Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemanfaatan rasch model untuk memetakan kemampuan kader Nasyiatul Aisyiah kabupaten Jember Pratama, Aditya Dimas; Bakti, Budi Satria; Dwi, Ilanka Cahya; Gunasti, Amri; Yanuar, Setiyo Ferdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22233

Abstract

Abstrak Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisiyah (PDNA) Kabupaten Jember memiliki beberapa permasalahan, diantaranya (1) Belum memiliki metode untuk memetakan pemahaman, pengetahuan serta keahlian kader, (2) Belum memiliki metode merancang pengkaderan sesuai dengan peta pemahaman, pengetahuan serta keahlian kader. Tujuan kegiatan ini adalah agar PDNA memiliki pemahaman menganai rasch model sebagai sebuah metode untuk memetakan kemampuan kader. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan koordinasi, penyiapan bahan dan alat, bimbingan dan penyuluhan, simulasi serta evaluasi keberhasilan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai posttest peserta sebesar 85 poin. Sebaliknya nilai pretest peserta sebesar 26,67 poin. Peningkatan kemampuan peserta bernilai positif yakni sebesar 58,33. Hasil evaluasi tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian masuk dalam kategori berhasil. Kata kunci: rasch model; ministep; PDNA; pengkaderan AbstractThe Regional Leadership of Nasyiatul Aisiyah (PDNA) of Jember Regency has several problems, including (1) not having a method to map the understanding, knowledge and expertise of cadres, (2) not having a method to design cadre according to the map of understanding, knowledge and expertise of cadres. The purpose of this activity is for the PDNA to have an understanding of the Rasch model as a method for mapping cadre abilities. The method of implementing this activity begins with coordination, preparation of materials and tools, guidance and counseling, simulation and evaluation of the success of the activity. The evaluation results showed that the posttest score of the participants was 85 points. In contrast, the pretest score was 26.67 points. The increase in participants' abilities was positive, namely 58.33. The evaluation results indicate that the service activities are in the successful category. Keywords: rasch model; ministep; PDNA; cadre
Desain Tanggul Beton pada Bendung Irigasi Air Alas Kabupaten Seluma: Kajian Stabilitas dan Kekuatan Struktur Jannah, Miftakhul; Yanuar, Setiyo Ferdi; Pramana, Yanuar Hendra
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8354

Abstract

Bendung irigasi memiliki peran penting dalam menjamin kontinuitas suplai air bagi kegiatan pertanian. Namun, pada banyak kasus, bangunan ini rentan mengalami degradasi akibat gaya hidraulik, erosi, dan faktor usia layanan. Bendung Air Alas di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengalami permasalahan struktural, khususnya pada tanggul hulu yang masih menggunakan perlindungan sementara berupa bronjong. Kondisi tersebut meningkatkan risiko erosi serta mengurangi umur layan bendung. Sebagai solusi, direncanakan pembangunan tanggul pelindung permanen menggunakan beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain dan kinerja struktural tanggul beton bertulang yang diusulkan. Analisis dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 1726:2019) serta pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak Geo5. Hasil perencanaan menghasilkan tebal dinding 25 cm, tebal telapak 80 cm, dan tinggi total sekitar 8,00 m. Rincian tulangan menggunakan baja D19 dan D13 pada dinding serta telapak. Evaluasi stabilitas menunjukkan bahwa pada kondisi muka air normal maupun banjir, tanggul memenuhi persyaratan keamanan terhadap guling, geser, daya dukung tanah, dan stabilitas lereng dengan faktor keamanan selalu di atas 1,50. Analisis struktur beton juga mengonfirmasi bahwa luas tulangan yang digunakan lebih besar daripada kebutuhan minimum, serta kapasitas geser (VRd) dan momen (MRd) lebih tinggi dibandingkan beban yang bekerja (VEd dan MEd). Temuan ini menegaskan bahwa desain tanggul beton bertulang yang diusulkan aman secara struktural dan layak diimplementasikan. Penerapannya diharapkan dapat meningkatkan keandalan Bendung Air Alas dalam mendukung distribusi air irigasi di Kabupaten Seluma.
INOVASI DESAIN RUMAH MODULAR-TUMBUH BERBASIS SISTEM RISHA OLEH PRODI D4 TEKNOLOGI REKAYASA BANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS JEMBER Yanuar, Setiyo Ferdi; Dwisad, Rino; Khaulan, Dian Wahyu; Nurtanto, Dwi; Subchan, Bagas Rahmandita; Arifin, Syamsul; Junaidi, Imam; Prasetyo, Slamet Budi
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.7651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain rumah modular-tumbuh berbasis sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) sebagai inovasi arsitektur yang efisien, sehat, dan kontekstual bagi keluarga muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model eksperimen desain (design experiment), yang mengintegrasikan kajian literatur, eksplorasi desain, dan simulasi spasial. Lahan perancangan berukuran 12 × 11 meter, dengan empat tipe rumah yang dikembangkan secara bertahap: RISHA Start (18+3,5 m²), Grow (27+3,5 m²), Life (36+3,5 m²), dan Bloom (54+5,4 m²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem panel modular 3×3 meter mampu menghasilkan tata ruang yang efisien dan mudah dikembangkan tanpa mengubah struktur utama. Prinsip rumah sehat diterapkan melalui ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemisahan zona basah. Gaya industrial minimalis memperkuat identitas visual rumah modular agar tetap estetis dan modern. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sistem RISHA dapat menjadi model arsitektur adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi pracetak dalam pendidikan vokasi dan pembangunan perumahan masa depan di Indonesia.