Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MATERI TEKS EKSPOSISI BAGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LEWOLEMA Koten, Cornelia Golu; Keban, Sirilus Karolus Keroponama; Pande, Rikardus
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks eksposisi bagi siswa kelas X SMA Negeri 1 Lewolema serta untuk mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilaksanakan dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lewolema tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa selama pembelajaran dan interaksi antar siswa dalam memecahkan masalah. Melalui tahapan Problem based learning (PBL) seperti identifikasi masalah, pengumpulan data, diskusi kelompok, dan presentase hasil siswa lebih terdorong untuk berpikir kritis dan menyampaikan pendapat secara logis dan terstruktur. Selain itu hasil tes menunjukan adanya peningkatan nilai siswa dari siklus I sebesar 64,21 dan ke siklus II sebesar 86,31. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Problem Based Learning efektif diterapkan pada siswa SMA Negeri 1 Lewolema dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks eksposis karena mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis siswa.
Variasi Bahasa Lamaholot Dialek Waibalun Kelurahan Waibalun Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur Koten, Desideria Hendrika Mina; Pande, Rikardus; Lemba, Vinsensius Crispinus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa Lamaholot dialek Waibalun, kelurahan Waibalun kecamatan Larantuka kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan variasi bahasa Lamaholot dialek Waibalun, kelurahan Waibalun kecamatan Larantuka kabupaten Flores Timur, yaitu (1) variasi dialek dalam segi pengucapan dan pelafalan, (2) variasi dialek dalam konteks dialek campuran (perbedaan dialek), (3) variasi dialek dari segi pilihan kata (diksi), (4) variasi dialek yang kata kerja (verba) berubah sesuai subjek, (5) variasi dialek yang berubah berdasarkan waktu (penggunaan kata keterangan), (6) variasi dialek pada penggunaan kata sifat, (7) variasi dialek penggunaan dialek zaman dulu yang berubah dari waktu ke waktu, (8) variasi dialek dengan konteks penggunaan bahasa yang khas dan unik, (9) variasi dialek penggunaan kata penghubung, (10) variasi dialek penggunaan kata dalam kalimat yang mengungkapkan perasaan, (11) variasi dialek penggunaan kalimat resmi, (12) variasi penggunaan ragam akrab, (13) variasi dialek penggunaan kata sapaan, dan (14) variasi penggunaan makna kata.
Analisis Kesalahan Berbahasa Penggunaan Prefiks dalam Karangan Narasi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lewolema Mukin, Laurensia S.Timu; Lemba, Vinsensius Crispinus; Pande, Rikardus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa tataran morfologi dalam karangan narasi siswa kelas Xi IPS SMA Negeri 1 Lewolema. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian adalah, (1) Analisis kesalahan berbahasa pada tataran morfologi dalam karangan narasi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lewolema menunjukkan bahwa kesalahan terbesar terjadi pada penulisan prefiks, dan (2) Faktor penyebab kesalahan berbahasa morfologi pada teks narasi siswa meliputi: (a) kurangnya perhatian siswa terhadap pengajaran guru, (b) penguasaan kaidah morfologi yang belum memadai, (c) minimnya latihan menulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, (d) terbatasnya waktu untuk menulis teks dan karangan, (e) ketidaktelitian siswa saat menyusun teks narasi, dan (f) kebiasaan berbahasa siswa yang kurang tepat.
Pendampingan Menulis Cerita Fabel Berbasis Kearifan Budaya Lamaholot di SMPS Ratu Damai, Flores Timur: Assistance in Writing Fables Based on Lamaholot Cultural Wisdom at SMPS Ratu Damai, East Flores Wissang, Imelda Oliva; Pande, Rikardus; Deta, Bernadete
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 4 No. 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v4i2.2771

Abstract

Assistance in writing fairy tales for students at school is very important. Fairy tales are stories from the animal world that aim to entertain as well as a medium of moral education. Fable writing skills can only be achieved through directed, guided, and continuous practice in learning literature where students can translate their ideas, creative thoughts, and feelings into written language. This assistance aims to explain the implementation of the Lamaholot culture-based fable story writing activity with image media to the students of Ratu Damai class. The method used is the KKN method which directly assists students in writing fables using media images with implementation stages, including (1) the pre-implementation stage, (2) the analysis stage, (3) the training stage, (4) the mentoring stage, and (5) evaluation stage. This stage of activity is adjusted to the structure of the fable story which includes orientation, complication, resolution, and coda. Through fable writing assistance using image media, students can write fables which can be seen from the work in the form of fables written with imagination, high creativity, and interesting titles and moral messages conveyed regarding Lamaholot's cultural wisdom towards the marine environment. This guided activity can monitor students' interest and creativity in writing fables based on a given theme.
Analisis Gaya Bahasa Dalam Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono Nama Maran, Leonardus R.; Mario Leu, YoakimYolanda; Pande, Rikardus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i2.5445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan gaya bahasa metafora, personifikasi, dan hiperbola dalam kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini peneliti menggunakan kajian stlistika. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono adalah (1) gaya bahasa metafora, (2) gaya bahasa personifikasi, dan (3) gaya bahasa hiperbola. Kata Kunci: gaya bahasa, puisi, stilistika ABSTRACT This study aims to describe how the use of metaphorical, personification, and hyperbole language styles in the poetry collection Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. The researcher used a descriptive qualitative research method. In this study, the researcher used a stylistic study. The method used is a descriptive qualitative method. The results of the study show that the language styles used in the poetry collection Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono are (1) metaphorical language style, (2) personification language style, and (3) hyperbole language style. Keywords: language style, poetry, stylistics
Analisis Nilai Dan Makna Syair Tarian Nogo Oe Suku Balaweling Kecamatan Solor Barat  Kabupaten Flores Timur Keban, Sirilus Karolus Keroponama; Goreti Sisilia Kolin, Maria; Pande, Rikardus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303//kopula.v7i2.8006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai dan makna syair tarian Nogo Oe di desa Balaweling kecamatan Solor Barat kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa syair tarian Nogo Oe mengandung nilai dan makna (1) nilai moral berkaitan dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang terkandung dalam syair lagu tarian Nogo Oe yang menjaga keteguhan hati pada prinsip dan norma adat yang dilandasi kesadaran moral untuk melepaskan hal yang tidak berkenan, tetap menjaga hati, menujukkan ketulusan, niat murni serta kemauan baik, (2) nilai dan makna sosial dalam syair tarian Nogo Oe menegaskan untuk menjaga kebersamaan dan gotong royong yang menunjukkan semangat kebersamaan dalam melakukan sesuatu secara kolektif. Gerakan bergandeng tangan dan hentakan kaki bersama, melingkar, dengan paduan syair tarian Nogo Oe mempererat persatuan dan keharmonisan, (3) nilai dan makna budaya dalam syair tarian Nogo Oe merupakan cerminan dari identitas, kebiasaan, dan pandangan yang diwariskan dari generasi ke generasi agar tetap mengenal dan menjaga akar budaya
Peningkatan Kemampuan Menulis Drama Dengan Metode Buzz Group pada Siswa Kelas VIII Di SMPN Balaweling Lamahoda, Lorensia Sefitiana; Pande, Rikardus; Lawet, Pilipus Wai
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8191

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuaan siswa dalam menulis naskah drama dengan metode Buzz Group pada siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu dengan menggunakan Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa kelas VIII SMP Negeri Balaweling setelah mengikuti pembelajaran menulis dengan metode Buzz Group. Hasil ini dapat dilihat dari hasil tes menulis yang disertai pemahaman pada Prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada prasiklus rata-ratanya sebesar 40,1pada siklus I rata-ratanya sebesar 51,25, dan pada siklus II rata-ratanya sebesar 82,5. Perolehan hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis menggunakan metode Buzz Group pada siswa kelas VIII SMP Negeri Balaweling ini telah berhasil. Perubahan sikap siswa kelas VIII SMP Negeri Balaweling juga mengalami peningkatan dari prasiklus, siklus I hingga siklus II. Perubahan tersebut seperti siswa yang semula kurang aktif, dan kurang siap dalam mengikuti pelajaran menjadi aktif dan siap serta bersemangat dalam proses pembelajaran
Analisis Nilai Moral Pada Album Akibat Pergaulan Blues Karya Jason Ranti : Kajian Sosiologi Sastra Suban Mukin, Marianus F; Pande, Rikardus; Lemba, Vinsensius Crispinus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8193

Abstract

Sastra adalah karya seni yang dikarang menurut standar bahasa kesusastraan. Standar bahasa kesusastraan yang dimaksudkan adalah penggunaan kata-kata yang indah dan gaya bahasa serta gaya cerita yang menarik, kesusastraan adalah karya seni yang pengungkapannya baik dan diwujudkan dengan bahasa yang indah. Karya sastra mempunyai keistimewaan, di dalam karya sastra banyak muncul penafsiran-penafsiran. Salah satu karya sastra yang memiliki banyak penafsiran adalah puisi. Lagu ialah salah satu puisi yang ditenarkan dengan menyatukan sajak dan irama musik. Dalam penelitian ini dibahas tentang analisis nilai moral pada album akibat pergaulan blues karya jason ranti, pada album pertamanya akibat pergaulan blues. Lagu karya jason ranti mengaundung nilai kehidupan di dalamnya, khususnya nilai moral. Skripsi ini menjadi penggambaran aspek moralitas tersebut sebagai suatu pesan penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas untuk memberitahukan krisis moral yang melanda pada saat ini. Permasalahan dalam penelitian ini, yaitu nilai moralitas apa saja yang tedapat dalam lirik lagu karya jason ranti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Setelah melakukan pengumpulan data, langkah selanjutnya adalah tahap analisis data. Data tersebut dikaji secara deskriptif. Kemudian penyajian analisis data disajikan berupa uraian kata-kata dengan memberikan penjelasan seputar lirik lagu karya jason ranti. Dalam penelitian ini penulis menemukan nilai moral yaitu berupa rasa kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain, nilai-nilai otentik dalam diri sendiri, keberanian moral dan menyikapi permasalahan diri dan orang lain, kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan diri sendiri, keberanian moral dalam menyikapi permasalahan diri dan orang lain, kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan diri sendiri, sikap kerendahan hati dan kehidupan sosial, realistik dan kritis dalam melihat sesuatu masalah
Implication Of Lamaholot Local Wisdom On Learning Indonesian Language and Literature Pande, Rikardus
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL KREDO VOL 8 NO 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v8i2.14774

Abstract

This study aims to describe the implications of Lamaholot local wisdom on learning Indonesian language and literature. The research method uses a qualitative method. The implications of Lamaholot local wisdom in learning Indonesian language and literature provide benefits through creativity and noble values of local wisdom with the following conclusions, (1) making Lamaholot local wisdom as teaching materials taken from the cultural wealth in the Lamaholot area, (2) teaching Lamaholot local wisdom using certain and special methods through direct practice to direct students, students can understand, find, transcribe culture, analyze, interpret, explain and implement in everyday life. (3) through Lamaholot local wisdom learning activities, teachers or educators can create learning strategies that further encourage student motivation to understand, interpret and have cultural wisdom, and (4) through Lamaholot local wisdom learning can provide benefits for students to uphold the values and characters of cooperation, honesty, responsibility, courage, religiosity, morals, social as the foundation of life.
Makna Ungkapan Adat dalam Upacara Kawen Gate Masyarakat Desa Boru Kedang Kecamatan Wulanggitang Kedang, Yuliana Gekeng; Pande, Rikardus; Yolanda Mario Leu, Yoakim
Social Science Academic Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3464

Abstract

This research article aims to describe the meaning in the expression marriage gate in Boru Kedang Village, Wulanggitang District. The kawen gate ceremony or traditional marriage uses traditional expressions as a distinctive language that contains useful meanings that show community identity. This study uses the basis of semantic theory. The method used is a qualitative method with a qualitative descriptive approach. The research data is oral data in the form of expressions in the kawen gate ceremony. Sources of data for informants are traditional leaders. Data collection was carried out by interviewing and documentation techniques. Data analysis uses data selection techniques, data presentation, and conclusion drawing. Data processing using research results. The meaning of traditional expressions in the traditional kawen gate ceremony in Boru Kedang, Wulanggitang District, East Flores Regency, consists of denotative meaning and connotative meaning, namely (1) denotative meaning in the expression of the stages of baung basa (know the house), (2) denotative meaning in the expression of the stages of bataan biat (return visit), (3) denotative meaning of the expression in the stages of pana laran tadan kila (exchanging rings), 4) denotative meaning of the expression in the stage of wua malu gere (penghataran belis), (5) denotative meaning of the expression at the stage of dokang turu (delivering the bride to the aisle), (6) the connotative meaning of the expression of the stages of baung basa (know the house), and, (7) kusang hebo (washing hair).