Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Imajinasi dengan Karya Sastra Novel Hutasoit, Trides Mayora; Sirait, Puja Astrid; Harahap, Safinatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11887

Abstract

Jurnal ini dibuat dengan tujuan agar mengetahui dan paham apa hubungan imajinasi dengan sastra dan juga paham seberapa penting imajinasi dalam pembuatan karya sastra. Jurnal ini menggunakan metode analisis. Metode analisis data merupakan bagian dari proses analisis dimana data yang dikumpulkan lalu diproses untuk menghasilkan kesimpulan dalam pengambilan keputusan. Pada masa ini banyak orang yang tidak paham betul seberapa penting kaitan imajinasi dan sastra padahal sastra dan imajinasi adalah sebuah hal yang berkaitan erat. Dan hal tersebutlah yang menjadi alasan kami membuat jurnal ini. Imajinasi adalah sebuah insprirasi yang muncul dari nalar atau sebuah pemikiran yang dimana imajinasi dapat bermanfaat untuk menciptakan sebuah karya yang menarik, imajinasi juga disebut dunia sastra karena imajimasi sumber karya sedangkan sastra adalah sebuah karya yang dimana karya itu lebih banyak atau dominannya tercipta dari imajinasi atau pemikiran seseorang dan sastra juga banyak memiliki kata-kata kiasan dan oleh sebab itu sastra imajinasi sangat berhubungan dan saling berkaitan dalam sebuah karya sastra. Dan metode analisis yang kami pakai dalam jurnal ini adalah metode analisis data kualitatif yang mana metode analisis data kualitatif adalah metode pengolahan data secara mendalam dengan data dari hasil pengamatan, wawancara, dan literatur. Sesuai dengan penjelasan diatas maka kami akan menganalisis beberapa literatur dan hasil akhir kami akan memberi kesimpulan berdasarkan literatur tersebut.
Pengaruh Game Online Terhadap Minat Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMP Negeri 35 Medan Sidabutar, Hikmah Ramayana; Nainggolan, Jesicha; Sianipar, Ratna Lolane; Sihombing, Wanti Br; Sirait, Puja Astrid
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh game online tehadap minat belajar Bahasa Indonesia siswa SMP Negeri 35 Medan. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif, dengan fokus pada pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara memeberikan angket/kuesioner kepada responden, dan yang terakhir melakukan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat belajar Bahasa Indonesia yang tinggi, namun kebiasaan bermain game online berpotensi mengganggu konsentrasi dan partisipasi aktif siswa di kelas. Sebagian besar siswa menganggap game online sebagai sarana hiburan, namun juga sebagai media pembelajaran. Kebiasaan bermain game online siswa cukup tinggi, baik dari segi durasi maupun frekuensi, yang berpotensi mengurangi minat belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan beberapa upaya untuk meminimalkan dampak negatif game online dan meningkatkan minat belajar siswa, seperti penggunaan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, pengawasan orang tua, dan manajemen waktu yang baik.
Tradisi Mangupa Dalam Masyarakat Angkola: Pelestarian dan Transformasi di Era Modern Rambe, Nailah Faizah S; Maharani, Tia; Sirait, Puja Astrid; Chelsea, Selly; Arief, Syamsul; Siallagan, Lasenna
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v2i2.4169

Abstract

Dalam masyarakat Batak Angkola, Mangupa Boru adalah tradisi sakral yang merupakan bagian penting dari pernikahan. Tradisi ini tidak hanya penuh dengan simbolisme dan doa, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai penghormatan terhadap leluhur, kasih sayang antara pasangan, dan ikatan sosial. Filosofi, sosial, dan makna religius upacara Mangupa Boru dievaluasi dalam penelitian ini dengan menggunakan metodologi kualitatif dan studi literatur. Upacara ini sangat penting untuk mempertahankan nilai-nilai etika dan moral masyarakat Batak Angkola dan menghadapi tantangan pelestarian saat ini. Kemampuan budaya Mangupa untuk beradaptasi tanpa kehilangan esensinya ditunjukkan oleh transformasi tradisi mereka, terutama selama era globalisasi. Perjuangan untuk melestarikan tradisi Mangupa semakin relevan bagi generasi muda berkat penggunaan pendidikan dan teknologi. Ini memastikan nilai-nilai luhur budaya Batak Angkola tetap hidup.
Fungsi Deiksis Ruang dan Waktu dalam 'Karawang-Bekasi': Analisis Pragmatik Puisi Chairil Anwar Napitupulu, Prety Vania Akwila; Purba, Mega Kristina; Pane, Puan Annisa; Hutagalung, Naima Azmi; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Sirait, Puja Astrid; Sagala, Revayani; Wasilah, Atika
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6252

Abstract

Penelitian ini menganalisis fungsi deiksis ruang dan waktu dalam puisi "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar melalui pendekatan pragmatik. Fokus utama difokuskan pada bagaimana penanda spasial-temporal tersebut tidak hanya merepresentasikan konteks historis pertempuran kemerdekaan Indonesia (1945–1949), tetapi juga berfungsi sebagai instrumen retoris untuk membangun narasi kolektif, memori nasional, dan pesan ideologis. Metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola deiksis ruang (seperti "antara Karawang-Bekasi", "garis batas") dan waktu (seperti "kini", "malam sepi"), serta menganalisis fungsi pragmatisnya dalam menghubungkan teks dengan realitas sosiohistoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar memanfaatkan deiksis sebagai strategi komunikasi multidimensi: (1) ruang geografis ditransformasikan menjadi simbol pengorbanan universal, (2) temporalitas "kini" menciptakan paradoks hidup-mati yang mengaburkan batas kronologis, dan (3) imperatif seperti "kenanglah kami" berfungsi sebagai tindak tutur yang menuntut tanggung jawab generasi penerus. Melalui analisis ini, penelitian berkontribusi pada pemahaman tentang peran bahasa puitis dalam merekonstruksi identitas nasional dan mentransmisikan nilai perjuangan antargenerasi.
Fungsi Deiksis Ruang dan Waktu dalam 'Karawang-Bekasi': Analisis Pragmatik Puisi Chairil Anwar Napitupulu, Prety Vania Akwila; Purba, Mega Kristina; Pane, Puan Annisa; Hutagalung, Naima Azmi; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Sirait, Puja Astrid; Sagala, Revayani; Wasilah, Atika
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6252

Abstract

Penelitian ini menganalisis fungsi deiksis ruang dan waktu dalam puisi "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar melalui pendekatan pragmatik. Fokus utama difokuskan pada bagaimana penanda spasial-temporal tersebut tidak hanya merepresentasikan konteks historis pertempuran kemerdekaan Indonesia (1945–1949), tetapi juga berfungsi sebagai instrumen retoris untuk membangun narasi kolektif, memori nasional, dan pesan ideologis. Metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola deiksis ruang (seperti "antara Karawang-Bekasi", "garis batas") dan waktu (seperti "kini", "malam sepi"), serta menganalisis fungsi pragmatisnya dalam menghubungkan teks dengan realitas sosiohistoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar memanfaatkan deiksis sebagai strategi komunikasi multidimensi: (1) ruang geografis ditransformasikan menjadi simbol pengorbanan universal, (2) temporalitas "kini" menciptakan paradoks hidup-mati yang mengaburkan batas kronologis, dan (3) imperatif seperti "kenanglah kami" berfungsi sebagai tindak tutur yang menuntut tanggung jawab generasi penerus. Melalui analisis ini, penelitian berkontribusi pada pemahaman tentang peran bahasa puitis dalam merekonstruksi identitas nasional dan mentransmisikan nilai perjuangan antargenerasi.
Peran Emosi dalam Pemerolehan Bahasa: Studi Keterhubungan antara Intonasi, dan Pembentukan Makna pada Anak Usia 4 Tahun Panggabean, Ester Enjelysa; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Napitupulu, Prety Vania Akwila; Sirait, Puja Astrid; Purba, Sherly Anjelia; Fitri, Novita Eka; Chelsea, Selly; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran emosi dan intonasi dalam pemerolehan bahasa anak usia dini, khususnya pada usia 4 tahun ketika anak mulai aktif memahami makna ujaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran emosi melalui variasi intonasi (gembira, sedih, marah, dan netral) memengaruhi pemahaman makna Bahasa pada seorang anak usia 4 Tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, karena subjek penelitian hanya satu anak. Sumber data penelitian adalah respon verbal dan nonverbal anak ketika diberikan stimulus berupa cerita sederhana dengan intonasi berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung yaitu pada saat pemberian stimulus cerita lalu dilanjut dengan pertanyaan pemahaman mengenai cerita tersebut, rekaman suara untuk dapat dianalisis ulang, dan catatan lapangan mengenai respon anak tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengelompokkan respon anak dalam memahami makna berdasarkan jenis intonasi yang digunakan, dari sini peneliti dapat mengetahui kecenderungan respon anak yang muncul apakah di intonasi gembira, sedih, marah atau netral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, intonasi gembira mempermudah anak dalam memahami isi cerita dan menjawab pertanyaan dengan lebih lengkap. Kedua, intonasi sedih membuat anak cenderung menjawab singkat dan kurang antusias. Ketiga, intonasi marah membuat anak tertekan sehingga responnya menurun. Keempat, intonasi netral kurang menarik perhatian anak sehingga fokus dan pemahaman menurun. Intonasi emosional, khususnya yang bernuansa positif seperti intonasi gembira, berperan penting dalam membantu pembentukan makna dan memperkuat pemerolehan bahasa anak usia dini.
Efektivitas Sistem Reward Poin Digital dalam Meningkatkan Motivasi dan Disiplin Siswa di SMA Free Methodist 1 Medan Panggabean, Ester Enjelysa; Sirait, Puja Astrid; Azura, Siti Azura; Chelsea, Selly; Zafira, Putri Alicya; Wuriyani, Elly Prihasti; Amalia, Nadra
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7589

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah untuk menerapkan sistem manajemen kelas yang lebih modern, transparan, dan efektif dalam memantau perilaku serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem reward poin digital berbasis Google Sheet dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar dan kedisiplinan siswa di SMA Free Methodist 1 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem reward poin digital membantu meningkatkan motivasi dan kedisiplinan siswa melalui mekanisme penghargaan yang lebih terstruktur, real-time, dan mudah dipantau. Selain itu, siswa menunjukkan respons positif karena merasa lebih dihargai dan dapat memantau perkembangan poin secara mandiri. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala teknis seperti jaringan internet dan kesiapan penggunaan teknologi, sistem ini dinilai cukup efektif dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung manajemen kelas berbasis digital.