Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pelaku Kenakalan Remaja “Klitih” dalam Perspektif Teori Asosiasi Diferensial Sutherland Ciek Julyati Hisyam; Alma Miftaqiyah; Aryo Anargya Hakim Putra; Chieka Aisyah Kinanti; Dela Novi Ardani; Nadya Petricia Lubis; Sylmi Adila
Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Harmoni : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/harmoni-widyakarya.v1i4.1620

Abstract

This study aims to analyze the forms of deviant behavior commonly practiced by teenagers, one of which is "klitih" from Sutherland's perspective in the "Differential Association" theory. The author used a qualitative method by analyzing relevant reading sources, publications, and so on for this discussion. From the results of the conducted study, it is known that Sutherland's theory has a strong connection in explaining how perpetrators of "klitih," predominantly teenagers in Yogyakarta, are able to engage in actions that endanger themselves and the lives of others based on the premises that have been put forward.
Persepsi terhadap AI dan Pembentukan Makna Belajar di Era Digital:Studi Kasus pada Siswa SMP di Jakarta Timur Ciek Julyati Hisyam; Mayang Puti Seruni; Aline Nikita; Fairuz Dhiya Putri; Nadya Petricia Lubis; Selvy Gita Cahyani; Sifah Fauziah; Tiara Purnamasari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital yang pesat telah menghadirkan perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini tidak hanya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga turut membentuk ulang cara siswa memahami, mengakses, dan memaknai proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penggunaan AI oleh siswa SMP di Jakarta mempengaruhi kemampuan berpikir kritis, literasi mandiri, serta etika akademik, khususnya dalam konteks potensi terjadinya plagiarisme. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka terhadap dua siswa yang aktif menggunakan AI seperti ChatGPT dalam kegiatan belajar mereka. Kerangka teoritis yang digunakan adalah interaksionisme simbolik, yang menjelaskan bagaimana makna terhadap AI dibentuk melalui interaksi sosial dan pengalaman subjektif siswa dalam lingkup pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimaknai secara ambivalen, di satu sisi sebagai alat bantu yang mempermudah akses informasi dan efisiensi belajar, namun di sisi lain menimbulkan ketergantungan, mengurangi dorongan berpikir kritis, serta meningkatkan risiko plagiarisme. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya intervensi pendidikan yang menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan penguatan nilai-nilai etis dan pengembangan daya nalar pelajar, guna menciptakan ekosistem belajar digital yang adil, reflektif, dan bertanggung jawab.
RELASI KUASA DALAM RUMAH TANGGA PEKERJA INFORMAL: ANALISIS GENDER MODEL HARVARD AKSES DAN KONTROL IBU DAN AYAH TERHADAP SUMBER DAYA EKONOMI KELUARGA Aline Nikita; Dinda Salsabila Inayah; Fairuz Dhiya Putri; Nadya Petricia Lubis; Selvy Gita Cahyani; Sifah Fauziah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika relasi kuasa berbasis gender dalam rumah tangga pekerja informal, khususnya dalam hal pembagian kerja, akses, dan kontrol terhadap sumber daya ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan kerangka Gender Analysis dari Model Harvard, studi ini dilakukan pada keluarga pelaku UMKM kantin Universitas Negeri Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kerja sama dalam aktivitas produktif antara suami dan istri, ketimpangan tetap terjadi dalam pekerjaan domestik dan pengambilan keputusan strategis. Perempuan memiliki akses luas terhadap aktivitas ekonomi harian, tetapi otoritas terhadap sumber daya utama dan keputusan jangka panjang lebih banyak dikuasai oleh laki-laki. Temuan ini memperlihatkan bahwa peran ganda perempuan tidak serta-merta meningkatkan posisi tawar mereka dalam rumah tangga. Relasi kuasa ini diperkuat oleh norma budaya patriarkal yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang otoritas utama dalam rumah tangga. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi struktural dan perubahan normatif untuk mendorong kesetaraan dalam pengelolaan sumber daya keluarga.
Upaya Manajemen Sekolah dalam Menghadapi Hambatan Sarana Prasarana Pendidikan Aline Nikita; Nadya Petricia Lubis; Sifah Fauziah
Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): Bhinneka
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/bhinneka.v1i3.163

Abstract

. In an educational organization or school, it cannot be separated from its relationship with learning media or commonly called facilities and infrastructure. Facilities and infrastructure aim as a place to carry out learning activities and increase student learning motivation. Therefore, facilities and infrastructure are very important to advance and develop the productivity of educational institutions. In addition, the management of infrastructure is one of the things that must be considered so that it can help encourage student achievement and achieve the goals of educational organizations. Facilities and infrastructure have a very important urgency to increase student learning productivity. However, the implementation of facilities and infrastructure management in schools does not always go well. There are problems or obstacles that need to be resolved and overcome so as not to interfere with the learning process. Factors that hinder the management of facilities and infrastructure in schools usually arise from internal and external factors. Therefore, school management needs to make various efforts to overcome these obstacles. This study aims to determine the efforts of school management in overcoming barriers to educational infrastructure. From the method used, namely the qualitative method with literature study techniques, it produces an elaboration which shows that school management efforts in overcoming obstacles to facilities and infrastructure are planning, organizing, procuring, inventorying, distributing, maintaining, eliminating, and monitoring and evaluating.