Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI PENILAIAN LOKASI PELEDAKAN SEBAGAI INDIKATOR PENGENDALIAN RISIKO DAN BAHAYA DI AREA PIT SUBAN JERIJI SELATAN DAN PIT BANKO TENGAH BLOK A PT BUKIT ASAM Tbk, TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Bella Puteri Ramadhani; Suhaediman Gumanti; Ridho Yovanda
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kegiatan peledakan yang merupakan tahap krusial dalam penambangan batuan keras, karena efektif dalam pembongkaran namun juga menyimpan risiko tinggi bagi keselamatan pekerja, peralatan, dan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penilaian lokasi peledakan sebagai indikator pengendalian risiko di dua area tambang PT Bukit Asam Tbk, yaitu Pit Suban Jeriji Selatan (SJS) dan Banko Tengah Blok A (BTA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung lapangan, mencakup penggunaan form assessment dan pengumpulan data peralatan peledakan. Evaluasi dilakukan dengan sistem skoring, di mana total skor maksimal adalah 300 poin mengindikasikan kondisi aman bila tercapai. Hasil menunjukkan bahwa di Pit SJS, 7 lokasi dievaluasi dan 35 % di antaranya berhasil memperoleh skor di atas 270 poin, menunjukkan area tersebut secara keseluruhan sudah aman untuk dilaksanakan kegiatan peledakan. Penelitian ini juga mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Kaidah Teknik Pertambangan yang baik, sebagai acuan penerapan standar keselamatan dalam kegiatan peledakan.
EVALUASI PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN PELEDAK TERHADAP BATUAN HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN PIT 2 BANKO BARAT PT BUKIT ASAM Tbk Orin Arneta; Ridho Yovanda; Dedi Yansen
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap komponen kunci dan efektivitas kegiatan peledakan di area pertambangan PT Bukit Asam, khususnya di Pit 2 Banko Barat. Tujuan utamanya adalah untuk menentukan distribusi fragmentasi batuan hasil peledakan secara kuantitatif, karena hal ini merupakan faktor kritis yang memengaruhi produktivitas seluruh siklus operasi penambangan, mulai dari kemudahan penggalian (digging) hingga efisiensi alat peremuk (crusher). Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menerapkan metodologi yang sistematis, diawali dengan observasi lapangan untuk mengamati langsung setiap tahapan proses peledakan, mulai dari persiapan lubang ledak hingga pengujian pasca-ledakan. Pengumpulan data primer mencakup parameter geometri peledakan (burden dan spasi), jenis bahan peledak yang digunakan seperti ANFO dan Powergel, serta dokumentasi visual tumpukan material hasil ledakan (muckpile). Data ini dilengkapi dengan data sekunder berupa kondisi geologi area tersebut. Puncak analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Split Desktop, yang menganalisis citra digital dari muckpile untuk menghasilkan kurva distribusi fragmentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dan bahan peledak yang digunakan telah disesuaikan dengan kondisi lapangan, di mana efektivitasnya divalidasi melalui data fragmentasi terukur yang menjadi dasar untuk optimasi peledakan selanjutnya.
EVALUASI TEKNIK PENANGANAN SWABAKAR PADA STOCKPILE DI PT BUDI GEMA GEMPITA, LAHAT, SUMATERA SELATAN Pingky Yuito; Ridho Yovanda; Aris Susilo
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap teknik penanganan swabakar yang saat ini diterapkan di PT Budi Gema Gempita. Untuk mencapai tujuan ini, digunakan metode penelitian gabungan yang meliputi observasi lapangan untuk mengamati praktik penimbunan dan penanganan, pengukuran suhu secara berkala menggunakan termogun industri untuk mendeteksi titik panas, wawancara dengan operator untuk memahami prosedur standar, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa faktor pemicu utama swabakar di lokasi adalah kombinasi dari karakteristik internal batubara, yaitu tingginya kadar Total Moisture (31,36%) dan volatile matter (40,45%), yang diperparah oleh lama penyimpanan melebihi dua bulan. Pengukuran suhu lapangan berhasil mendeteksi adanya titik kritis di Seam 6 dengan temperatur mencapai 72°C, mengindikasikan proses oksidasi yang sudah berjalan lanjut dan memerlukan penanganan segera. Studi ini mengevaluasi dua metode penanganan: penggunaan excavator saja dan kombinasi excavator dengan cairan kimia. Terbukti bahwa penanganan konvensional dengan membongkar dan mendinginkan tumpukan menggunakan excavator cukup efektif untuk disipasi panas. Namun, metode kombinasi yang menyemprotkan cairan kimia setelah pembongkaran menunjukkan hasil yang jauh lebih superior, karena mampu menurunkan suhu secara drastis dan lebih cepat sekaligus menghentikan proses oksidasi dengan melapisi permukaan batubara, sehingga menawarkan solusi yang lebih efisien dan tuntas.
KAJIAN GEOMETRI JALAN ANGKUT DUMP TRUCK DARI FRONT PIT I SAMPAI DISPOSAL AREA UNTUK PENGANGKUTAN OVERBURDEN DI PT LONG DALIQ PRIMACOAL Ferri Irawan; Ridho Yovanda; Reni Arisanti
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dan evaluasi mendalam terhadap kondisi geometri jalan angkut yang digunakan oleh unit dump truck dari area penambangan Front Pit I sampai ke Disposal Area di wilayah operasional PT Long Daliq Primacoal. Latar belakang dari studi ini adalah pemahaman bahwa jalan angkut merupakan urat nadi kegiatan penambangan yang efisiensinya sangat menentukan produktivitas. Geometri jalan angkut yang tidak sesuai dengan standar teknis dan keselamatan dapat memicu berbagai risiko operasional serius. Permasalahan ini tidak hanya dapat menyebabkan kecelakaan fatal yang membahayakan operator, tetapi juga mengakibatkan kerusakan dini pada komponen vital peralatan seperti ban dan suspensi, serta menyebabkan penurunan efisiensi pengangkutan overburden akibat perlambatan waktu siklus dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Dalam penelitian ini, metodologi yang diterapkan adalah survei langsung di lapangan untuk pengumpulan data aktual. Data tersebut kemudian diolah melalui analisis kuantitatif untuk menilai parameter-parameter kunci geometri jalan, meliputi lebar jalan pada segmen lurus dan tikungan, tingkat kemiringan (grade), serta radius tikungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting di PT Long Daliq Primacoal memiliki beberapa kekurangan signifikan, seperti beberapa segmen jalan yang lebarnya tidak memadai untuk lalu lintas dua arah dan tingkat kemiringan yang melebihi batas aman. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan beberapa perbaikan teknis, seperti pelebaran jalan dan pelandaian lereng, untuk meningkatkan faktor keselamatan dan mengoptimalkan efisiensi pengangkutan overburden secara berkelanjutan.
EVALUASI BIAYA KONSUMSI BAHAN BAKAR DALAM KEGIATAN COAL GETTING SEAM E BLOK KUNGKILAN PT BUMI MERAPI ENERGI Rinda Belinda; Reni Arisanti; Ridho Yovanda
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Bumi Merapi Energi (BME) menghadapi tantangan dalam optimasi penggunaan bahan bakar solar industri untuk armada angkutnya, yang krusial untuk efisiensi biaya operasional. Perusahaan mengandalkan dump truck kelas 30 ton untuk mengangkut batubara, sehingga perencanaan konsumsi bahan bakar yang selaras dengan target produksi menjadi prioritas utama. Penelitian ini dilakukan di lokasi penambangan Blok Kungkilan PT BME, yang secara administratif terletak di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Proses pemuatan batubara di area pit menggunakan alat muat berupa excavator Hyundai K40. Efektivitas kegiatan operasional ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kondisi area kerja yang dinamis, metode dan pola pemuatan yang diterapkan, serta waktu siklus (cycle time) dari alat muat. Analisis terhadap faktor-faktor ini penting untuk memahami produktivitas alat dan konsumsi bahan bakar yang diperlukan. Studi ini mengkalkulasikan total konsumsi bahan bakar aktual pada unit dump truck renault K40. Berdasarkan data operasional selama shift siang dan malam, ditemukan bahwa total penggunaan bahan bakar solar untuk satu unit mencapai 134.910.650 dalam satuan yang relevan (misalnya, Rupiah atau liter, tergantung konteks asli penelitian), yang menyoroti besarnya biaya energi dalam siklus produksi.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA WORKSHOP DI PT LEMATANG COAL LESTARI (LCL) MUARA ENIM Niky Oktariza; Ridho Yovanda; Aris Susilo
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pertambangan batubara PT LCL di Muara Enim yang intensif menggunakan alat berat menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari area workshop, sehingga pengelolaan yang patuh regulasi menjadi krusial untuk mencegah risiko lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis limbah B3 yang dihasilkan dan mengevaluasi tingkat kesesuaian sistem pengelolaannya berdasarkan PERMEN LHK No. 6 Tahun 2021. Melalui metode deskriptif evaluatif, data dikumpulkan dengan observasi langsung di workshop dan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), wawancara dengan personel, serta analisis dokumen seperti logbook dan manifes. Hasil identifikasi menunjukkan limbah B3 yang dominan meliputi oli bekas, filter bekas, aki bekas, majun terkontaminasi, dan kemasan B3 bekas. Alur pengelolaan di perusahaan sudah terstruktur, mulai dari pewadahan, pengumpulan, hingga penyimpanan di TPS sebelum diserahkan ke pihak ketiga pengolah berizin. Evaluasi menyimpulkan bahwa sebagian besar aspek pengelolaan, seperti konstruksi TPS, pemisahan jenis limbah, dan kontrak pihak ketiga, telah memenuhi peraturan. Namun, masih ditemukan kekurangan minor yang memerlukan perbaikan, terutama pada kelengkapan pelabelan di setiap wadah limbah dan praktik penataan atau housekeeping di dalam TPS yang belum optimal.
ANALISIS REVEGETASI PADA LAHAN REKLAMASI TAMBANG BATU KAPUR DISPOSAL 4 DI PT SEMEN BATURAJA Tbk Randu Ramadhanu; Ridho Yovanda; Rodiyah Nursani
Jurnal Humaniora dan Sosial Sains Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Semen Baturaja Tbk menjalankan kegiatan penambangan batu kapur dengan metode terbuka yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, khususnya terhadap struktur dan fungsi tanah. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, dilakukan kegiatan reklamasi pascatambang melalui metode revegetasi guna memulihkan kembali kondisi ekologis lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tanaman yang cocok serta mengevaluasi tingkat keberhasilan revegetasi pada lahan reklamasi Disposal 4 dengan tahun tanam 2020. Metode yang digunakan meliputi identifikasi jenis tanaman, pengukuran diameter, tinggi dan kesehatan tanaman, serta analisis kuantitatif berdasarkan indikator keberhasilan menurut Permenhut P.60/Menhut-II/2009. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penggunaan utama tanaman terpusat pada sengon (Albizia chinensis) dan asam jawa (Tamarindus indica). Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa keberhasilan revegetasi tergolong baik, ditandai dengan jumlah tanaman per hektar yang memenuhi standar minimum serta tingkat kesehatan tanaman yang melebihi 80%.Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan jenis tanaman yang adaptif serta penerapan pemeliharaan yang tepat dalam mendukung keberhasilan reklamasi lahan pascatambang.