Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN TRADISI LISAN BEDANDENG SUKU KUTAI SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Setyawati, Meita; Indrahastuti, Tri; Arifin, Syaiful; Nurdin; Ulwatunnisa, Marwah
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13417

Abstract

Tradisi lisan Bedandeng merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Suku Kutai di Kalimantan Timur yang memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Namun, dalam praktik pembelajaran, sastra lisan lokal masih jarang dimanfaatkan secara optimal sebagai materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tradisi lisan Bedandeng sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menelaah bentuk puisi lama dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan penutur Bedandeng serta dokumentasi tuturan tradisi lisan yang masih berkembang di masyarakat Suku Kutai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bedandeng memiliki karakteristik struktural yang sesuai dengan bentuk puisi lama, khususnya syair, yang ditandai oleh keteraturan bait, larik, dan rima. Selain itu, tuturan Bedandeng mengandung nilai-nilai budaya yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi lisan Bedandeng dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan bermakna, serta berkontribusi dalam penguatan literasi budaya dan pendidikan karakter peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal.
Representasi Krisis Ekologis dalam Cerita Rakyat Genting dan Gentas: Kajian Ekokritik Sastra Lawrence Buell: The Representation of the Ecological Crisis in the Folktales of Genting and Gentas: An Ecocritical Study of Literature by Lawrence Buell Lavenia, Ryca Anggun; Ulwatunnisa, Marwah
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 16 No. 2 (2026): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v16i2.53918

Abstract

The application of literary ecocriticism in analyzing folklore is important to develop. Folklore depicts greed, environmental destruction, and the loss of ecosystem balance caused by human actions. Genting and Gentas are works of local literature from East Kalimantan that show ecological imbalances in a country, such as drought, which have an impact on the lives of its people. This study aims to provide an overview of the environmental issues in the stories of Genting and Gentas, as well as to describe the environmental ethics principles contained therein. This study uses Lawrence Buell's literary ecocriticism approach and a literature study that focuses on reference materials. The results of the study show that the presence of ecological disasters in the form of long droughts is caused by human negligence in decision-making and extravagant habits that undermine the legitimacy of nature as the basis of life, represented by the community's violation of environmental ethics principles. This research can be used as local teaching material on environmental awareness, as well as a reminder of the spiritual relationship between humans and nature. Applying environmental ethics from the ground up has a positive impact on sustainable living.