Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The influence of knowledge, attitude and skills on conscious behavior in women of fertilizing age in Bandar Baru district Pidie Jaya Mufida, Nurlela; Iklima; Mu'alim, Azhar; Ismuntania; Rospita
International Journal on ObGyn and Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): March: ObGyn And Health Sciences
Publisher : Trigin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/obgyn.v2i2.171

Abstract

Breast self-examination (BSE) is the easiest and most effective way to find lumps and other signs, so it is hoped that it will be able to reduce the death rate by 25-30%. This study aims to determine the influence of knowledge, attitudes and skills on BSE behavior in women of childbearing age (WUS). The research method uses analytical methods with a cross-sectional approach. The population in this study were all women of childbearing age (WUS) in the Baru sub-district totaling 1,159 people, the sampling technique in this study used starfed random sampling totaling 92 people. The results of this study show that there is no influence of the knowledge factor (0.194 > 0.05), there is an influence between the attitude factor (0.002 < 0.05), the skills factor (0.037 < 0.05) and BSE behavior in WUS. The conclusion of this research is that there is no influence of knowledge factors, there is influence of attitude factors and skills factors on BSE behavior in women of childbearing age (WUS) in Bandar Baru District, Pidie Jaya Regency. Advice to women of childbearing age (WUS) to be more open about doing BSE is also to be more productive in seeking information about breast health problems and visiting health services if they become aware of breast abnormalities
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Panteraja Mufida, Nurlela; Ismuntania, Ismuntania; Mu'alim, Azhar; Idawati, Idawati; Susanti, Ita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9458

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kedua keganasan di kalangan wanita di Indonesia. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara deteksi dini untuk menentukan adanya massa di payudara. Sebagian besar responden pernah mengalami pruritus vulvae  karena tidak mengganti pembalut setiap 6 jam atau saat darah haid penuh dan tidak mengetahui tentang gangguan yang terjadi saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker Payudara. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik. Desain yang digunakan ialah cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Panteraja. Sampel pada penelitian ini adalah WUS dengan jumlah sebanyak 91 responden.  Instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menggunakan Uji statistic terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan p- 0,003,( 0,005) dengan sikap P-0,002,(0,005  ). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker payudara. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi  wanita  usia  subur  agar  dapat  meningkatkan  kesadaran  akan pentingnya deteksi dini kanker payudara  sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Panteraja Mufida, Nurlela; Ismuntania, Ismuntania; Mu'alim, Azhar; Idawati, Idawati; Susanti, Ita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9458

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab utama kedua keganasan di kalangan wanita di Indonesia. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara deteksi dini untuk menentukan adanya massa di payudara. Sebagian besar responden pernah mengalami pruritus vulvae  karena tidak mengganti pembalut setiap 6 jam atau saat darah haid penuh dan tidak mengetahui tentang gangguan yang terjadi saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker Payudara. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik. Desain yang digunakan ialah cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Panteraja. Sampel pada penelitian ini adalah WUS dengan jumlah sebanyak 91 responden.  Instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menggunakan Uji statistic terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan p- 0,003,( 0,005) dengan sikap P-0,002,(0,005  ). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker payudara. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi  wanita  usia  subur  agar  dapat  meningkatkan  kesadaran  akan pentingnya deteksi dini kanker payudara  sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KEMUKIMAN BLUEK GRONG-GRONG KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE Mu'alim, Azhar
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i1.3076

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus merupakan penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak cukup memproduksi insulin. Oleh karena itu, penderita Diabetes Melitus sering mengalami masalah psikologis yaitu kecemasan yang membutuhkan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penderita diabetes melitus di Kemukiman Bluek Grong-Grong Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie. Metode penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 221 orang penderita diabetes melitus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah tehnik purposive sampling yang berjumlah 69 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 2 sampai 30 Januari 2025. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan dukungan emosional dengan tingkat kecemasan dengan nilai pvalue (0.00005), ada hubungan dukungan informasi dengan tingkat kecemasan dengan nilai pvalue (0.00005), ada hubungan dukungan penghargaan dengan tingkat kecemasan dengan nilai pvalue (0.00005), ada hubungan dukungan instrumental dengan tingkat kecemasan dengan nilai pvalue (0.00005), pada penderita diabetes melitus di Kemukiman Bluek Grong-Grong Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penderita diabetes melitus di Kemukiman Bluek Grong-Grong Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie. Saran: dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan bagi penderita diabetes dan diharapankan tenaga Kesehatan dapat memberikan pendidikan Kesehatan untuk mencegah meningkatnya kecemasan pada penderita diabetes melitus Kata Kunci        : Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan