Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kimia Padjadjaran

Pengaruh Perlakuan Awal, Variasi Suhu Pemanasan Serta Inokulasi Terhadap Viskositas Yoghurt Sumeru, Husain Akbar; Latifah, Rina Gaida; Nurrusyda, Fajriana Shafira; Ishmayana, Safri
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt merupakan produk fermentasi susu yang banyak digemari karena cita rasa, tekstur, manfaat kesehatannya serta dapat dikonsumsi oleh individu yang intoleransi laktosa. Mutu yoghurt dinilai berdasarkan beberapa parameter penting yang berkaitan dengan stabilitas dan daya terima produk di masyarakat, salah satunya yaitu viskositas. Viskositas dipengaruhi faktor-faktor seperti proses perlakuan awal pada susu, suhu pemanasan, dan suhu inokulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ketiga faktor tersebut terhadap viskositas yoghurt. Parameter penelitian yang digunakan adalah perlakuan awal susu (UHT, pasteurisasi, dan susu murni), suhu pemanasan (60℃, 70℃ dan 80℃), serta suhu inokulasi (30℃, 35℃, dan 40℃). Hasil fermentasi diukur dengan menggunakan viskometer Ostwald, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil menunjukkan bahwa suhu pemanasan 80℃ dan suhu inokulasi 40℃ menghasilkan viskositas tertinggi, dengan nilai tertinggi diperoleh pada susu murni sebesar 301,93 cP. Susu pasteurisasi dan UHT menunjukkan nilai viskositas yang lebih rendah, masing-masing 111,79 cP dan 88,82 cP. Penurunan viskositas juga diamati seiring dengan menurunnya suhu pemanasan dan inokulasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlakuan awal susu dan perlakuan termal yang optimal berperan penting dalam membentuk emulsi yang menentukan kekentalan yoghurt.
Analisis Kualitatif Bakteri Koliform pada Air Kemasan dengan Metode Most Probable Number Nurrusyda, Fajriana Shafira; Mawalia, Khiftul; Hasriani, Shela Amelia; Shahab, Ali Ridho; Tambunan, Clara Junita; Budiman, Mulydayana Reanifah; Harahap, Winni Suryani; Gobel, Khaeriska Rahayu; Ishmayana, Safri; Sumeru, Husain Akbar
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber daya utama bagi kehidupan manusia yang digunakan untuk konsumsi, rumah tangga, dan industri. Kualitas mikrobiologis air minum perlu diawasi karena keberadaan bakteri indikator koliform mencerminkan kontaminasi fekal dan risiko penyakit. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023, air minum yang aman tidak boleh mengandung bakteri koliform dalam 100 mL sampel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Escherichia coli pada air minum isi ulang menggunakan metode Most Probable Number (MPN), yaitu metode estimasi jumlah bakteri secara statistik berdasarkan jumlah tabung positif pada seri pengenceran tertentu. Uji dilakukan melalui dua tahap yaitu uji penduga untuk mendeteksi keberadaan bakteri koliform melalui pembentukan gas akibat fermentasi laktosa, dan uji konfirmasi untuk memastikan keberadaan E. coli pada media diferensial. Hasil uji penduga menunjukkan adanya gas pada satu tabung LB 2X (10 mL) dan satu tabung LB 1X (1 mL), sedangkan pada tabung LB 1X (0,1 mL) tidak terbentuk gas. Kombinasi hasil 1–1–0 menunjukkan estimasi MPN sebesar 3 bakteri/100 mL, yang termasuk kontaminasi rendah. Pada uji konfirmasi, koloni dengan warna ungu kehitaman dan kilau logam hijau pada media EMB teridentifikasi sebagai E. coli. Dengan demikian, sampel air minum isi ulang mengandung E. coli dan tidak memenuhi syarat sebagai air minum layak konsumsi.