Syofiani
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEMENT DIVISION (STAD) SISWA KELAS V SDN 18 SIMALEGI SIBERUT BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Fia Afriani; Gusnetti; Marsis; Syofiani; Ineng Naini
EDU RESEARCH Vol 5 No 1 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i1.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 18 Simalegi melalui Model Student Teams Achiement Division (STAD). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2022/2023 di SDN 18 Simalegi Kecamatan Siberut Barat. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 18 Simalegi Kecamatan Siberut Barat yang berjumlah 36 orang siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas belajar siswa dan tes hasil belajar. Hasil penelitian bahwa (1) rata-rata persentase aktivitas guru meningkat pada siklus I 72,5% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. (2) persentase siswa yang tuntas pada aktivitas belajar siswa siklus I diperoleh 59,7% meningkat menjadi 83,32% pada siklus II. (3) hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 69,44% menjadi 94,44% pada siklus II. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penggunaan Model Student Teams Achiement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan membaca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 18 Simalegi. Oleh sebab itu, disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan Model Student Teams Achiement Division (STAD) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Indonesia, Hasil Belajar, Model STAD
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATA KULIAH TEORI DAN APRESIASI SASTRA DI PERGURUAN TINGGI Azkiya, Hidayati; Syofiani; Yuza, Arlina; Welianto P, Verly
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v21i2.6645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kevalitan dan kepraktisan e-modul berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) yang menerapkan model pengembangan 4-D. Adapun Instrumen penelitian adalah lembar validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dosen ahli materi tentang aspek kelayakan isi dan keterpaduan dengan nilai 92% berkategori sangat valid. Sedangkan dari dosen ahli desain berdasarkan aspek penyajian dan kegrafisan 87% dengan kategori valid. Selanjutnya, dosen ahli bahasa dengan aspek kebahasaan dengan nilai 93% berkategori sangat valid. Berdasarkan hasil penilaian ketiga dosen tersebut, didapatkan rata-rata keseluruhan 90% dengan kategori sangat valid. Untuk uji praktikalitas dosen diperoleh rata-rata 93% berkategori sangat praktis sedangkan mahasiswa diperoleh rata-rata 95% berkategori sangat praktis. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Teori dan Apresiasi Sastra dengan materi puisi dapat dikategorikan sangat valid dan sangat praktis.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PADA METODE PjBL UNTUK BELAJAR MENULIS CERITA PENDEK PADA SISWA SMA PADANG Morelent, Yetty; Syofiani; Yulisna, Risa; Nissa, Fhazilla Fathi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v22i2.7799

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan produk modul berbasis PjBL terhadap materi pembelajaran menulis teks cerpen siswa SMA di Padang. Jenis penelitian pada artikel ini menggunakan model 4D yang memiliki 4 tahap. Hasil dari penelitian ini adalah validitas Modul Berbasis Metode PjBL untuk pembelajaran menulis cerpen sebesar 85,69 (valid). Praktikalitas modul oleh guru 94,11 (sangat praktis). Uji coba pertama menunjukkan tingkat praktisi siswa 90,41 (sangat praktis), sedangkan uji coba kedua menunjukkan tingkat praktisi 92,46 (sangat praktis). Efektivitas modul berasal dari nilai hasil belajar pretes siswa dengan nilai 66,4 (cukup) dan postes dengan rata-rata 78,0 (baik), serta aktivitas dengan ketercapaian 85,6 (baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul berbasis PjBL memiliki tiga tahap, yaitu pendefinisian dan perancangan juga pengembangan. Selain itu, modul berbasis metode PjBL valid, praktis, dan juga efektif dalam mengajarkan menulis teks cerpen kepada siswa.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PADA METODE PjBL UNTUK BELAJAR MENULIS CERITA PENDEK PADA SISWA SMA PADANG Morelent, Yetty; Syofiani; Yulisna, Risa; Nissa, Fhazilla Fathi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v22i2.7799

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan produk modul berbasis PjBL terhadap materi pembelajaran menulis teks cerpen siswa SMA di Padang. Jenis penelitian pada artikel ini menggunakan model 4D yang memiliki 4 tahap. Hasil dari penelitian ini adalah validitas Modul Berbasis Metode PjBL untuk pembelajaran menulis cerpen sebesar 85,69 (valid). Praktikalitas modul oleh guru 94,11 (sangat praktis). Uji coba pertama menunjukkan tingkat praktisi siswa 90,41 (sangat praktis), sedangkan uji coba kedua menunjukkan tingkat praktisi 92,46 (sangat praktis). Efektivitas modul berasal dari nilai hasil belajar pretes siswa dengan nilai 66,4 (cukup) dan postes dengan rata-rata 78,0 (baik), serta aktivitas dengan ketercapaian 85,6 (baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul berbasis PjBL memiliki tiga tahap, yaitu pendefinisian dan perancangan juga pengembangan. Selain itu, modul berbasis metode PjBL valid, praktis, dan juga efektif dalam mengajarkan menulis teks cerpen kepada siswa.
PROBLEMATIKA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI MIN 1 BUNGO Ahmad Farhan Alisnaini; Rika Novita; Syofiani; Rieke Alyusfitri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11700

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the world of education, including at the madrasah ibtidaiyah level. The implementation of digital-based learning has become one of the strategic efforts to improve the quality of learning, but in practice, it still faces various challenges at the teacher level. This study aims to describe and analyze the problems faced by teachers in implementing digital-based learning at MIN 1 Bungo. This study uses a qualitative approach with a case study research type. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation studies involving teachers and madrasah management. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and continuous conclusion drawing. The results of the study show that the problems faced by teachers in digital-based learning include limited digital pedagogical competence, unpreparedness in designing interactive digital learning, limited supporting facilities and infrastructure, and resistance to changes in the learning paradigm. In addition, the lack of optimal policy support and teacher professional development programs also affects the effectiveness of digital-based learning implementation. However, this study also found good practices that show the great potential of digital learning when supported by teacher competence, adequate facilities, and a school culture that is adaptive to innovation. The conclusion of this study emphasizes that the implementation of digital-based learning in madrasah ibtidaiyah requires a comprehensive and sustainable approach, not only focusing on the provision of technology, but also on strengthening teacher competencies, institutional support, and the integration of educational values. The findings of this study are expected to serve as a reference for policy makers and education practitioners in developing contextual digital learning strategies oriented towards improving the quality of learning.