Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Development of electronic atlas based on identification of herbaceous vegetation in mount mutis national park Djalo, Aloysius; Missa, Hildegardis; Ndukang, Sardina; Baunsele, Anselmus Boy; Nau, Getrudis W.; Sepe, Florentina Y.
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bioedukatika.v13i2.30972

Abstract

Gunung Mutis National Park (TNGM), located in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara, contains a diverse range of highland herbaceous vegetation with the potential to be used as a learning resource. However, the lack of locally contextualized learning media poses challenges for Biology Education students in identifying herbaceous species during field studies. This research aims to develop an electronic atlas (e-atlas) based on herbaceous vegetation identification in TNGM as an interactive digital learning medium. This study employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), involving 25 students and 3 expert validators. Data were collected through validation questionnaires, learning outcome tests, student questionnaires, and lecturer reflections, then analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicate that the e-atlas is valid in terms of content and design, practical in application, visually engaging, and effective in enhancing students' understanding of herbaceous species. A total of 12 species from 8 families were documented and included in the e-atlas, complete with scientific information. This e-atlas has the potential to serve as a contextual learning medium based on local resources, promoting ecological literacy and improving botany education in conservation areas.
Pembelajaran Berbasis Masalah sebagai Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi pada Materi Keanekaragaman Hayati Pridi, Hironima; Ndukang, Sardina; Djalo, Aloysius; Missa, Hildegardis
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 3 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i3.636

Abstract

Biology education, particularly in the topic of biodiversity, faces challenges in improving student learning outcomes. One effective approach is problem-based learning (PBL), which promotes active student involvement in solving real-world problems. This study examines the impact of PBL on Student Learning Outcomes in biodiversity at the high school level. A quasi-experimental design was conducted at SMA Negeri 5, involving two classes selected through purposive sampling: an experimental class using PBL and a control class taught using conventional methods. Learning outcomes were assessed via pretests, posttests, N-Gain analysis, and ANCOVA. The results showed a significant improvement in the experimental class. The average pretest score for the experimental class was 45.63, while the posttest score increased to 80.1, resulting in an N-Gain of 0.37 (moderate). In contrast, the control class had a pretest score of 45.31 and a posttest score of 75, with an N-Gain of 0.49. Despite the control class showing a slightly higher N-Gain, the PBL model was more effective in improving learning outcomes, with 93.75% of students in the experimental class achieving mastery compared to 65.63% in the control class. ANCOVA results revealed a p-score of 0.002, confirming that PBL significantly enhances student learning outcomes.
Peningkatan Kompetensi Guru IPA SMP Negeri 2 Kupang Tengah Melalui Pelatihan Model Pembelajaran Inovatif Missa, Hildegardis; Djalo, Aloysius; Ndukang, Sardina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3576

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam kompetensi guru adalah kesenjangan kualitas antara guru di daerah perkotaan dan pedesaan. Guru di daerah terpencil seringkali kurang mendapatkan akses terhadap pelatihan dan pengembangan profesional yang memadai dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di kota besar. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengimplementasikan modul ajar yang inovatif. Pelatihan ini terdiri dari tiga tahap utama yaitu tahap observasi, perencanaan, pelaksanaan terdiri dari sesi pembukaan, teoritis, Praktis, Implementasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi profesional guru, termasuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam mengadopsi metode pembelajaran yang lebih inovatif. Peserta didik menunjukkan peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar, sementara guru menjadi lebih kolaboratif dan berkomitmen terhadap pengembangan profesional berkelanjutan. Keberhasilan kegiatan ini memberikan inspirasi untuk penyebaran praktik baik di komunitas pendidikan yang lebih luas, dengan harapan membawa transformasi positif dalam sistem pendidikan.
Pengembangan Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah untuk Guru-Guru di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Missa, Hildegardis; Djalo, Aloysius; Ndukang, Sardina; Boy Baunsele, Anselmus; Uri, Valenria; Nona Erna, Bernadeta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4418

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis artikel ilmiah bagi guru-guru di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemampuan menulis artikel ilmiah sangat penting dalam meningkatkan kompetensi guru dan sebagai sarana untuk mendokumentasikan serta menyebarluaskan hasil penelitian tindakan kelas yang mereka lakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif dengan pelatihan dan pendampingan intensif. Kegiatan ini melibatkan serangkaian workshop yang difokuskan pada pemahaman struktur artikel ilmiah, penggunaan referensi ilmiah yang tepat, serta teknik penulisan yang baik dan benar. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa guru-guru di Kabupaten Flores Timur mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis artikel ilmiah setelah mengikuti program ini. Dampak dari peningkatan keterampilan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, tetapi juga mendukung pengembangan profesionalisme guru dalam bidang akademik.
Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Program Studi Pendidikan Biologi: (Basic Teaching Skills of Field Experience Students in Biology Education Study Program) Ndukang, Sardina; Novita Inya Buku, Maria
BIODIK Vol. 9 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v9i3.28144

Abstract

Field experience practice is a course that enables students to enhance the fundamental teaching abilities gained during microteaching. In the activities of field experience practice, students are given a more extended duration to teach compared to microteaching, which allows for better evaluation of all aspects of fundamental teaching skills. This study aims to analyze the basic teaching abilities of PPL students of the biology education study program in secondary schools throughout Kupang City. This is a quantitative research that utilizes a descriptive research design. The findings indicate that students who practice had 84% proficiency in opening and closing skills, 83% in explaining skills, 77% in questioning skills, 78% in variation skills, 72% in reinforcement skills, 80% in class management skills, 88% in small group and individual teaching skills, and 76% in small group discussion leading skills. The study concludes that the skill of providing reinforcement is the only basic teaching skill that falls into the sufficient category, while the other 7 basic teaching skills are considered to be in the good category. Abstrak. Praktik pengalaman lapangan merupakan mata kuliah yang memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dasar mengajar yang telah mereka dapatkan saat  microteaching. Pada kegiatan praktik pengalaman lapangan, mahasiswa memiliki durasi waktu yang lebih panjang untuk mengajar yaitu 40-135 menit dibandingkan dengan microteaching hanya 15-20 menit sehingga memungkinkan penilaian yang lebih baik terhadap semua aspek keterampilan dasar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa PPL program studi pendidikan biologi di sekolah menengah di kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa praktikan memiliki keterampilan membuka dan menutup pembelajaran sebesar 84%, keterampilan menjelaskan sebesar 83%, keterampilan bertanya  sebesar 77%, keterampilan mengadakan variasi sebesar 78%, keterampilan memberikan penguatan sebesar 72%, keterampilan mengelola kelas sebesar 80%, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan sebesar 88%, dan keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil sebesar 76%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 1 indikator keterampilan dasar mengajar yang ada dalam kategori cukup yaitu keterampilan memberikan penguatan sedangkan 7 keterampilan dasar mengajar lainnya ada dalam kategori baik.
Pendampingan Praktikum IPA Sederhana Bagi Guru-Guru SMP di Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Nau, Getrudis Wilhelmina; Missa, Hildegardis; Ndukang, Sardina
Jurnal Vokasi Vol 8, No 2 (2024): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i2.4985

Abstract

Paradigma pembelajaran abad 21 mengharuskan guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang membuat peserta didik melek sains. Salah satu cara adalah melalui pembelajaran berbasis praktikum. Kenyataannya keterbatasan sarana dan prasarana praktikum di beberapa SMP di Kecamatan Amanatun Selatan  menuntut guru harus lebih kreatif merancang praktikum-praktikum sederhana, namun guru-guru belum sepenuhnya memahami dengan baik hakikat praktikum dalam pembelajaran serta kurang terampil merancang praktikum IPA berbahan sederhana yang mudah ditemukan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman serta memberikan pendampingan agar guru menjadi terampil merancang praktikum IPA berbahan sederhan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, demonstrasi dan bimbingan teknis/pendampingan kepada mitra. Hasil kegiatan ini adalah pemahaman guru-guru SMP di Kecamatan Amanatun Selatan menjadi terbuka dan lebih berinovasi mengembangkan macam-macam praktikum dengan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan.