaku merokok elektrik (vape) pada remaja kelas XII di SMKN 1 Boongpicung
Hubungan Respon Time Perawat Dan Penerapan Sistem Rujukan Pasien Darurat (SPGDT) Dengan Kepuasan Pasien IGD RSUD Kembangan Tahun 2024 Ria Syntia Paramita; Weslei Daeli; Siti Kamillah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan pasien gawat darurat memegang peranan yang sangat penting. Sebagai pintu terdepan rumah sakit, Salah satu tujuan dalam pelayanan di rumah sakit adalah kepuasan pelanggan baik itu pasien maupun keluarga. Pasien merasa puas dengan layanan IGD apabila harapan pasien terpenuhi, seperti pelayanan yang cepat, tanggap, sopan, ramah, pelayanan yang optimal dan interaksi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan respon time perawat dan penerapan sistem rujukan pasien darurat dengan kepuasan pasien IGD RSUD Kembangan. Metode Penelitian ini adalah deskriptif corelational yaitu penelitian yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental Sampling. Hasil penelitian ini, responden yang meyatakan respontime cepat berjumlah 72 responden atau sebesar 73,5% sedangkan yang menyatakan lambat berjumlah 26 responden atau sebesar 26,5%. Jumlah responden yang menyatakan penerapan sistem rujukan sesuai berjumlah 61 responden atau sebesar 62,2% sedangkan yang menyataakan tidak sesuai berjumlah 37 responden atau sebesar 37,85. Terdapat hubungan respontime dengan kepuasan pasien nilai P Value sebsar 0,000 < α = 0,05. Terdapat hubungan penerapan sistem rujukan dengan kepuasan pasien nilai P Value sebsar 0,000 < α = 0,05. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Rumah Sakit dapat menyusun program-program pelayanan dalam meningkatkan kepuasan pasien di Rumah sakit.
Hubungan Penerapan Dokumentasi Keperawatan Elektronik terhadap Peningkatan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Sulis Setyowati; Weslei Daeli; Bambang Suryadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen dokumentasi asuhan keperawatan menjadi salah satu aspek kritis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, penggunaan sistem manajemen dokumentasi asuhan keperawatan elektronik telah menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan penerapan dokumentasi keperawatan elektronik terhadap peningkatan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD cengkareng tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif yang bersifat analitik. Desain penelitian yang digunakan merupakan studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap rsud cengkareng 290 perawat. Sampel dalam penelitian ini berdasarkan perhitungan rumus slovin. Jadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 responden. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar ceklis dan kuesioner. Analisa mengunakan univariat dan bivariat menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Dari hasil uji chi square didapatkan nilai p value = 0,000 berarti p value < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penerapan dokumentasi keperawatan elektronik terhadap peningkatan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap rsud cengkareng tahun 2024.
Analisis Faktor-Faktor Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit X Jakarta Tahun 2024 Dewi Butarbutar; Eka Rokhmiati Wahyu Purnamasari; Weslei Daeli
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres akibat hospitalisasi akan menimbulkan perasaan tidak nyaman pada anak. Tidak hanya anak, stress selama dalam perawatan orang tua menjadi stres pula, dan stres orang tua akan membuat tingkat stres anak semakin meningkat.Tujuan untuk Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pada anak usia sekolah (6-12 tahun) di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit X Jakarta. Metode penelitian Kuantitatif dengan cross sectiona menggunakan uji chi square. Teknik Accidental Sampling yang mana pada saat peneliti melakukan penelitian terdapat 35 responden. Hasil yang didapat. Usia anak 6-9 tahun sebanyak 21 orang (60%), dan usia anak 10-12 tahun sebanyak 14 orang (40%). Jenis kelamin anak laki- laki sebanyak 17 orang (48,6%), dan jenis kelamin anak perempuan sebanyak 18 orang (51,4%). Hasil uji statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan anak dengan jenis kelamin dan jumlah saudara kandung (p-value > 0,005). Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan anak dengan pengalaman dirawat dan koping keluarga (p-value < 0,005). Kesimpulannya adalah Faktor yang memengaruhi kecemasan pada anak usia sekolah (6-12 tahun) di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit X Jakarta yaitu pengalaman dan koping keluarga
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Sistem Triage dengan Tingkat Kepuasan Terhadap Pelayanan di Igd Rsud Cipayung Walid Miftahul Huda; Bambang Suryadi; Weslei Daeli
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien tentang sistem triase dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cipayung, mengingat masih adanya kesalahpahaman pasien terhadap mekanisme prioritas pelayanan yang berpotensi menurunkan kepuasan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional korelasional ini melibatkan 160 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang definisi, tujuan, prinsip, kategori warna, dan proses triase, serta kuesioner kepuasan berbasis dimensi SERVQUAL. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup hingga baik dan tingkat kepuasan dalam kategori puas, serta terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien tentang sistem triase dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan di IGD (p < 0,05). Pasien dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung menunjukkan kepuasan yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi pasien mengenai sistem triase merupakan strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat komunikasi terapeutik, dan mendukung pengembangan praktik keperawatan gawat darurat yang berorientasi pada patient-centered care.
Peran Komunikasi dan Sikap Caring Perawat pada Tingkat Kepuasan Pasien dalam Penanganan Kegawatdaruratan Marjidin, Agus; Weslei Daeli; Bambang Suryadi; Bram Burmanajaya
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v6i2.2317

Abstract

The high volume of patient visits to the ER, both by emergency and non-emergency patients, is the main cause of crowding in the ER which can cause patient dissatisfaction. So that communication and caring attitudes of nurses are needed to overcome this condition. Patient satisfaction is the main indicator of the standard of a health facility, while communication and caring attitudes of health workers will also have an impact on patient satisfaction. The purpose of this study was to determine whether or not there is a relationship between communication and caring attitudes of nurses with the level of patient satisfaction in emergency handling in the ER of Bogor City Hospital. The descriptive analytical research method with a cross-sectional approach, the sample in this study amounted to 67 patients in the yellow zone in the ER of Bogor City Hospital. The results of the study showed good communication as many as 62 respondents (92.5%). The caring attitude of nurses who carried out caring was 54 respondents (80.6%) and patients who were satisfied were 63 respondents (94%). By using the Chi-Square analysis test, the P value = 0.025 on communication with the level of patient satisfaction, the P value = 0.021 of the nurse's caring attitude with the level of patient satisfaction. The conclusion of this study is that there is a relationship between communication and caring attitudes of nurses with the level of patient satisfaction. The better the communication and caring attitudes of nurses, the better the impact on patient satisfaction in emergency services.