Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Chili Oil Amna, Amna; A B, Subhan; Dewi, Ratna; Syahidin, Syahidin; AS, Amru Bin; Khadijah , Khadijah; Hairunnas, Hairunnas; Kamarudin, Anna Permatasari
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 6 (2023): December, Pages 457 - 580
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i6.873

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat telah diadakan di Desa Gunung Bahgie. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 orang Mitra yang berasal dari masyarakat desa, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Panen cabai merupakan masalah utama di kebanakan desa di Kabupaten Aceh Tengah. Saat panen besar, harga cabai akan jatuh dan ini akan merugikan petani. Salah satu cara agar cabai dapat bertahan lama adalah dengan cara mengolahnya. Salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi chili oil. Chili oil dapat digunakan sebagai sambal yang memberikan rasa pedas pada hampir kebanyakan panganan, baik yang dijajakan maupun pada skala rumah tangga. Produk chili oil apabila diusahakan secara serius dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hasil dari Pre Test dan Post Test yang dilakukan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan Mitra setelah diberikan pelatihan pengolahan chili oil.  Hasl pengisisan borang penilaian evaluasi pelaksanaan juga menunjukkan terdapat penilaian yang positif dari Mitra kepada Tim Pengabdi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini. Penilaian yang terbaik adalah sangat setuju sebanyak 100% atau 18 orang Mitra dan menyatakan akan mengikuti kegiatan PkM ini apabila kegiatan ini diadakan lagi di desa yang sama.
Meningkatkan Kemampuan Guru SMAN dalam Menyusun Soal-Soal Ujian melalui Workshop di SMAN 10 Takengon Tahun Pelajaran 2018/2019 AS, Amru Bin
Biram Samtani Sains Vol 6 No 1 (2022): Maret : Biram Samtani Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.879 KB) | DOI: 10.55542/jbss.v6i1.183

Abstract

Guru merupakan faktor dominan dalam proses belajar mengajar. Salah satu indicator yang menunjukan bahwa seorang guru tersebut mampu menyusun tes telah banyak dilakukan seperti mengikuti penataran dan pelatihan lainnya. Dari hasil evaluasi terhadap kedua bentuk upaya tersebut, ditemukan belum banyak memberikan sumbangan terhadap professional guru. Workshop ini dilaksanakan oleh peneliti pada bulan November sampai dengan Desember 2018 sekaligus sebagai pengumpulan data Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subjek penelitian adalah guru-guru SMAN 10 Takengon dengan jumlah 31 orang, objek penelitian terkait dengan penyusunan tes hasil belajar siswa. Sumber data berasal tes guru dalam menyusun soal mata pelajaran. Penelitian berlangsung dalam 5 kali pertemuan, 2 kali siklus dengan masing-masing: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Semua data terkumpul dianallisis dengan menggunakan deskriftif persentasi. Dan hasilnya adalah terjadi peningkatan yang cukup signifikan antara siklus I dan II. Sebaiknya, pengawas lebih sering melakukan bimbingan dan pengarahan kepada guru-guru dalam penyusunan tes dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja guru itu sendiri
Sosialisasi Manfaat dan Khasiat Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) menjadi Selai Bernilai Ekonomis di Kampus Universiti Pendidikan Sultan Idris, Perak Malaysia Kamarudin, Anna Permatasari; Susanti, Zulida; Purnama, Rizsky Wan; Fadli, Fadli; Jaya, Hanipan Iwan; Yuniara, Ridha; Ramiati, Ramiati; Budi, Hasiun; AS, Amru Bin; Asri, Rahmadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan jenis tanaman berbunga yang biasa terdapat di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara Asean. Biasanya kecombrang digunakan didalam masakan berbahan dasar ikan untuk mengurangi rasa amis. Kandungan kecombrang sangat berkhasiat bagi kesehatan. Tujuan program ini adalah Sosialisasi manfaat dan khasiat bunga kecombrang menjadi selai kecombrang yang bernilai ekonomis. Pengolahan kecombrang menjadi selai merupakan salah satu cara melakukan diversifikasi produk yang menyehatkan. Pengabdian kepada Masyarakat ini telah diadakan di Ruang Serba Guna Bitara Siswa, Kampus Sultan Abdul Jalil Shah, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Tanjung Malim, Perak, Malaysia. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dengan ceramah dan melakukan Tanya-Jawab. Pengolahan bunga kecombrang menjadi selai merupakan salah satu cara menjadi sehat dengan membuat sendiri selai kecombrang dan dapat dikonsumsi dengan roti. Pengolahan ini juga dapat menjadi peluang usaha bagi siapapun karena bunga kecombrang mudah diperoleh. Berdasarkan hasil Pre-Test dan Post Test menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan Mitra terhadap program yang dilaksanakan. Banyak yang belum mengetahui bahwa kecombrang yang termasuk komoditas yang murah dapat diolah menjadi selai yang bernilai ekonomis. Penilaian evaluasi yang dilakukan Mitra menunjukkan Mitra antusias dalam mendapatkan sosialisasi tentang pengolahan kecombrang ini. Mitra juga berkeinginan mengikuti program yang sama dengan tema yang berbeda apabila diadakan lagi
Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan bisnis pengolahan Labu Siam (Sechium edule) kriuk di Desa Mendale, Kebayakan, Aceh Tengah Kamarudin, Anna Permatasari; Diana, Rahma; Erna, Erna; Dewi, Ratna; AS, Amru Bin; Fachri, Husni; Hidayah, Irna; Amiruddin, Amiruddin; Surahman, Bambang; Ananda, Rizki; Amna, Amna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31358

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat ini telah dilakukan di Desa Mendale. Tujuan umum program untuk meningkatkan pengetahuan Mitra mengenai pemanfaatan labu siam yang banyak ditemui, menjadi produk labu siam kriuk. Sementara itu, tujuan khususnya agar masyarakat dapat menciptakan peluang pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan mengisi waktu luang. Pelaksanaan pengabdian telah dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu rumah tangga, yang terdiri dari kader PKK dan masyarakat umumnya. Metode yang dilakukan adalah pemberian materi yang disampaikan dengan ceramah diikuti dengan demonstrasi dan pelatihan. Berdasarkan hasil Pre Test dan Post Test menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan pada Mitra. Hal ini ditunjukkan pada  Pre Test, pernyataan pertama sebanyak 15 orang tidak mengetahui bahwa labu siam dapat diolah menjadi produk lain bukan hanya dimasak sebagai sayur. Pernyataan kedelapan, sebanyak 13 orang tidak mengetahui bahwa labu siam dapat diolah menjadi produk lain selain dibuat sayur. Namun pada hasil Post Test pernyataan pertama, menunjukkan bahwa pengetahuan Mitra telah bertambah sehingga terdapat 20 orang Mitra yang mengetahui bahwa labu siam bukan hanya dibuat sayur. Pernyataan kedelapan terdapat 20 orang Mitra yang mengetahui labu siam dapat dibuat produk-produk lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan program mendapatkan penilaian yang baik seperti, acara sesuai dengan rencana, 100% Mitra ‘Setuju’ dan materi runtut 100% Mitra ‘Setuju’. Kata kunci: pemberdayaan; inovasi; bisnis; pengolahan; labu siam Abstract This Community Service has been carried out in mendale Village. The general objective of the program is to increase Partners’ knowledge about the use of chayote which is widely found to become crispy chayote products. Meanwhile, the specific objecticve is for the community to be able to create job oppotunites, increase income and fill their free time. The implementation of the service has been attended by 20 housewives, consisting of PKK cadres and the general public. The method used is the provision of material delivered through lectures followed by demonstrations and training. Based on the results of the Pre Test and Post Test, it shows that there has been an increase in knowledge among Partners. Thus is shown in the Pre Test, the first statement is that 15 people do not know that chayote can be processed into other products, not just cooked as vegetables.  The eight statement, 13 people do not know that chayote can be processed into other products besides being made into vegetables. However, in the results of the Post Test, the first statement shows that Partners’ knowledge has increased so that there are 20 Partners who know that chayote is not only made into vehetable. The eighth statement is that 20 Partners know that chayote can be made into other products. The evaluation results showed that the implementation of the program received a good statement, such as the even was in accordance with the plan, 100% Partners ‘Agreed’ and the material was coherent, 100% of Partners ‘Agreed’.  Keywords: empowerment; innovation; business; processing; chayote