Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Validity and reliability of the world health organisation-five well being index (WHO-5) questionnaire in early detection of depression during Covid-19 pandemic in Yogyakarta Mutmainnah Siradjuddin; Dyah Aryani Perwitasari; Lalu Muhammad Irham; Haafizah Dania; Tetie Herlina
Pharmaciana Vol 13, No 2 (2023): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v13i2.24319

Abstract

The Covid-19 pandemic in Indonesia, including Yogyakarta, has created a psychological impact on the community. One of the psychological impacts is depression. This issue can be overcome by early detecting depression using an instrument called the World Health Organization-Five Well-Being Index (WHO-5). Unfortunately, this instrument is currently unavailable in the Indonesian version. Therefore, this study aims to obtain a valid and reliable Indonesian version of the WHO-5, which can later be used by pharmacists as an instrument to early detect depression in Indonesia, especially in Yogyakarta. This research employed a cross-sectional design. The research subjects were people who visited Apotek UAD 1 and 2, who met the inclusion and were not included in the exclusion criteria. The WHO-5 questionnaire proceeded through a translation process from the English version to the Indonesian version. The original version of the WHO-5 questionnaire, which was the final translated version, was tested on 40 respondents to gain its validity and reliability. The analysis of the validity test using the Pearson Correlation of five questions on the WHO-5 questionnaire has revealed an average value of r = 1, indicating that the questionnaire is valid. The result of the reliability test with Cronbach Alpha is 0.853. In conclusion, the Indonesian version of the WHO-5 questionnaire meets the validity and reliability criteria so that the questionnaire can apply to the community.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol dan Fermentat Isolat Fungiendofit dari Dengen (Dillenia serrata Thunb.) Mutmainnah Siradjuddin; Rachmat Kosman; Rusli Rusli
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i2.557

Abstract

Angka kematian pasien di Indonesia yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri telah mencapai lebih dari 50% kasus infeksi. Salah satu yang menyebabkan karena banyaknya pasien yang sudah mengalami resistensi terhadap antibiotik. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk melawan bakteri patogen, antara lain dengan upaya penemuan senyawa yang mampu membunuh dan menghambat bakteri. Buah dengen (Dillenia seratta Thunb.) adalah buah yang mengandung senyawa metabolit sekunder meliputi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk dapat menentukan aktivitas antibakteri dari ekstrak buah dengen. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah dengen (Dillenia serrata Thunb.) diperoleh bercak dan zona hambat pada nilai Rf 0,98 dan 0,45 pada bakteri Escherichia coli, nilai Rf 0,90 0,45 dan 0,05 pada bakteri Shigella dysentriae, nilai Rf 0,90 0,45 dan 0,05 pada bakteri Salmonella typhii dan nilai Rf 0,98 0,45 dan 0,05 pada bakteri Vibrio cholerae, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah dengen (Dillenia serrata Thunb.) memiliki aktivitas antibakteri berdasarkan hasil pengujian dengan melihat zona hambatnya.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Serai Dapur (Cymbopogon Citratus) Terhadap Kadar Asam Urat Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar Dwi Yulianti Alifah; Siradjuddin, Mutmainnah
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2024): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v3i2.245

Abstract

Flavonoid yang terkandung pada serai (Cymbopogon citratus) secara in vitro memiliki efek inhibitor xantin oksidase (XO) sehingga dapat menurunkan produksi asam urat yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol serai dapur (Cymbopogon citratus) dalam menurunkan kadar asam urat pada tikus putih. Dengan metode eksperimental pre and post test (sebelum dan sesudah perlakuan) dimana dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok 1 sebagai kontrol negatif (Na.CMC), Kelompok 2 sebagai kontrol positif (allopurinol), Kelompok 3 EESD 50 mg/kgBB, Kelompok 4 EESD 100 mg/kgBB, Kelompok 5 EESD 150 mg/kgBB. Hasil penelitian untuk kelompok 1 Na.CMC tidak terjadi penurunan dimana rata-rata kenaikan kadar asam urat yaitu 6,26 mg/dL, kelompok 2 allopurinol rata-rata penurunan kadar asam urat 4,28 mg/dL, kelompok 3 EESD 50 mg/kg BB rata-rata penurunan kadar asam urat 6,72 mg/dL, kelompok 4 EESD 100 mg/kg BB rata-rata penurunan kadar asam urat 5,08 mg/dL, kelompok 5 EESD 150 mg/kg BB rata-rata penurunan kadar asam urat 4,84 mg/dL. Kesimpulan ekstrak serai dapur berpengaruh dalam penurunan kadar asam urat pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan konsetrasi 150 mg/kg BB lebih efektif dibandingkan dengan konsentrasi 50 mg/kg BB dan 100 mg/kg BB.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Melati (Jasminum sambac) Sebagai Antidepresan pada Mencit Jantan Putih (Mus Musculus) Alifah, Dwi Yulianti; Siradjuddin, Mutmainnah; Idris, Zulfiah; Farid, Nurfiddin; Setiawan, Prayitno; Suhenro, Suhenro; Azima, Annisa
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.633

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang pada kondisi tertentu dapat menjadi kronis hingga berulang dan mampu mengganngu aktivitas seseorang dan paling parahnya dapat menyebabkan bunuh diri. PDSKJI pada tahun 2020 menyebutkan bahwa dari 2.364 responden di 34 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 67% mengalami depresi, 77% mengalami trauma psikologis serta sejumlah 49% responden mengalami depresi berat (berpikir tentang kematian). Bunga Melati merupakan bagian dari melati yang memiliki banyak manfaat selain sebagai antibakteri juga antidepresan karna mengandung banyak metabolit sekunder seperti flavonoid dan benzil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi aromaterapi dari minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) dan untuk mengetahui apakah aromaterapi minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) memiliki efek sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus) serta konsentrasi paling efektif sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus). metode destilasi digunakan untuk mengambil minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac). Formula aromaterapi yang telah dibuat dievaluasi terhadap sediaan, dan diuji efektivitas antidepresannya dengan metode force swimming test. Hasil penelitian pada pengujian evaluasi sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji kejernihan dan uji iritasi sesuai dengan parameter sediaan aromaterapi dan memiliki efek sebagai antidepresan serta memiliki konsentrasi paling efektif pada konsentrasi 6%.
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Obat Generik Dan Obat Paten Di Perumahan Madaniland Makassar Abdul Wahid Suleman; Quthratunnada Ruslan; Mutmainnah Siradjuddin
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 2 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i2.8928

Abstract

Penurunan obat generik terjadi karena rendahnya sumber informasi yang diperoleh masyarakat, serta kurangnya sosialisasi obat generik oleh pemerintah di berbagai daerah, rendahnya penggunaan obat generik di masyarakat dikarenakan obat generik masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Penyebab masalah ini terkait dengan tenaga medis baik itu dokter bahkan pasien sendiri masih menganggap obat generik obat murah dan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: Pengetahuan masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar tentang perbedaan antara obat generik dan obat paten, Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai  obat generik dan obat paten di Perumahan Madaniland Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian observasional dengan teknik survei dimana informasi/data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan ke responden. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner tersebut terdiri dari 2 bagian yaitu karakteristik dan pengetahuan masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar sudah mengetahui perbedaan antara obat generik dan obat paten, Masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar, dari 40 responden memiliki pengetahuan mengenai obat generik dan obat paten yang masuk kategori baik sebanyak 19 orang (47,5%), kategori cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%) dan kategori kurang sebanyak 8 orang (20%). Kesimpualan: Masyarakat di Perumahan Madaniland Makassar memiliki pemahaman yang baik mengenai perbedaan antara obat generik dan obat paten ditandai dengan persentase baik sebanyak 19 orang (47,5%).
The Comparison and Test of Antioxidant Activity of Ethanol Extracts of Pangi Leaves and Seeds (Pangium Edule Reinw.) Using the DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Method Abdul Wahid Suleman; Nurmala Sari; Safaruddin Safaruddin; Tenri Ayu Adri; Mutmainnah Siradjuddin; Ayu Prihandari
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15 No 2 (2024): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v15i2.988

Abstract

The leaves and seeds of pangi (Pangium edule Reinw.) contain alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins, which acts as antioxidants. Antioxidants are needed to protect the body and inhibit the negative impact of free radicals due to the oxidation reactions that occur. Antioxidants are compounds that inhibit oxidation reactions by binding free radicals and molecules. This research aims to determine the comparison of the antioxidants activity of pangi (Pangium edule Reinw.) leaves and seeds using the DPPH (1,1,-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) method. Reactive research method, experimentally, namely by carrying out serial dilutions of concentrations of 10, 20, 30, 40 and 50 ppm in each test solution, then adding the DPPH solution and measuring the antioxidants activity with a UV-Vis Spectrophotometer. After that, the IC50 (Inhibitor Concentration 50) value and the AAI (Antioxidant Activity Index) value are calculated, and the data were analyzed using ANOVA. The results of calculating the IC50 and AAI values are that the IC50 value of the pangi leaf ethanol extract is 49.6061 ppm (AAI=1.007), while the IC50 value of ethanol extract of pangi seeds is 50.2027 (AAI=0.9959). From the results of research and data analysis, it can be concluded that the ethanol extract of pangi leaves has higher antioxidant activity compared to the ethanol extract of pangi seeds.