Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Serum Wajah Antioksidan dari Minyak Biji Sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) Tanjung, Yenni Puspita; Akmal, Tubagus; Kawu, Irene T.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i0.58822

Abstract

Minyak biji sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) merupakan salah satu sumber antioksidan alami, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai anti-penuaan dini pada formulasi kosmetik, salah satunya serum wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak biji sacha inchi dalam bentuk sediaan serum wajah dan untuk mengetahui aktivitas antioksidannya. Serum wajah dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi minyak biji sacha inchi F1 (3%), F2 (4%), dan F3 (5%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji aktivitas antioksidan. Analisis data statistik dilakukan dengan menggunakan Shapiro Wilk, One Way ANOVA, dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antioksidan minyak biji sacha inchi dan serum wajah minyak biji sacha inchi termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC50 <50 ppm. Hasil analisis data statistik pada sediaan serum wajah minyak biji sacha inchi menunjukkan bahwa variasi konsentrasi minyak biji sacha inchi berpengaruh signifikan (p<0.05) pada uji viskositas tetapi tidak berpengaruh signifikan (p>0.05) pada uji pH, uji daya lekat, maupun uji daya sebar.
Optimasi Formula Sediaan Losion Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Antioksidan dengan Box-Behnken Design Shofiani, Della; Tanjung, Yenni Puspita; Akmal, Tubagus
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v%vi%i.368

Abstract

Ekstrak bunga rosella memiliki senyawa flavonoid dan fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat digunakan untuk menghambat radikal bebas sehingga efektif mencegah kerusakan pada kulit. Kandungan antioksidan dalam bunga rosella dapat dimanfaatkan dalam suatu sediaan kosmetik seperti sediaan losion. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula optimum sediaan losion dengan variasi konsentrasi emulgator Olivem®900, Cetearyl alcohol, dan TEGO®Care 165. Optimasi formula optimum basis dilakukan dengan Box-Behnken Design sebagai desain eksperimen menggunakan perangkat lunak Design-Expert 13.05.0 dengan respon uji yaitu pH, viskositas, dan daya sebar. Pengujian stabilitas sediaan dilakukan selama 28 hari pada suhu ruang dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Graphpad Prism versi 10.4.0. Proses optimasi basis dilakukan dengan 15 rekomendasi formula dan hasil formula optimum basis yang diperoleh dengan presentase komponen Olivem®900 1,6%, Cetearyl alcohol 4,2%, dan TEGO®Care 165 9% dengan nilai desirabilitas sebesar 1. Formula optimum yang diperoleh digunakan sebagai basis untuk sediaan losion ekstrak bunga rosella. Hasil analisis uji stabilitas menunjukkan nilai signifikan dengan nilai p<0,05 pada uji pH dan nilai tidak signifikan dengan nilai p>0,05 pada uji viskositas dan daya sebar. Pada respon uji menunjukkan kenaikan dan penurunan selama uji stabilitas, namun hasil yang ditunjukkan masih memenuhi persyaratan sediaan losion yang baik.  
Optimasi Formula Sediaan Losion Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan Box-Behnken Design Shofiani, Della; Puspita Tanjung, Yenni; Akmal, Tubagus
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional & Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.373013/2n52eb47

Abstract

The extract of roselle flowers contains flavonoid and phenolic components, which function as antioxidants that inhibit free radicals, proving beneficial in avoiding skin degeneration. The antioxidant properties of roselle flowers can be included into cosmetic compositions, including lotions. This study aims to create an optimal lotion formulation by adjusting the quantities of the emulsifiers Olivem®900, Cetearyl alcohol, and TEGO®Care 165. The base formula was optimized using the Box-Behnken Design as an experimental framework, facilitated by Design-Expert version 13.05.0 software. The evaluated response factors comprised pH, viscosity, and spreadability. The formulation was maintained at ambient temperature for 28 days and subsequently evaluated using GraphPad Prism version 10.4.0 software. The base optimization method utilized 15 recommended formulations, determining that the optimal base formula comprises 1.6% Olivem®900, 4.2% Cetearyl alcohol, and 9% TEGO®Care 165, achieving a desirability value of 1. The optimal formula layer derived was the foundation of the lotion including roselle flower extract. The results of the stability test analyzed statistically using the t-test showed differences in the pH test which had a significant effect (p<0.05) between the optimum formula of lotion base and the optimum formula of rosella flower extract lotion, but had no significant effect (p>0.05) on the viscosity test and the spreadability test. The results of the analysis using the t-test showed a significance value of p>0.05, which means that the preparation is statistically stable during the storage period.
Optimization of Extraction Parameters for Phenolics and Flavonoids from Peony (Paeonia lactiflora) Flowers Using Ultrasound-Assisted Extraction Jasmin, Faida; Handayani, Andi Ika Julianti; Akmal, Tubagus
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i1.14346

Abstract

Peony (Paeonia lactiflora) flowers, celebrated for their aesthetic and bioactive attributes, possess potential as natural antioxidant sources owing to their elevated phenolic and flavonoid concentrations. This study employed ultrasound-assisted extraction (UAE) and response surface methodology (RSM) to optimize the extraction parameters for phenolic and flavonoid compounds. The Box-Behnken Design using method Ultrasoud Assisted Extraction determined the optimal extraction parameters of Paeonia lactiflora flowers to be 49% ethanol concentration, a liquid-to-solid ratio of 50 mL/g, and an extraction time of 22 minutes. The parameters yielded a total phenolic content (TPC) of 205.463 mg GAE/g DW and a total flavonoid content (TFC) of 95.465 mg QE/g DW. The results underscore the significance of the liquid-to-solid ratio as a critical factor in extraction efficiency, while ethanol concentration and extraction duration exhibited considerable interactive effects. The findings confirm the efficacy of UAE as a sustainable and efficient technique for extracting bioactive components from Paeonia lactiflora, indicating its potential use in pharmaceuticals and nutraceuticals. Future research should explore the antioxidant activity and IC50 values of these extracts for expanded therapeutic use.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Anti-Aging Ekstrak Kulit Buah Mangga Harum Manis (Mangifera indica L.) Akmal, Tubagus; Pratama, Bayu Aditya
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61329/pscp.v1i2.9

Abstract

Di negera yang beriklim tropis seperti indonesia paparan sinar matahari tidak bisa dihindari terlebih seseorang yang bekerja di luar ruangan, tenaga kerja lapangan bisa terpapar sinar matahari sebanyak 10-70 %. Banyak masalah kulit yang dialami masyarakat yang disebabkan paparan sinar matahari yang tinggi salah satunya adalah penuaan dini. Krim anti-aging merupakan produk yang banyak mengandung antioksidan akan tetapi beberapa masyarakat mengalami ketidak cocokan dan efek samping alergi sebagai alternatif dipilih bahan-bahan alami, salah satu bahan yang memiliki antioksidan adalah kulit buah mangga harum manis (Mangifera indica L.) Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan krim anti-aging dari ekstrak kulit buah mangga harum manis serta mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kulit buah mangga harum manis pada hasil evaluasi sediaan. Pada penelitian ini buat tiga formula yaitu (F1) tanpa penambahan ekstrak kulit buah mangga harum manis (F2), 12% (F3) 14%. Hasil penelitian setelah dilakukan evaluasi menunjukan bahwa formula F1, F2.,F3 memenuhi syarat evaluasi sediaan, akan tetapi untuk uji daya lekat semua formula tidak memenuhi syarat.Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah mangga harum manis dalam formulasi memberikan hasil tidak berpengaruh secara signifikan (p>0.05) terhadap uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji tipe krim dan berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap uji viskositas, daya sebar dan daya lekat.
Formulation and Optimization of Marigold Flower (Tagetes erecta L.) Extract Emulgel using Response Surface Methodology Priatna, Dinda Rahmanda; Tanjung, Yenni Puspita; Akmal, Tubagus
Journal of Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.21173

Abstract

Bunga marigold (Tagetes erecta L.) merupakan bahan alami yang memiliki potensi antioksidan untuk mencegah penuaan dini. Dapat digunakan sebagai antioksidan yang diformulasikan ke dalam bentuk sediaan kosmetik, salah satunya adalah sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula sediaan emulgel ekstrak bunga marigold dengan variasi konsentrasi xanthan gum dan guar gum sebagai pembentuk gel. Optimasi formula dilakukan dengan Central Composite Design menggunakan software Design Expert v.13.0.1 dengan respon uji nilai viskositas, pH, dan daya sebar. Pada pengujian diperoleh 13 formula uji dengan rentang nilai viskositas, pH, dan daya sebar 483,33 ± 40,82 hingga 32333 ± 273,25 cPs, 5,19 ± 0,04 hingga 6,69 ± 0,01, dan 5,43 ± 0,05 hingga 8,6 ± 0,13 cm. Kemudian dilakukan uji stabilitas terhadap formula optimum basis sediaan emulgel dan emulgel ekstrak bunga marigold untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak terhadap basis yang dibuat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah formula optimum dihasilkan dari konsentrasi xanthan gum dan guar gum masing-masing gelling agent sebesar 0,75%, dengan nilai viskositas 31616,7 ± 116,9 cPs, pH 6,14 ± 0,1, dan daya sebar 5,68 ± 0,12 cm. Uji stabilitas emulsi menghasilkan stabilitas yang baik. Berdasarkan uji normalitas dianalisis menggunakan aplikasi GraphPad Prism versi 10.4.0. Tidak ada pengaruh signifikan penambahan ekstrak pada basa emulgel yang terlihat selama uji stabilitas. Kata Kunci: Central Composite Design, Emulgel, Marigold, Xanthan Gum, Guar Gum Marigold flower (Tagetes erecta L.) is a natural ingredient with potential antioxidant properties to prevent premature aging. It can be used as an antioxidant formulated into cosmetic dosage forms, one of which is preparation emulgel. This research aims to optimize the emulgel preparation formula of marigold flower extract with varying concentrations of xanthan gum and guar gum as gelling agents. Formula optimization was carried out with Central Composite Design using Design software Expert v.13.0.1 with test responses for viscosity, pH, and spreadability values. On testing, 13 test formulas were obtained with a range of viscosity, pH, and spreadability values of 483.33 ± 40.82 to 32333 ± 273.25 cPs, 5.19 ± 0.04 to 6.69 ± 0.01, and 5.43 ± 0.05 to 8.6 ± 0.13 cm. Then a stability test was carried out on the optimum formula of marigold flower extract base and emulsion to determine the effect of adding the extract on the base preparation made. The conclusion obtained from this research is that an optimum formula was produced from the concentration of xanthan gum and guar gum of 0.75% for each gelling agent, with a viscosity value of 31616.7 ± 116.9 cPs, pH of 6.14 ± 0.1, and spreadability of 5.68 ± 0.12 cm. The stability test of the emulgel resulted in good stability. Based on the normality test analyzed using the GraphPad Prism application version 10.4.0. No significant effect on the addition of the extract to the emulgel base was seen during the stability test.