Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Inclusive security for women with disabilities in South Sumatra: Intersectionality and community-based advocacy Supli, Nur Aslamiah; Nuaba, I Kadek Andre; Lamato, Ramdan; Fadhlia, Maudy Noor; Setiawan, Roy
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.42604

Abstract

Inclusive safety for women with disabilities in South Sumatra is a pressing issue, given the high levels of violence faced by this group. Therefore, this research focuses on protection strategies that can be implemented for women with disabilities residing in marginal areas of South Sumatra. The study aims to explore institutional and participatory dynamics and to identify community initiatives that can enhance their safety and participation in society. The methodology employed is a qualitative approach based on in-depth interviews with community organizations and local government agencies. The research indicates that violence against women with disabilities stems not only from individuals but also from institutional systems that are non-inclusive and non-responsive to their specific needs. The findings reveal that community-based initiatives such as peer support groups and grassroots forums prove effective in creating safe spaces and increasing the participation of women with disabilities. This study emphasizes the importance of institutional reform to create a sustainable protection system, including more inclusive and coordinated public policies. Proposed policy recommendations include engaging disability organizations as strategic partners and implementing inclusion standards in public services, which are expected to strengthen the protection and participation of women with disabilities in a broader context.   Keamanan inklusif bagi perempuan disabilitas di Sumatera Selatan merupakan masalah yang mendesak, mengingat tingginya tingkat kekerasan yang dihadapi oleh kelompok ini. Maka dari itu, penelitian ini fokus pada strategi perlindungan yang dapat diimplementasikan untuk perempuan disabilitas yang tinggal di daerah marginal Sumatera Selatan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengeksplorasi dinamika kelembagaan dan partisipatif serta untuk mengidentifikasi inisiatif komunitas yang dapat meningkatkan keselamatan dan partisipasi mereka dalam masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam dengan organisasi komunitas dan lembaga pemerintah daerah. Penelitian menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan disabilitas tidak hanya bersumber dari individu, tetapi juga sistem kelembagaan yang tidak inklusif dan tidak responsif terhadap kebutuhan spesifik mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa inisiatif berbasis komunitas seperti kelompok dampingan dan forum akar rumput terbukti efektif dalam menciptakan ruang aman dan meningkatkan partisipasi perempuan disabilitas. Penelitian ini menekankan pentingnya reformasi kelembagaan untuk menciptakan sistem perlindungan yang berkelanjutan, termasuk kebijakan publik yang lebih inklusif dan terkoordinasi. Rekomendasi kebijakan yang diusulkan meliputi pelibatan organisasi disabilitas sebagai mitra strategis dan penerapan standar inklusi dalam layanan publik, yang diharapkan dapat memperkuat perlindungan dan partisipasi perempuan disabilitas dalam konteks yang lebih luas.