Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Masjid dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial di Masyarakat Amanda, Restu Rizki; Fakhruddin, Agus; Kosasih , Aceng
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1604

Abstract

Kurangnya kepedulian sosial dalam masyarakat dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk isolasi sosial, yang mencerminkan kegagalan kolektif dalam menyediakan jaringan dukungan yang memadai bagi individu-individu rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program-program yang diselenggarakan oleh sebuah masjid, dengan fokus pada inisiatif yang berkaitan dengan peningkatan kepedulian sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus masjid, berbagai kegiatan masjid, dan dokumen terkait kegiatan masjid. Menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali fenomena sosial melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti layanan kesehatan, bantuan sosial dan kemanusiaan, serta pemberian kesempatan umrah untuk petugas masjid, secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran sosial dalam masyarakat. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengurus masjid untuk memiliki beragam program sosial kemanusiaan selain program ibadah ritual.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN YURISPRUDENSI DENGAN STRATEGI DEBAT DALAM MEMBANGUN KEMAMPUAN ARGUMENTATIF SISWA Amanda, Restu Rizki; Syahidin, Syahidin; Nazhan, Faiz Aswa; Muzakki, Rifqi Fathan Saepudin
Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/idaarah.v8i2.52063

Abstract

Critical and argumentative thinking skills are essential for students, especially in understanding and applying religious knowledge. In practice, however, teaching in many educational institutions still predominantly uses one-way or lecture-based learning models. This approach often leads to students being passive and less engaged in critical thinking processes, such as analyzing, evaluating, and constructing arguments based on facts and logic. As a result, students’ ability to build sound arguments and defend their opinions scientifically tends to be weak. This research aims to explore the development of effective learning models to enhance students' argumentative skills. Through this study, it is hoped that relevant and practical teaching strategies can be identified to optimize students' argumentative abilities, thereby creating a learning environment that supports the improvement of critical and analytical thinking skills. The research employs a qualitative approach with a literature review method for data collection. This approach seeks to examine various references and prior studies to identify effective learning models and strategies for developing students' argumentative skills. The findings of this research indicate that the jurisprudential learning model combined with a debate strategy can be an effective option for improving students' critical thinking and argumentative abilities. Through a structured debate process, students are not only encouraged to understand fundamental jurisprudential concepts but also become skilled in constructing logical arguments, confidently presenting their opinions, and responding to opposing views constructively. Therefore, this model is worth considering as an approach to fostering higher-order thinking skills among students.
Analisis strategi pembelajaran dalam surat An-Nahl Ayat 11: Kajian tafsir tarbawi Amanda, Restu Rizki; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Nazhan, Faiz Aswa; Muzakki , Rifqi Fathan Saepudin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i2.18825

Abstract

The Qur'an as a comprehensive and universal guide for human life, offers profound answers to various life challenges, including solutions to issues within the learning process. One of the main problems in education is the lack of proper selection of learning strategies. A strategy that is not aligned with the characteristics of the students or the learning objectives can hinder the transfer of knowledge, reduce the effectiveness of learning, and lead to poor student comprehension of the material. This study aims to identify and analyze Surah An-Nahl verse 11, focusing on what learning strategies are taught in this sacred verse and whether they can be applied in modern educational contexts. The data sources include the Qur'an, Tafsir, and relevant previous research. This research uses a qualitative approach with the Tarbawi paradigm to explore and understand the meanings contained in the Qur'an. In data collection, this study applies a literature review method. Once the data is collected, it is analyzed through techniques of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate the existence of implicit learning strategies in Surah An-Nahl verse 11, namely observation, reflection, and inquiry-based learning strategies. These findings are expected to contribute to the development of more effective and relevant Islamic value-based educational methods that meet contemporary educational needs. Abstrak Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia yang lengkap dan universal menawarkan jawaban yang mendalam untuk berbagai persoalan kehidupan, termasuk di dalamnya jawaban terhadap tantangan dalam proses pembelajaran. Salah satu masalah utama dalam pembelajaran adalah kurangnya pemilihan strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik atau tujuan pembelajaran dapat menghambat proses transfer pengetahuan, mengurangi efektivitas pembelajaran, dan mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis surat An-Nahl ayat 11, dengan fokus pada strategi pembelajaran apa yang diajarkan dalam ayat ini dan dapatkah diterapkan dalam konteks pendidikan kontemporer. Penelitian ini, merujuk pada sumber data primer yang diperoleh dari Al-Qur’an. Sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir, baik klasik maupun kontemporer, serta artikel ilmiah yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma Tarbawi untuk menggali dan memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Dalam pengumpulan data, penelitian ini memaksimalkan metode studi literatur. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya strategi pembelajaran yang tersirat dalam surat An-Nahl ayat 11 yaitu strategi pengamatan, refleksi, dan strategi pembelajaran berbasis penyelidikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer.
Education as a Science and Its Relevance in the Digital Era Amanda, Restu Rizki; Supriadi, Udin; Budiyanti, Nurti; Anugrah, Eri
Journal of Digital Learning and Education Vol. 5 No. 1 (2025): January-April
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/jdle.v5i1.1356

Abstract

Although education has long been recognized as a science, the advent of the digital era has introduced new challenges regarding its relevance and effectiveness in preparing learners to meet the ever-changing demands of the workforce. Many educational institutions have not yet fully integrated digital technology optimally into the learning process, resulting in a gap between educational theory and its application in a digital context. This study aims to explore the extent to which education as a science can adapt to the developments of the digital era and how the education system can respond to the growing need for digital skills among learners. This research utilizes data sources based on literature from previous relevant studies. The article employs a qualitative approach with a literature review method to analyze the research themes. The process begins with the identification of relevant topics, followed by the collection of various literature sources. The researcher then analyzes the data to identify significant patterns and themes. The analysis results are synthesized by integrating findings from various sources, yielding a comprehensive understanding. This study demonstrates that education as a science has significant potential to adapt to the digital era. Therefore, the current education system needs to innovate and transform to meet the digital skill requirements of learners. This research implies the necessity for educational responsiveness, emphasizing the need for collaboration between curriculum developers and education practitioners to ensure that education not only keeps pace with technological advancements but also provides relevant and adaptive skills.
Upaya Masjid dalam Meningkatkan Kepedulian Sosial di Masyarakat Amanda, Restu Rizki; Fakhruddin, Agus; Kosasih , Aceng
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1604

Abstract

Kurangnya kepedulian sosial dalam masyarakat dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk isolasi sosial, yang mencerminkan kegagalan kolektif dalam menyediakan jaringan dukungan yang memadai bagi individu-individu rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program-program yang diselenggarakan oleh sebuah masjid, dengan fokus pada inisiatif yang berkaitan dengan peningkatan kepedulian sosial. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus masjid, berbagai kegiatan masjid, dan dokumen terkait kegiatan masjid. Menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali fenomena sosial melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti layanan kesehatan, bantuan sosial dan kemanusiaan, serta pemberian kesempatan umrah untuk petugas masjid, secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran sosial dalam masyarakat. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengurus masjid untuk memiliki beragam program sosial kemanusiaan selain program ibadah ritual.
Epistemologi Immanuel Kant dalam Konteks Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Amanda, Restu Rizki; Aulia, Selena; Parhan, Muhamad
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.3760

Abstract

Immanuel Kant dalam filsafatnya berusaha menjembatani dua aliran utama dalam epistemologi rasionalisme dan empirisme. Immanuel kant berpendapat bahwa baik rasionalisme, yang menekankan peran akal dalam memperoleh pengetahuan, maupun empirisme, yang menekankan pentingnya pengalaman inderawi memiliki kelemahan jika dipahami secara terpisah. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, yang dalam beberapa hal menimbulkan perbedaan mendasar dengan epistemologi Immanuel kant. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep epistemologi Kant dapat diintegrasikan atau justru berkonflik dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Tahapan analisis data studi literatur meliputi identifikasi topik, pencarian dan seleksi literatur yang relevan, evaluasi kritis, serta pengorganisasian berdasarkan tema. Peneliti kemudian mensintesis data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi kritisme yang diusung oleh Kant dapat diintegrasikan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih terbuka terhadap analisis kritis. Meskipun wahyu tetap menjadi sumber utama kebenaran, pendekatan transendental Kant memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima wahyu secara dogmatis, tetapi juga mampu memahaminya dengan menggunakan pemikiran rasional. Implikasinya, pendidikan Islam dapat menjadi lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman modern.Immanuel Kant in his philosophy tried to bridge two main schools of thought in epistemology, namely rationalism and empiricism. Immanuel Kant argued that both rationalism which emphasizes the role of reason in gaining knowledge, and empiricism which emphasizes the importance of sensory experience, have weaknesses if understood separately. On the other hand, Islamic education emphasizes revelation as the main source of knowledge, which in some ways creates fundamental differences with Immanuel Kant's epistemology. This article aims to explore how Kant's epistemological concept can be integrated or contradicted with the principles of Islamic education. This study uses a literature study method to collect and analyze data from various relevant sources, such as books, scientific articles, and previous research. The stages of literature study data analysis include topic identification, searching and selecting relevant literature, critical evaluation, and organizing by theme. The researcher then synthesizes data from various sources to draw conclusions and identify research gaps. The results of this study indicate that the critical epistemology promoted by Kant can be integrated in the development of Islamic education that is more open to critical analysis. Although revelation remains the primary source of truth, Kant's transcendental approach allows students to have a deeper understanding of religious teachings. Thus, students not only receive revelation dogmatically, but are also able to understand it using rational thinking. The implication is that Islamic education can be more holistic by integrating intellectual, moral, and spiritual aspects, and be better prepared to face the challenges of the modern era.