Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Tes Essay Berbasis Kemampuan Berpikir Kritis Materi Suhu dan Kalor Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Nabilah, Nurul; Umma, Diva Khairina; Nasution, Sova Marwah; Putri, Mentari Darma
Jurnal Inovasi Pendidikan Sains (JIPS) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/jips.v6i2.5999

Abstract

Kemampuan berpikir merupakan proses berpikir menganalisis, mengeval__uasi, dan mensintesis informasi secara logis. Keterampilan ini berperan penting dalam membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat ujian esai berbasis keterampilan berpikir kritis pada materi suhu dan kalor untuk siswa sekolah menengah di Langsa provinsi Aceh. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian dan pengembangan (R&D) berdasarkan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan eval__uasi. Penelitian ini melibatkan 27 siswa kelas VII dari salah satu sekolah menengah di kota Langsa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai 10 pertanyaan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil uji instrumen dianalisis menggunakan aplikasi ANATES untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesulitan soal. Analisis data menunjukkan bahwa dari 10 pertanyaan, 9 pertanyaan dinyatakan valid dan 1 pertanyaan dinyatakan tidak valid. Nilai reliabilitas sebesar 0,94 menunjukkan konsistensi yang sangat baik. Analisis spesifisitas menghasilkan sembilan pertanyaan yang diklasifikasikan dalam kategori “sangat baik” dan satu pertanyaan yang diklasifikasikan dalam kategori “diragukan”. Dilihat dari tingkat kesukaran soal, terdapat 7 soal yang tergolong sedang dan 3 soal yang tergolong sukar. Secara keseluruhan instrumen tes yang dikembangkan terbukti valid dan reliabel dalam mengukur kemampuan berpikir kritis siswa.
Validity and Reliability of Science Literacy Assessment Instruments for Measuring Science Competencies in the Context of PISA 2025 using the Rasch Model Putri, Mentari Darma; Fitria, Dini; Nurlaini; Berutu, Nur Jannah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 1 (2026): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/n0sjn231

Abstract

Science literacy is a key competency for preparing students to reason scientifically, interpret evidence, and make informed decisions in real-world contexts. Yet Indonesian students’ performance in international assessments remains below the OECD average, underscoring the urgent need for assessment tools aligned with global standards. This study aimed to develop and validate a PISA 2025–oriented science literacy assessment instrument to support the measurement of senior high school students’ competencies in scientifically explaining phenomena; constructing and evaluating investigation designs; critically interpreting data and evidence; and researching, evaluating, and using scientific information for decision-making and action. Using a research and development approach with the 4-D model, ten context-rich essay items and an analytic scoring rubric (levels 1–4) were produced. Content validity was examined by three experts using Aiken’s V, and empirical validation was conducted with 50 Year 11 students from two senior high schools in Langsa City using the Rasch Model (Winstep). The instrument demonstrated strong content validity (Aiken’s V averages: construction = 0.84, relevance = 0.89, clarity = 0.90). Rasch results showed that 8 of 10 items met fit criteria, while two items displayed misfit on selected indices but remained positively correlated with the measured construct. Reliability was high (Cronbach’s alpha = 0.85; person reliability = 0.84; item reliability = 0.97), and item difficulty spanned a broad range, enabling discrimination across students’ ability levels. The novelty of this work lies in producing a Rasch-validated, constructed-response instrument explicitly aligned with the revised PISA 2025 science competency structure, including the new competency on evaluating and using scientific information in digital contexts. In conclusion, the instrument is suitable for limited classroom and research use. It provides a practical contribution to physics education by strengthening evidence-based assessment of scientific reasoning and decision-making in physics-related and environmental contexts.
Pengaruh Project Based-Higher Order Thinking Skills (PjB-HOTS) Learning Berbasis Etnofisika Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa SMA Fitriana, Desi; Nafaida, Rizky; Yakob, Muhammad; Mustika, Dona; Putri, Mentari Darma
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 8 No 02 (2025): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v8i02.13430

Abstract

Kemampuan berpikir analitis merupakan salah satu bentuk berpikir tingkat tinggi karena termasuk dalam ranah kognitif tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based-Higher Order Thinking Skills (PjB-HOTS) Learning berbasis etnofisika terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA pada materi Hukum Bernoulli. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 44 siswa, yaitu 22 siswa pada kelas eksperimen dan 22 siswa pada kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes esai kemampuan berpikir analitis, angket respon siswa, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir analitis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,80 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,36 dengan kategori sedang. Hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model PjB-HOTS Learning berbasis etnofisika terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan model PjB-HOTS Learning berbasis etnofisika menunjukkan tanggapan yang positif. Dengan demikian, secara keseluruhan penerapan model pembelajaran PjB-HOTS Learning berbasis etnofisika berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa SMA pada materi Hukum Bernoulli.