Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Application of AI Technology in Drug Discovery and Vaccine Development in the Pharmaceutical Sector and the Impact on the Business Sector and Employment in the Pharmaceutical Sector Ependi; Juniarti; Nuriana
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/snimekb.v2i2.6992

Abstract

The application of AI technology in drug discovery and vaccine development in the pharmaceutical sector can have a positive impact on the business sector and employment opportunities in the pharmaceutical sector. However, the application of AI technology in the pharmaceutical sector also has several challenges, such as limited experts who have technical skills and understanding of the scientific side of a process. In order to maximize the potential impact of AI in pharma, appropriate investment in research and development is required, as well as the implementation of strong regulations and ethical standards. With this understanding, we can better appreciate the role and value of AI in pharma and global health. In journals and articles discussing the application of AI technology in the pharmaceutical sector, research methods used include the use of learning machine algorithms, vaccine development, ethical challenges and considerations, as well as investment and adoption.
PROSES DIVERSI TERHADAP PENYELESAIANTINDAK PIDANA ANAK DI TINGKAT PENYIDIKAN Ependi
MAJALAH KEADILAN Vol 24 No 2 (2024): MAJALAH KEADILAN
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/9r0xye54

Abstract

Proses diversi merupakan sebuah mekanisme baru dalam sistem peradilan pidana di Indonesia khususnya bagi Anak. Dalam proses Diversi, penyelesaian perkara Anak dialihkan dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana. Proses diversi wajib diupayakan pada setiap tahapan peradilan pidana, dimulai pada tahap penyidikan, penuntutan, atau pemeriksaan di sidang pengadilan.Yang menjadi permasalahan adalah: Bagaimana Proses Diversi terhadap penyelesaian perkara Anak pada tingkat Penyidikan? Proses Diversi terhadap penyelesaian perkara Anak pada tingkat penyidikan adalah: Setelah Penyidik melakukan penyidikan , penyidik akan memanggil Pembimbing Kemasyarakatan dan Pekerja sosial Prtofesional untuk melakukan penelitian tentang sebab sebab anak melakukan tindak pidana. Setelah mendapat laporan dari Pembimbing Kemasyarakatan dan Pekerja Sosial Profesional dan menurut Penyidik perkara Anak memenuhi persyaratan untuk dilakukan Diversi, maka penyidik akan melakukan Musyawarah dengan menghadirkan: Pelaku, Orang tua/wali pelaku, Korban, orang tua korban dan atau Walinya, Pembimbing Pemasyarakatan, Pekerja Sosial Profesional  dan dipimpin oleh Penyidik untuk melakukan musyawarah Diversi. Apabila mendapat kesepakatan Penyidik akan menyampaikan hasil kesepakatan diversi dan brita acara diversi kepada atasan langsung Penyidik. Atasan langsung Penyidik mengirimkan surat kesepakatan Diversi dan brita acara Diversi kepada Ketua Pengadilan Negeri untuk memperoleh penetapan. Ketua Pengadilan Negeri  akan mengeluarkan penetapan kesepakatan Diversi yang kemudian disampaikan kepada Penyidik dan Pembimbing Kemasyarakatan untuk dilaksanakan oleh para pihak .Setelah menerima surat Penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri, Penyidik menerbitkan penetapan penghentian penyidikan.
Upaya Penanggulangan Terhadap Terjadinya Peredaran Narkotika Oleh Narapidana Dirumah Tahanan Negara Kelas II B Bengkulu Selatan Sudiman Situmeang; Fitri Anita; Ependi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13029

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya penanggulangan peredaran narkotika oleh narapidana di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu Selatan serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam proses penanggulangan tersebut. Permasalahan ini menjadi perhatian serius karena rumah tahanan seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan lokasi berkembangnya jaringan kejahatan narkotika. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal melalui wawancara dengan pihak rutan, petugas pengamanan, narapidana, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penanggulangan dilakukan melalui pendekatan preemtif, preventif, represif, dan rehabilitatif. Namun pelaksanaannya masih terkendala keterbatasan fasilitas pengawasan, kurangnya petugas, serta minimnya anggaran pendukung. Oleh karena itu diperlukan strategi lebih terpadu dan dukungan maksimal berbagai pihak.