Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Evaluasi Kurikulum Sekolah (Studi Kasus Sekolah Dasar di Kota Semarang) Nada, Ana Quthratun; Prastowo, Andi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1674

Abstract

Kegiatan evaluasi kurikulum sebagai bagian penting dalam manajemen kurikulum wajib di laksanakan oleh setiap satuan Pendidikan. Pengetahuan dan pemahaman sekolah mengenai konsep dan implementasi evaluasi kurikulum memiliki pengaruh dalam menjamin keberhasilan evaluasi kurikulum. Tujuan dari penelitian ialah untuk mendeskripsikan proses evaluasi kurikulum pada jenjang pendidikan dasar di Kota Semarang, ditinjau dari beberapa aspek, yaitu pemahaman sekolah terhadap konsep dan urgensi evaluasi kurikulum, model evaluasi, dimensi evaluasi kurikulum, kebutuhan sekolah untuk kegiatan evaluasi kurikulum. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri X di Kota Semarang. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, waka kurikulum dan guru. Pengumpulan data dengan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sekolah telah memahami konsep dan urgensi evaluasi kurikulum di sekolah
PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF: STUDI RELEVANSI TERHADAP INTEGRASI-INTERKONEKSI KEILMUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM (M. AMIN ABDULLAH) Nada, Ana Quthratun; sentosa, sedya
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 1 No 2 (2023): June 2023
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 atau biasa lebih dikenal dengan pembelajaran tematik integrative, yang memadukan berbagai mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Integrasi ini meliputi dua hal yaitu integrasi yang berorientasi pada sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai mata pelajaran dalam sebuah tema. Jika dilihat dari kacamata pendidikan Islam, ke tiga orientasi tersebut tidak jauh berbeda dengan ketentuan yang digariskan oleh agama Islam untuk menjadi insan kamil yakni membentuk manusia yang bersikap, berfikir dan bertindak sesuai ketentuan Islam. Tujuan pembahasan dalam penelitian ini untuk mengetahui: konsep integrasi dalam pembelajaran tematik yang terdapat dalam Kurikulum 2013, konsep integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam dengan memakai konsep integrasi-interkoneksi keilmuan “jaring laba-laba”, dan relevansi integrasi pembelajaran tematik dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menemukan bahwa: pembelajaran tematik integratif dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam secara konsep memiliki kesamaan dan relevansi antar keduanya. Hal tersebut diketahui melalui analisis contoh dari tema yang disajikan dalam pembelajaran tematik berdasarkan tiga epistemologi ilmu yakni bayani, burhani dan irfani. Salah satu contoh tema “diriku”, berdasarkan analisis melalui tiga epistemologi ilmu bisa diketahui bahwa secara bayani, tema tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah At-tahrim ayat 6. Secara burhani, realitasnya peserta didik harus bisa merawat diri sendiri seperti: membersihkan diri, makan makanan bergizi dan selalu berhati-hati dalam berperilaku. Secara irfani, manfaat dari merawat diri yakni, sehat jasmani dan rohani serta terhindar dari segala penyakit, bahaya, dan musibah. Dengan adanya analisis ketiga epistemologi ini diharapkan integrasi-interkoneksi bisa dan mampu diterapkan di lingkungan Sekolah Dasar khususnya di SDIT/MI. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik-Integratif, Integrasi-Interkoneksi dan Relevansi Integrasi Keilmuan.
Madrasah Ibtidaiyah as Guardians of Tradition: A Socio-Anthropological Study of Local Religious Heritage Nada, Ana Quthratun; Sumarni, Sri; Hanum, Farida
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 3 No 2 (2025): June 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of Madrasah Ibtidaiyah in preserving local religious traditions in Indonesia through a socio-anthropological approach. As an Islamic primary education institution, Madrasah Ibtidaiyah not only provides academic instruction but also functions as a guardian of students’ religious and social identities. Amid the strong currents of globalization, these madrasahs face challenges in maintaining local religious traditions such as the celebration of the Prophet’s Birthday (Maulid Nabi), tahlilan, and collective dhikr, which are increasingly being displaced by modern culture. This study employs a literature review method to explore various strategies implemented by madrasahs in integrating traditional values into the curriculum and extracurricular activities. The findings indicate that tradition-based education in Madrasah Ibtidaiyah contributes significantly to the formation of students’ religious identities and the strengthening of social cohesion within the community. This study highlights the importance of innovation in relevant learning methods to ensure the sustainability of local religious traditions in the era of modernization.
Implementasi Evaluasi Kurikulum Sekolah (Studi Kasus Sekolah Dasar di Kota Semarang) Nada, Ana Quthratun; Prastowo, Andi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1674

Abstract

Kegiatan evaluasi kurikulum sebagai bagian penting dalam manajemen kurikulum wajib di laksanakan oleh setiap satuan Pendidikan. Pengetahuan dan pemahaman sekolah mengenai konsep dan implementasi evaluasi kurikulum memiliki pengaruh dalam menjamin keberhasilan evaluasi kurikulum. Tujuan dari penelitian ialah untuk mendeskripsikan proses evaluasi kurikulum pada jenjang pendidikan dasar di Kota Semarang, ditinjau dari beberapa aspek, yaitu pemahaman sekolah terhadap konsep dan urgensi evaluasi kurikulum, model evaluasi, dimensi evaluasi kurikulum, kebutuhan sekolah untuk kegiatan evaluasi kurikulum. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri X di Kota Semarang. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, waka kurikulum dan guru. Pengumpulan data dengan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sekolah telah memahami konsep dan urgensi evaluasi kurikulum di sekolah
Penguatan Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidayah Kota Semarang: Pengabdian Farda, Ummu Jauharin; Shobirin, Ma’as; Rinjani, Ersila Devy; Martanti, Fitria; Putri, Linda Indiyarti; Ghoni, Aris Abdul; Herningtyasari, Gadis; Nada, Ana Quthratun; Ulumuddin, Imam Khoirul; Husna, Muhammad Ahsanul; Nisa’, Asmi Adibah Khoirun; Adawiyah, Robiatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3525

Abstract

The community service program to strengthen the understanding and internalization of Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) values ​​for Elementary Madrasah (MI) teachers in Semarang City was implemented through an Asset Based Community Development (ABCD) approach. This activity aims to increase the capacity of teachers in understanding and integrating Aswaja values ​​in learning and madrasah culture. The program implementation began with a needs analysis through interviews with teachers, madrasah principals, and the coordinator of the Elementary Madrasah Teacher Working Group (KKGMI). The activity stages included training, workshops on developing teaching materials, mentoring, and the preparation of Aswaja-based teaching modules. The evaluation results showed a significant increase in teachers' understanding of Aswaja values ​​(tawasuth, tawazun, tasamuh, and i'tidal) as demonstrated through pretest and posttest results. Teachers were also able to design teaching modules that include the values ​​of tawasuth, tawazun, tasamuh, and i'tidal contextually. Furthermore, ongoing discussion initiatives have been established in several madrasas as a commitment to internalizing Aswaja values. However, implementation still faces challenges, such as time constraints.
Building Students’ Tolerance through Multicultural Education in Inclusive Elementary Schools Nada, Ana Quthratun; Munastiwi, Erni; Arifin, Zainal
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v13i2.14343

Abstract

This study is motivated by the importance of cultivating tolerance among students in inclusive elementary schools, where regular students and students with special needs learn together. The aims of this study are to analyze the integration of multicultural education in learning practices, identify its influence on the development of students’ tolerance, and examine the role of teachers as mediators between multicultural values and tolerance practices in inclusive classrooms. This study employs a qualitative method with a library research approach, drawing data from literature on inclusive education, multicultural education, and character formation. The findings indicate that multicultural education significantly contributes to fostering respect for differences through the integration of multicultural values into instructional content, teaching methods, learning media, and school routines. Teachers play a central role in creating an inclusive learning climate and encouraging tolerant behaviors among students. This study emphasizes that teachers’ competencies and supportive inclusive education policies are crucial in ensuring the successful development of tolerance in inclusive elementary schools.