Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Pengemudi Bus Lb.Bulus-Tasikmalaya untuk Promosi Pariwisata Jawa Barat Ngarbingan, Hubertina Karolina; Suruyantari, Yulita; Akbara, Anisa Zahwa; Satyarini, Ni Wayan Marsha; Lanisy, Nihan Anindiyaputra; Mulyana, Andy
Gandhi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/g-jpm.v1i1.7759

Abstract

West Java tourism has great potential to attract domestic and international tourists. Throughout 2022, 52.3 million domestic tourists will visit tourist attractions in West Java, while the number of foreign tourists will reach 146 thousand. The main attraction of West Java is its rich natural resources and traditional cultural heritage. The foundations of this culture are still felt strongly in the community, especially in their skills in making crafts and souvenirs, which are the main theme of this region. Therefore, bus drivers serving the route of Lb. Bulus-Tasikmalaya has great potential to promote West Java tourism. Interaction with many tourists from various regions and backgrounds, during a long journey that takes around 8-10 hours can be used as a golden opportunity to promote West Java tourism. One of them is by providing information about tourist destinations in West Java, such as natural, cultural, culinary, and historical tourist attractions. This PkM aims to empower Lb bus drivers. Bulus-Tasikmalaya to become an effective West Java tourism promotion agent. Data was collected through observation, interviews, and documentation. Observation results show that bus drivers have limited knowledge about West Java's tourism potential. Apart from that, bus drivers also do not have adequate tourism promotional materials. Based on the results of observations, it is recommended to empower bus drivers through training, providing tourism promotional materials, and providing incentives. By providing training, providing tourism promotion materials, and incentives, bus drivers experience increased knowledge and skills in promoting the tourism image of West Java, improve the quality of service and charity towards tourists, and increase tourist interest.
Perintisan Pengembangan Destinasi Wisata di Desa Senanghati, Malingping, Lebak, Banten Ngarbingan, Hubertina Karolina; Marsha Satyarini, Ni Wayan; Lanisy, Nihan Anindyaputra; Nasoha, Muhammad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7502

Abstract

Desa Senanghati memiliki potensi wisata alam berupa pemandian air panas Citando, namun pengelolaannya belum optimal karena keterbatasan sarana prasarana, promosi, dan kapasitas sumber daya manusia. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kunjungan wisatawan, minimnya Pendapatan Asli Desa (PAD), serta terbatasnya peluang ekonomi masyarakat lokal. Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka (PkM-UT) dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup penyuluhan, pelatihan, pendampingan intensif, serta pembentukan dan penguatan Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis). Seluruh kegiatan disusun dalam tahapan sistematis yang berfokus pada peningkatan kompetensi pengelolaan destinasi, pengembangan layanan wisata, promosi digital, dan produksi ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Hasil menunjukan PokDarWis yang berfungsi sebagai penggerak utama pengelolaan wisata desa, peningkatan keterampilan masyarakat dalam pelayanan wisata dan pemasaran digital, serta munculnya produk ekonomi kreatif baru. Selain itu, kegiatan berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan, pendapatan warga, dan PAD desa. Kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan juga meningkat melalui partisipasi aktif dalam pengelolaan kawasan wisata. PkM-UT berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas dan menghasilkan model pendampingan yang operasional dan berkelanjutan. Model ini dapat diterapkan pada pengembangan desa wisata lain dengan karakteristik serupa.