Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fungsi Deiksis Ruang dan Waktu dalam 'Karawang-Bekasi': Analisis Pragmatik Puisi Chairil Anwar Napitupulu, Prety Vania Akwila; Purba, Mega Kristina; Pane, Puan Annisa; Hutagalung, Naima Azmi; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Sirait, Puja Astrid; Sagala, Revayani; Wasilah, Atika
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6252

Abstract

Penelitian ini menganalisis fungsi deiksis ruang dan waktu dalam puisi "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar melalui pendekatan pragmatik. Fokus utama difokuskan pada bagaimana penanda spasial-temporal tersebut tidak hanya merepresentasikan konteks historis pertempuran kemerdekaan Indonesia (1945–1949), tetapi juga berfungsi sebagai instrumen retoris untuk membangun narasi kolektif, memori nasional, dan pesan ideologis. Metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola deiksis ruang (seperti "antara Karawang-Bekasi", "garis batas") dan waktu (seperti "kini", "malam sepi"), serta menganalisis fungsi pragmatisnya dalam menghubungkan teks dengan realitas sosiohistoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar memanfaatkan deiksis sebagai strategi komunikasi multidimensi: (1) ruang geografis ditransformasikan menjadi simbol pengorbanan universal, (2) temporalitas "kini" menciptakan paradoks hidup-mati yang mengaburkan batas kronologis, dan (3) imperatif seperti "kenanglah kami" berfungsi sebagai tindak tutur yang menuntut tanggung jawab generasi penerus. Melalui analisis ini, penelitian berkontribusi pada pemahaman tentang peran bahasa puitis dalam merekonstruksi identitas nasional dan mentransmisikan nilai perjuangan antargenerasi.
Fungsi Deiksis Ruang dan Waktu dalam 'Karawang-Bekasi': Analisis Pragmatik Puisi Chairil Anwar Napitupulu, Prety Vania Akwila; Purba, Mega Kristina; Pane, Puan Annisa; Hutagalung, Naima Azmi; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Sirait, Puja Astrid; Sagala, Revayani; Wasilah, Atika
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6252

Abstract

Penelitian ini menganalisis fungsi deiksis ruang dan waktu dalam puisi "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar melalui pendekatan pragmatik. Fokus utama difokuskan pada bagaimana penanda spasial-temporal tersebut tidak hanya merepresentasikan konteks historis pertempuran kemerdekaan Indonesia (1945–1949), tetapi juga berfungsi sebagai instrumen retoris untuk membangun narasi kolektif, memori nasional, dan pesan ideologis. Metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi pola deiksis ruang (seperti "antara Karawang-Bekasi", "garis batas") dan waktu (seperti "kini", "malam sepi"), serta menganalisis fungsi pragmatisnya dalam menghubungkan teks dengan realitas sosiohistoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar memanfaatkan deiksis sebagai strategi komunikasi multidimensi: (1) ruang geografis ditransformasikan menjadi simbol pengorbanan universal, (2) temporalitas "kini" menciptakan paradoks hidup-mati yang mengaburkan batas kronologis, dan (3) imperatif seperti "kenanglah kami" berfungsi sebagai tindak tutur yang menuntut tanggung jawab generasi penerus. Melalui analisis ini, penelitian berkontribusi pada pemahaman tentang peran bahasa puitis dalam merekonstruksi identitas nasional dan mentransmisikan nilai perjuangan antargenerasi.
Peran Dalihan Na Tolu dalam Menyelesaikan Konflik Generasi di Keluarga Batak Toba Modern Panggabean, Ester Enjelysa; Pulungan, Hoirina; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Zafira, Putri Alicya; Purba, Sherly Anjelia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran "Dalihan Na Tolu" sebuah sistem kekerabatan adat Batak Toba, dalam menyelesaikan konflik generasi di keluarga Batak Toba modern. Dalihan Na Tolu terdiri dari tiga elemen utama, yaitu Hula-hula (pihak keluarga ibu dan nenek laki-laki), Dongan Tubu (pihak keluarga ayah dan laki-laki), dan Boru (pihak keluarga ayah atau kakek perempuan), yang secara bersama-sama membentuk struktur sosial yang mendasari kehidupan masyarakat Batak. Dalam keluarga Batak Toba modern, perbedaan nilai antara generasi muda dan orang tua sering kali menjadi sumber konflik, terutama terkait norma-norma adat, agama, dan gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalihan Na Tolu berfungsi sebagai alat mediasi yang efektif dalam meredakan ketegangan dan menciptakan dialog antar generasi. Prinsip saling menghormati, musyawarah, dan pembagian peran dalam struktur adat memberikan landasan bagi penyelesaian konflik yang lebih harmonis. Meskipun tantangan dalam mengadaptasi nilai-nilai tradisional terhadap perubahan modern tetap ada, Dalihan Na Tolu terbukti relevan dalam menjaga keharmonisan keluarga dan memperkuat identitas budaya Batak Toba.
Peran Emosi dalam Pemerolehan Bahasa: Studi Keterhubungan antara Intonasi, dan Pembentukan Makna pada Anak Usia 4 Tahun Panggabean, Ester Enjelysa; Gultom, Miranda Maria Magdalena; Napitupulu, Prety Vania Akwila; Sirait, Puja Astrid; Purba, Sherly Anjelia; Fitri, Novita Eka; Chelsea, Selly; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran emosi dan intonasi dalam pemerolehan bahasa anak usia dini, khususnya pada usia 4 tahun ketika anak mulai aktif memahami makna ujaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran emosi melalui variasi intonasi (gembira, sedih, marah, dan netral) memengaruhi pemahaman makna Bahasa pada seorang anak usia 4 Tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, karena subjek penelitian hanya satu anak. Sumber data penelitian adalah respon verbal dan nonverbal anak ketika diberikan stimulus berupa cerita sederhana dengan intonasi berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung yaitu pada saat pemberian stimulus cerita lalu dilanjut dengan pertanyaan pemahaman mengenai cerita tersebut, rekaman suara untuk dapat dianalisis ulang, dan catatan lapangan mengenai respon anak tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengelompokkan respon anak dalam memahami makna berdasarkan jenis intonasi yang digunakan, dari sini peneliti dapat mengetahui kecenderungan respon anak yang muncul apakah di intonasi gembira, sedih, marah atau netral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, intonasi gembira mempermudah anak dalam memahami isi cerita dan menjawab pertanyaan dengan lebih lengkap. Kedua, intonasi sedih membuat anak cenderung menjawab singkat dan kurang antusias. Ketiga, intonasi marah membuat anak tertekan sehingga responnya menurun. Keempat, intonasi netral kurang menarik perhatian anak sehingga fokus dan pemahaman menurun. Intonasi emosional, khususnya yang bernuansa positif seperti intonasi gembira, berperan penting dalam membantu pembentukan makna dan memperkuat pemerolehan bahasa anak usia dini.