Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIVITAS BAHAN PANGAN LOKAL (TEPUNG SAGU, TEPUNG KACANG MERAH, DAN SARI BUAH MERAH) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS: Effectiveness of Local Food Ingredients (Sago Flour, Red Bean Flour, And Red Fruit Juice) as A Base for Supplementary Feeding of Chronically Energy-Deficient Pregnant Women on Weight Gain of Chronically Energy-Deficient Pregnant Women Khairiah, Rahayu; Juliana
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-1 (2023): JIKep | Edisi Khusus 1 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i3.1597

Abstract

Pendahuluan : Menurut WHO, setiap hari pada tahun 2019 sekitar 810 wanita meninggal, pada akhir tahun mencapai 295.000 orang, dimana 94% berada di negara berkembang. Penyebab kematian ibu adalah perdarahan (30,0%), hipertensi (27,1%), infeksi (7,3%), partus lama (1,8%), abortus (1,6%), kurang energi kronis (KEK) sebesar 37% dan anemia. Hb < 11gr) sebesar 40%. Tujuan: Mengetahui keefektifan bahan pangan lokal (tepung sagu, tepung kacang merah, dan sari buah merah) sebagai bahan dasar makanan tambahan ibu hamil KTD terhadap kenaikan berat badan ibu hamil KTD. Metode: quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami KEK di Puskesmas Malawili Kecamatan AIMAS Sorong pada bulan September-Oktober 2022 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil: Rata-rata berat badan ibu hamil KEK pretes adalah 44,92 kg dan postes 49,83 kg. Konsumsi bahan pangan lokal (tepung sagu, tepung kacang merah, dan sari buah merah) sebagai bahan dasar PMT ibu hamil KEK efektif dapat meningkatkan berat badan ibu hamil dengan p-value 0,000 (p<0,005). Kesimpulan: Konsumsi bahan pangan lokal sebagai bahan dasar makanan tambahan ibu hamil KEK efektif dapat meningkatkan berat badan ibu hamil KEK. Diharapkan bidan dapat menjaga pemberian makanan tambahan berupa biskuit berbahan dasar lokal untuk penanganan ibu hamil KEK.
PENGARUH MINYAK ZAITUN DAN ALOEVERA UNTUK MENGURANG STRIAE GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 3 DI PMB SITI JAOJIAH, AMD.KEB: The Effect of Olive Oil and Aloe Vera to Reduce Striae Gravidarum in Trimester 3 Pregnant Women at Pmb Siti Jaojiah, Amd.Keb Andini, Rahma Putri; Khairiah, Rahayu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1655

Abstract

Seiring dengan berkembangnya janin, tubuh ibu juga mengalami perubahan untuk keperluan tumbuh kembang bayi, Salah satu perubahan yang terjadi pada ibu hamil ialah striae gravidarum. Strie gravidarum terjadi akibat meningkatnya aliran darah kekulit selama kehamilan yang berfungsi sebagai mengeluarkan kelebihan panas dan memberikan efek berwarna gelap atau kemerahan yang terdapat pada dinding perut maupun payudara yang membentuk seperti guratan. Guratan-guratan kemerahan yang sedikit cekung di kulit abdomen, paha dan payudara disebut dengan striae gravidarum atau biasa yang kita kenal dengan sebutan stretch marks. Striae gravidarum atau stretch marks merupakan suatu kondisi peregangan pada kulit yang dapat menimbulkan dampak signifikan dan menyebabkan ketidaknyamanan psikologis bagi orang yang sangat memperhatikan penampilan sehingga dapat mengganggu kehidupan sosial. Selain itu Strie gravidarum dapat menyebabkan rasa gatal, panas dan kering serta gangguan emosional lainnya sehingga menimbulkan masalah kosmetik pada sebagian besar ibu hamil. Walaupun keadaan tersebut tidak dapat dihilangkan sepenuhnya tetapi Strie gravidarum dapat di minimalisir dengan cara perawatan kulit sejak dini. Menunjukkan bahwa Nilai p value 0,000 < p 0,05 artinya hubungan yang segnifikan antara kelompok minyak zaitun dan aloevera dengan pemudaran Strie Gravidarum. Nilai mean tiap kelompok yaitu pada kelompok minyak zaitun reratanya 0,320 lebih dibandingkan rerata minyak zaitun dan aloevera yaitu 0,060 sehingga kelompok minyak zaitun dan aloevera lebih berpengaruh dalam pemudaran Strie Gravidarum.
PENGARUH KONSUMSI BELIMBING MANIS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI PUSKESMAS SAKETI KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2022: The Effect of Sweet Starfruit Consumption on Hemoglobin Levels of Pregnant Women at Saketi Public Health Center, Pandeglang Regency in 2022 Khairiah, Rahayu; Lia Rodiah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1661

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah belimbing manis + tablet Fe terhadap kadar hemoglobin ibu hamil di Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang. Desain: penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen melalui pendekatan two group pretest and posttest dimana sampel diambil dengan menggunakan total sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen melalui pendekatan two group pretest dan posttest dimana sampel diambil dengan menggunakan total sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Sampel penelitian terdiri dari 32 responden yang terdiri dari 16 orang yang diberi tablet Fe (kelompok kontrol) dan 16 orang yang diberi jus belimbing manis + tablet Fe (kelompok intervensi). Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan umur sebanyak 5 (15,6%) 20 tahun, sebanyak 8 (25%) 21-25 tahun, sebanyak 7 (21,9%) 26-30 tahun, sebanyak 6 ( 18,8%) berusia 31-35 tahun, 3 orang (9,4%) berusia 36-40 tahun, dan 3 orang (9,4%) >40 tahun. Berdasarkan pendidikan responden, 1 (3,1%) berpendidikan SD, 13 (56,3%) berpendidikan SMP, 11 (34,4%) berpendidikan SMA, 2 (6,3%) berpendidikan Perguruan Tinggi. Berdasarkan paritas responden, 13 (40,6%) adalah primipara, dan 19 (59,4%) adalah multipara. Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol pretest adalah 10,38 g/dl, pada kelompok kontrol posttest adalah 11,11 g/dl, pada kelompok intervensi pretest adalah 10,53 g/dl, dan pada kelompok intervensi posttest adalah 10,53 g/dl. kelompok intervensi tes. adalah 11,97 g/dl. Berdasarkan hasil uji Paired Sample t Test diperoleh hasil dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga hasil ini membuktikan bahwa ada pengaruh konsumsi belimbing manis + tablet Fe terhadap kadar hemoglobin. Kesimpulan : ada pengaruh konsumsi belimbing manis terhadap kadar hemoglobin dengan (p-value 0,000 < (0,05)) pada ibu hamil di Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang Tahun 2022.
Hubungan Program Persiapan Asi Prenatal Di Kih Pada Ibu Hamil Trimester 3 dengan Breastfeeding Self Efficacy Ibu di PMB Risma Sitepu Kota Bekasi Tahun 2025 Khairiah, Rahayu; Samosir, Delima
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44574

Abstract

Exclusive breastfeeding can save the life of a baby until he/she becomes an adult. Proper breastfeeding has many benefits for both mother and baby. Exclusive breastfeeding preparation or lactation management is an effort made by mothers and families to support successful breastfeeding. The success of mothers in providing exclusive breastfeeding is supported by a factor of self-confidence (breastfeeding self-efficacy). Breastfeeding self-efficacy is a basic thing that mothers have to breastfeed which includes the efforts and ways of mothers to overcome problems found during breastfeeding. To find out the Relationship between the Prenatal Breastfeeding Preparation Program at KIH for pregnant women in the 3rd trimester with the Breastfeeding self-efficacy of mothers at PMB Risma Sitepu, Bekasi City in 2025. This study uses a quantitative research design using an analytical survey method with a cross-sectional approach. Based on the results of the study, there is a relationship between Prenatal Breastfeeding preparation regarding mothers' knowledge of breast anatomy and breast care at KIH for pregnant women in the 3rd trimester with the Breastfeeding self-efficacy of mothers with a p-value of 0.000 (<0.05). relationship between Prenatal Breastfeeding preparation and maternal knowledge about Nutrition during breastfeeding at KIH in pregnant women in the third trimester with Breastfeeding self-efficacy of mothers with a p-value of 0.003 (<0.05) and There is a relationship between the economic status of pregnant women in the third trimester with Breastfeeding self-efficacy of mothers with a p-value of 0.001 (<0.05). There is a Relationship between the Prenatal Breastfeeding preparation program at KIH in pregnant women in the third trimester with Breastfeeding self-efficacy of mothers at PMB Risma Sitepu, Bekasi City in 2025
Hubungan Antara Pola Makan dan Pola Menstruasi dengan Anemia pada Remaja di Ponpes Roudlotul Qur’an Rahma, Anggita Aulia; Khairiah, Rahayu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16547

Abstract

ABSTRACT The world is still struggling with anemia, especially in developing countries like Indonesia. Anyone, regardless of age or gender, can experience anemia without realizing it. Related to this problem is chronic disability which has a significant impact on health, economic and social conditions (Budiarti, Anik, & Wirani, 2021). The general objective of this research is to determine the relationship between diet and menstrual patterns and the incidence of anemia in female students at the Roudlotul Qur'an Islamic Boarding School. This research uses quantitative methods used to research certain populations or samples, sampling techniques are generally carried out randomly, data collection uses research instruments, analysis and is quantitative/statistical in nature, with the aim of testing what has been determined. The chi square test of eating patterns with the incidence of anemia resulted in a p value smaller than 0.05 (0.000<0.05), whereas the results of the menstrual pattern with the incidence of anemia resulted in a p value smaller than 0.05 ( 0.000<0.05). From the results of research that has been carried out, it is known that there is a significant relationship between diet and menstrual patterns and the incidence of anemia. Keywords: Incidence of Anemia, Eating Patterns, and Menstrual Patterns  ABSTRAK Dunia masih bergumul dengan anemia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Siapapun, tanpa memandang usia atau jenis kelamin, bisa mengalami anemia tanpa disadari. Terkait dengan adanya masalah ini yaitu kecacatan kronis yang menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi kesehatan, ekonomi dan sosial (Budiarti, Anik, & Wirani,2021). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pola mensturasi dengan kejadian anemia pada siswi Ponpes Roudlotul Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, tekhnik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis dan bersifat kuantitatif / statitistik, dengan tujuan menguji yang telah ditetapkan. Uji chi square pola makan dengan kejadian anemia didapatkan hasil nilai p value lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), Sedangkan pada pola menstruasi dengan kejadian anemia di dapatkan hasil nilai p value lebih kecil daro 0,05 (0,000<0,05). Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan bahwa diketahui adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dan pola menstruasi dengan kejadian anemia. Kata Kunci: Kejadian Anemia, Pola Makan, dan Pola Menstruasi
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF IMPLEMENTING INTERPROFESSIONAL COLLABORATION PRACTICE ON THE QUALITY OF INTEGRATED ANTENATAL CARE SERVICES AT PEBAYURAN BEKASI HEALTH CENTER IN 2023 Yulastri, Siti Aisyah; Khairiah, Rahayu
HEARTY Vol 13 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i4.16041

Abstract

Background: In facing the complex health problems of patients today, health professionals are required to provide excellent and quality health services. Handling health problems requires a comprehensive and collaborative approach between professionals. Research Objective: To determine the effect of implementing Interprofessional Collaboration Practice on the quality of integrated antenatal care services at the Bekasi Pebayuran Community Health Center in 2023. Research Method: The research design used in this research is cross-sectional. with the population in this study being Health Workers at the Bekasi Pebayuran Community Health Center, totaling 40 people." The sample was determined using a total sampling of 40 people. Research Results: The correlation value shows 0.513 with a sample of 40, which means the variable relationship is strong and positive. In accordance with the conclusion of the t test with the condition p<0.05, Ha is accepted and the result is a significance level of 0.0001, which means significance is at the 0.0001 level, lower than 0.05. Conclusions and Suggestions: There is an influence of the implementation of Interprofessional Collaboration Practice on the Quality of Integrated Antenatal Care Services at the Pebayuran Bekasi Health Center in 2023. For the health center, it can be used as information and evaluation of health services at the health center, especially ANC services and for the head of the health center it is recommended to hold seminars or activities regular workshops related to IPC / interprofessional collaboration.
Effectiveness of Giving Red Guava Juice and Mung Bean on Hemoglobin Levels Among Post-Partum Mothers with Anemia Angguniawati, Reni; Khairiah, Rahayu
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL) : SPECIAL EDIT
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i4.734

Abstract

Aims: to determine the effectiveness of giving red guava juice and mung bean porridge to increase HB levels in postpartum women with anemia. Methods : The study was quasi-experimental, with a pretest-posttest design for two groups. The sample for this study consisted of all postpartum women who developed anemia between June and July 2023 at the Cikampek Health Center, which may be up to 40 participants. The sampling approach is complete sampling. Results : The red guava juice intervention group had an average HB level of 10.220 gr/dl pre-test and 12.460 gr/dl post-test. The green bean porridge intervention group had an average HB level of 10.230 gr/dl before testing and 12.440 gr/dl after testing. Giving red guava juice and mung bean porridge can successfully improve Hb levels in anemic postpartum women (p-value = 0.000). Conclusions : Red guava juice and mung bean porridge can significantly boost Hb levels in anemic postpartum women. It is believed that postpartum women who have anemia will take red guava juice and mung bean porridge as an alternative to prevent anemia.
Pengaruh Karakteristik Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Bayi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarumajaya Mariyani, Mariyani; Khairiah, Rahayu; Trisnawati, Risma; Nurbaiti, Nurbaiti; Anggraini, Medhita Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.17116

Abstract

ABSTRACT Stunting or short height of children compared to their age is a sign of chronic nutritional problems that occur during the first 1,000 days of life, from conception to 2 years of age. The nutritional status of pregnant women affects the growth and development of children in the womb. Likewise, high-income households are better able to provide nutritious food and health services needed to prevent stunting. In addition, a poor environment can cause babies to lose important nutrients for growth. Furthermore, genetic factors are most likely responsible for the relationship between maternal short stature and linear growth failure in children. The purpose of this study was to determine the effect of parental characteristics on the incidence of stunting in toddlers in the Tarumajaya Health Center work area in 2024. This type of research is cross-sectional using an associative quantitative design with a sample size of 85 respondents. The dependent variable used is stunting, while the independent variables are nutritional status, environment, family economy and heredity. Data analysis used multiple ordinal regression with the help of SPSS 26. The results showed that there was a significant influence between nutritional status, environment and heredity on the incidence of stunting in toddlers, while there was no significant influence between family economy on the incidence of stunting in toddlers. Keywords: Stunting, Nutritional Status, Environment, Family Economy, Heredity  ABSTRAK Stunting atau tinggi badan anak yang pendek dibandingkan usianya merupakan tanda adanya masalah gizi kronis yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, sejak konsepsi hingga usia 2 tahun. Status gizi ibu hamil berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak di dalam kandungan. Begitu juga rumah tangga berpendapatan tinggi lebih mampu menyediakan makanan bergizi dan layanan kesehatan yang diperlukan untuk mencegah stunting. Selain itu lingkungan yang buruk dapat menyebabkan bayi kehilangan nutrisi penting untuk pertumbuhan. Selanjutnya faktor genetik kemungkinan besar bertanggung jawab atas hubungan antara perawakan pendek ibu dan kegagalan pertumbuhan linier pada anak-anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristik orang tua terhadap kejadian stunting pada bayi balita di wilayah kerja Puskesmas Tarumajaya tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah cross sectional menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Variabel dependen yang digunakan adalah stunting, sedangkan variabel independen adalah status gizi, lingkungan, ekonomi keluarga dan hereditas. Analis data menggunakan regresi ordinal berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara status gizi, lingkungan dan hereditas terhadap kejadian stunting pada bayi balita, sementara tidak terdapat pengaruh signifikan antara ekonomi keluarga terhadap kejadian stunting pada bayi balita.  Kata Kunci: Stunting, Status Gizi, Lingkungan, Ekonomi Keluarga, Hereditas
Pengaruh Senam Dismenore Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri di Desa Cikeas Udik Kecamatan Cikeas Bogor Panjaitan, Rumondang; Khairiah, Rahayu
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.10982

Abstract

ABSTRACT WHO in 2017 stated that the incidence of dysmenorrhea in the world reached 1,769,425 people (90%). In the United States, the incidence of dysmenorrhea is around 60%, and in Sweden, it is 72%. Dysmenorrhea impacts the economic loss in the United States every year which is estimated at 600 million hours worked and two billion dollars. While in Indonesia the prevalence rate of dysmenorrhea reached 64.52% consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36 secondary dysmenorrhea, while the incidence rate of dysmenorrhea in West Java was 54.9% consisting of 24.5% experiencing mild dysmenorrhea. 21.28% had moderate dysmenorrhea and 9.36% had severe dysmenorrhea. One of the non-pharmacological therapies to treat menstrual pain is by doing dysmenorrhea exercises. Determine the effect of dysmenorrhea exercise on reducing menstrual pain in young women. Quasi experimental with one group pretest-posttest design. The sample in this study were all young women who live in RT. 03 RW. 07 Village of Cikeas Udik in June 2023 as many as 30 people. The sampling technique uses total sampling. The frequency distribution of the intensity of menstrual pain before doing dysmenorrhea exercises was mostly with mild-moderate pain (66.7%) and afterward mild-moderate pain (90.0%). There is an effect of dysmenorrhea exercise on reducing menstrual pain in young women (p. value 0.000). There is an effect of dysmenorrhea exercise on reducing menstrual pain in young women. It is hoped that young women will be more active in activities, especially holding dysmenorrhea gymnastics every month so that problems with dysmenorrhea pain can be resolved. Keywords: Dysmenorrhea Gymnastics, Menstrual Pain, Young Women  ABSTRAK WHO thun 2017 menyebutkan angka kejadian dysminorrhea didunia mencapai 1.769.425 jiwa (90%). Di Amerika Serikat presentase kejadian dysmenorrhea sekitar 60%, dan Swedia 72%. Dysmenorrhea berdampak pada kerugian ekonomi di Amerika Serikat setiap tahun yang diperkirakan mencapai 600 juta jam kerja dan dua miliar dolar. Sementara di Indonesia angka prevalensi dysmenorrhea mencapai 64,52 % yang terdiri dari 54,89% dysmenorrhea primer dan 9,36 dysmenorrhea sekunder, sedangkan angka kejadian dysmenorrhea di jawa barat sebanyak 54,9% yang terdiri dari 24,5% mengalami dysmenorrhea ringan, 21,28% mengalami dysmenorrhea sedang dan 9,36% mengalami dysmenorrhea berat. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri haid yaitu dengan melakukan senam dismenorea. Mengetahui pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini seluruh remaja putri yang berdomisili di RT. 03 RW. 07 Desa Cikeas Udik pada bulan Juni 2023 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total  sampling. Distribusi frekuensi intensitas nyeri haid sebelum melakukan senam dismenore sebagian besar dengan nyeri ringan-sedang (66,7%) dan sesudahnya  nyeri ringan-sedang (90,0%). Ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri (p. value 0,000). Ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan remaja putri lebih aktif dalam kegiatan, terutama mengadakan senam dismenore setiap bulannya agar masalah dalam nyeri dismenore dapat teratasi. Kata Kunci: Senam Disminore, Nyeri Haid, Remaja Putri
Peran Keluarga, Lintas Sektor Serta Kader Terhadap Kunjungan Balita ke Posyandu di Puskesmas Cicinde Kabupaten Karawang Juwitaningsih, Sri; Khairiah, Rahayu
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10787

Abstract

ABSTRACT By weighing toddlers regularly at the posyandu, cases of malnutrition and malnutrition can be detected early, because the growth of toddlers can be monitored intensively. The earlier it is detected, the faster cases of malnutrition or malnutrition can be handled. Meanwhile, the average level of community participation in weighing their toddlers at the posyandu at the Cicinde Health Center in 2022 is 69.7%. One of the factors causing the low number of visits to the toddler posyandu at the Cicinde Health Center is due to the lack of public knowledge about the importance of the toddler posyandu, as well as the lack of support from cadres and community leaders (cross-sectors), causing people to be reluctant to visit the toddler posyandu. The general objective of this research is to know the role of the family, cross-sectoral and cadres for toddler visits to posyandu at the Cicinde Health Center, Karawang Regency in 2023. The research design used is a quantitative type, in this study an analytic method was used with a cross sectional approach. The population in this study were toddlers who came to posyandu at the Cicinde Health Center, Karawang Regency in February 2023, totaling 196 people. The number of samples used in the study were 76 respondents. The results of the Chi Square bivariate show that there is a relationship between the role of the family and the visit of toddlers to posyandu with a p-value of 0.000 <0.05. There is a cross-sectoral role relationship to toddler visits to posyandu with a p-value of 0.014 <0.05. There is a relationship between the role of cadres on toddler visits to posyandu with a p-value of 0.045 <0.011. Toddler visits to posyandu need to involve cross-sectors, cadre empowerment, family participation. Community Health Centers and Cross Sector work together to develop a strategy to increase visits by toddlers to posyandu. Keywords: The Role of the Family, Cross Sector, The Role of Posyandu Cadres, Toddler Visits  ABSTRAK Dengan menimbang balita rutin di posyandu dapat segera terdeteksi secara dini kasus gizi kurang dan gizi buruk, dikarenakan pertumbuhan balita dapat dipantau secara intensif. Semakin dini terdeteksi, maka kasus gizi kurang atau gizi buruk dapat semakin cepat ditangani. Sedangkan rerata tingkat partisipasi masyarakat untuk menimbang balitanya di posyandu di Puskesmas Cicinde tahun 2022 sebesar 69,7%. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kunjungan posyandu balita di Puskesmas Cicinde adalah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya posyandu balita, serta dukungan dari kader beserta tokoh masyarakat (lintas sektor) yang kurang sehingga menyebabkan masyarakat menjadi enggan mendatangi posyandu balita. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya Peran Keluarga, lintas sektor Dan Kader Terhadap kunjungan balita ke posyandu Di Puskesmas Cicinde Kabupaten Karawang Tahun 2023. Desain Penelitian yang digunakan jenis kuantatif, dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang datang ke posyandu di Puskesmas Cicinde Kabupaten Karawang pada bulan Februari tahun 2023 yang berjumlah 196 orang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 76 responden. Hasil Bivariat Chi Square menunjukkan ada hubungan peran keluarga terhadap kunjungan balita ke posyandu dengan p-value 0,000 < 0,05. Ada hubungan peran lintas sektor terhadap kunjungan balita ke posyandu dengan p-value 0,014< 0,05. Ada hubungan peran kader terhadap kunjungan balita ke posyandu dengan p-value 0,045< 0,011. Kunjungan balita ke posyandu perlu melibatkan lintas sektor, pemberdayaan kader, partisipasi keluarga. Puskesmas dan Lintas Sektor bekerjasama menyusun strategi peningkatan kunjungan balita ke posyandu. Kata Kunci: Peran Keluarga, Lintas Sektor, Peran Kader Posyandu, Kunjungan Balita