Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Penguatan Identitas Budaya Anak Migran Indonesia melalui Pendidikan Non-Formal di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Malaysia Rohman, Anggun Victory Abdul; Nugroho, Agung; Nasution, Ikhwan Fauzi
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 5, No. 1, April 2025
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v5i1.231

Abstract

Pembentukan identitas budaya anak migran Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia sangatlah penting. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong dalam membantu anak migran Indonesia untuk mempertahankan identitas budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik dan pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara online via google meet, dan dokumentasi dengan validasi triangulasi sumber dan teknik, serta analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong berhasil mempertahankan identitas budaya anak migran Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti ekstrakulikuler tari, pengenalan budaya lokal, metode pembelajaran interaktif, program kreativitas, dan kegiatan religius, yang berdampak positif pada peningkatakan kemampuan berbahasa Indonesia.
Student Strategy Profile in Solving Word Problems Based on Polya’s Novitasari, Riska Wahyu; Santi, Erika Eka; Ekayanti, Arta; Nasution, Ikhwan Fauzi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1187

Abstract

Siswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Keberagaman minat belajar siswa terhadap matematika berdampak pada semangat siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil strategi siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur Polya ditinjau dari minat belajar. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Empat siswa kelas C Sanggar Bimbingan Kepong Malaysia sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa pada tahap memahami masalah, subjek dengan minat belajar tinggi cenderung bertanya kepada peneliti untuk memastikan pemahamannya sudah benar, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah membaca soal berulang-ulang. Pada saat menyusun rencana, subjek dengan minat belajar tinggi menulis rencana penyelesaian tahap demi tahap, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah, berdiskusi untuk menemukan rencana penyelesaian. Tahap melaksanakan rencana, subjek dengan minat belajar tinggi menghitung menggunakan kelipatan, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah menghitung dengan bantuan jari. Tahap peninjauan kembali, subjek dengan minat belajar tinggi menghitung kembali setiap hasil yang diperoleh, dan tahap ini cenderung tidak dilakukan oleh subjek dengan minat belajar rendah. Solving word problems is more complex than solving questions in numerical form. This research aims to describe students' profiles in solving word problems involving whole number operations, analyzed through the lens of Polya's procedural framework. A qualitative descriptive method was employed, selecting four students from Class C at Sanggar Bimbingan Kepong, Malaysia, as subjects. Two of these students exhibited high interest in learning, while the other two showed low interest. Data collection instruments included tests and interviews. Analysis was conducted descriptively, adhering to Polya's procedure. The findings indicate that students with a high interest in learning could systematically and coherently address understanding the problem, devising a resolution plan, executing the plan, and reviewing their results. In contrast, students with low interest displayed varying levels of performance. Subject A managed to progress through to the review stage, developing a coherent plan, arriving at the correct answer, and reviewing their results. Conversely, Subject N only reached the problem-understanding stage.
Sosialisasi Pengawasan Orang tua dalam Penggunaan Gadget terhadap Anak pada Wali Murid di SB Muhammadiyah Kepong, Wilayah Persekutuan Malaysia Widiawati, Suci; Mahardani, Ardhana Januar; Cahyono, Hadi; Nasution, Ikhwan Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 3 (2023): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i3.45

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak. Anak perlu diarahkan dalam mengakses gadget, apa yang boleh diakses dan tidak boleh diakses anak. Orang tua harus memiliki pemahaman tentang manfaat penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada orang tua mengenai pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak murid Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini yaitu penyampaian materi dan diskusi tanya jawab. Tujuan kegiatan ini yaitu agar para orang tua lebih peduli terhadap pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini memberikan wawasan atau pengetahuan mengenai dampak positif dan dampak negatif penggunaaan gadget serta bagaimana cara melakukan pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para orangtua menjadi lebih mengetahui dan memahami pentingnya peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak.