Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Penerapan Dan Faktor Pendukung Agribisnis Hortikultura: Implementation Innovation And Supporting Factors Horticulture Agribusiness Idawati; Sasongko, Nugroho Adi; Suryanti, Reni; Haryanto, Yoyon; Rosnina; Haruna, Naima
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202347912

Abstract

Konsep industrialisasi pertanian perdesaan merupakan konsep pembangunan yang mencerminkan kesatuan industri pertanian yang terintegrasi dengan output berupa produk yang memiliki nilai tambah ekonomi yang besar. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan kegiatan agribisnis hortikultura pada subsektor hilir agribisnis hortikultura yang telah dilakukan petani (2) Menganalisis tingkat penerapan inovasi industrialisasi pertanian hortikultura pedesaan (3) Menganalisis pengaruh faktor kegiatan subsektor hilir dan penerapan industrialisasi pertanian pedesaan. Metode penelitian meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian petani hortikultura sebanyak 30 responden yang dilakukan secara purposive pada kelompok Bakti Mandiri di Desa Sukajadi. Penentuan sampel dilakukan secara sensus terhadap 30 orang anggota kelompok Bakti Mandiri yang menjalankan agribisnis hortikultura. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif berupa persentase dan regresi berganda untuk menggambarkan kegiatan subsektor hilir, tingkat penerapan IPP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemasaran disusun oleh kelompok dengan penjualan langsung ke pedagang pengumpul, kemudian dijual kembali ke pengecer di pasar sentral. (2) Ciri inovasi penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dengan pemanfaatan tempat, waktu dan kepemilikan pada fungsi pemasaran sudah berjalan dengan baik, sedangkan secara perubahan bentuk (pengolahan) belum terlaksana. (3) Dukungan penyuluhan berkontribusi dalam pelaksanaan industrialisasi pertanian pedesaan. Penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dalam kondisi optimal terutama swadaya melalui ketua kelompok tani.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI DAN DUKUNGAN PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN INOVASI BUDIDAYA JAGUNG MANIS DI DESA KATULUNGAN KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA Billahi, Sari Luneri; Idawati; Rosnina
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 7 No. 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/gra3kq57

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani dan dukungan penyuluhan terhadap pengetahuan inovasi budidaya tanaman jagung manis di Desa Katulungan, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 40 responden petani jagung manis, yang dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik petani maupun dukungan penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan petani dalam menerapkan inovasi budidaya tanaman jagung manis. Faktor pengalaman berusahatani dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh paling dominan dalam peningkatan adopsi inovasi. Selain itu, intensitas penyuluhan yang tinggi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik pertanian modern. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan penyuluhan pertanian yang lebih intensif dan berkualitas dapat meningkatkan adopsi inovasi budidaya jagung manis oleh petani. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memperkuat program penyuluhan pertanian serta peningkatan akses petani terhadap informasi dan teknologi pertanian yang lebih baik.