Duha, Sang Putra Immanuel
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pendekatan Alkitabiah dalam Membantu Anak Usia 2-5 Tahun Mengembangkan Kemampuan Berbicara Duha, Sang Putra Immanuel; Tulus, Jekson; Marpaung, Nona Beta; Hendi, Hendi; Marlianus, David
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.536

Abstract

Speech delays in children aged 2-5 years are a common problem that hinders their language development. In this context, a Biblical approach can be a valuable source of guidance for parents and educators in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. However, there has not been much literature review regarding the use of a Biblical approach in this context. This literature review aims to explore the use of a Biblical approach in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. The objectives of this research include identifying relevant Biblical principles, developing methods for Biblical approaches, and evaluating the results achieved through the application of these methods. The research approach method uses a qualitative approach by examining relevant Biblical principles through a Biblical text approach, consulting with theologians through literature study and research from related journals. Based on these principles, a Biblical approach method was developed, including the use of Bible stories, spiritual songs, prayers, and positive affirmations in children's daily activities. In the end, the results of applying this Biblical approach showed positive results in developing the speaking abilities of children aged 2-5 years. Children show improved speaking ability through recognizing words from Bible stories, using hymns to practice language skills, and using prayers involving simple words and phrases. Apart from that, positive affirmations based on Bible teachings also help build children's confidence in communicating.Keywords: Biblical Approach; Children 2-5 years; Speaking ability.AbstrakKeterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun merupakan masalah umum yang menghambat perkembangan bahasa mereka. Dalam konteks ini, pendekatan Alkitabiah dapat menjadi sumber bimbingan yang berharga bagi orang tua dan pendidik dalam membantu anak-anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Namun, tinjauan literatur terkait penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam konteks ini belum banyak dilakukan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam membantu anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Tujuan penelitian ini mencakup identifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan, pengembangan metode pendekatan Alkitabiah, dan evaluasi hasil yang dicapai melalui penerapan metode tersebut. Adapun metode pendekatan pada penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan meneliti prinsip-prinsip Alkitab yang relevan melalui pendekatan teks Alkitab, konsultasi dengan ahli teologi melalui studi kepustakaan dan penelitian dari jurnal yang terkait. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, metode pendekatan Alkitabiah dikembangkan, termasuk penggunaan cerita-cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, doa, dan afirmasi positif dalam kegiatan sehari-hari anak-anak. Pada akhirnya hasil dari penerapan pendekatan Alkitabiah ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia 2-5 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara melalui pengenalan kata-kata dari cerita-cerita Alkitab, penggunaan lagu-lagu rohani untuk melatih kemampuan bahasa, dan penggunaan doa yang melibatkan kata-kata dan frasa-frasa sederhana. Selain itu, afirmasi positif berdasarkan ajaran Alkitab juga membantu membangun kepercayaan diri anak-anak dalam berkomunikasi.Kata Kunci: Pendekatan Alkitabiah; Anak 2-5 tahun; Kemampuan berbicara.
Peran Roh Kudus dalam Transformasi Hidup Orang Percaya untuk Menanggalkan Kebiasaan Lama Otomatis Tulus, Jekson; Duha, Sang Putra Immanuel
Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v5i1.710

Abstract

Berada di lingkungan rohani tidak menjamin seseorang mengalami transformasi kehidupan. Tidak ada jaminan kalau orang percaya bebas sepenuhnya dari dosa dan perbuatan daging. Bagaimana melatih tubuh fisik untuk menonaktifkan kebiasaan-kebiasaan dosa yang sudah menjadi otomatis, menjadi rumusan masalah dalam tulisan ini. Peneliti menemukan kebaruan metode untuk dapat dipraktikkan oleh orang percaya dalam usahanya untuk bertobat sungguh-sungguh. Dengan mengintegrasikan iman Kristen dan psikologi pendekatan Neuropsikologi, penelitian ini akan menolong orang percaya untuk dapat melihat secara lebih objektif bagaimana tubuh membentuk kebiasaan-kebiasaan menjadi respons permanen (otomatis). Peneliti menyimpulkan, dalam proses membangun kebiasaan benar otomatis, baik Roh Kudus maupun pribadi yang bersangkutan harus memainkan perannya masing-masing.
Analisis Teks Yosua 1:8 Terhadap Memori Dan Aplikasinya Untuk Meningkatkan Prestasi Remaja Di Sekolah Menengah Pertama Glugur, Medan Tulus, Jekson; Duha, Sang Putra Immanuel
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 2: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i2.540

Abstract

In this highly competitive era, characterized by rapid advancements in digital technology, adolescents familiar with technology are expected to be responsible and achieve excellence. Intellectual development plays a crucial role, which is achieved through the learning process. The awareness of the need to learn must be fostered through self-motivation, especially for adolescents with strong spirituality. Religious attitudes, particularly the frequency of prayer, Bible reading, and attending church services, are key factors shaping the spirituality of Christian youth. This study focuses on the influence of Bible reading on enhancing the intelligence of adolescents at SMP Sei Glugur Medan. Using an exegetical approach to Joshua 1:8 and memory psychology, the researcher aims to explore the role of memory in retaining God’s word. The findings show that meditating on the scriptures, rather than merely reading them, significantly enhances the spirituality and memory capacity of adolescents, leading to intellectual development. These findings are expected to enrich teaching methods. Keywords: exegesis; adolescent education; memory psychology; spirituality; religiosityAbstrakDi era yang sangat kompetitif dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, remaja yang akrab dengan teknologi dituntut untuk bertanggung jawab dan meraih prestasi. Intelektual berperan penting dalam hal ini, yang didapatkan melalui proses belajar. Kesadaran untuk belajar perlu dibangun dengan motivasi diri, terutama bagi remaja yang memiliki spiritualitas tinggi. Sikap religius, khususnya frekuensi berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah di gereja, menjadi faktor utama pembentuk spiritualitas remaja Kristen. Penelitian ini fokus pada pengaruh membaca Alkitab dalam meningkatkan kecerdasan remaja di SMP Sei Glugur Medan. Dengan pendekatan eksegesis teks Yosua 1:8 dan psikologi memori, peneliti ingin melihat peran memori dalam mengingat firman Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merenungkan firman, selain membacanya, meningkatkan spiritualitas remaja dan kemampuan memorinya, yang berdampak pada perkembangan intelektual. Diharapkan hasil ini membantu guru memperkaya metode pengajaran.Kata Kunci: eksegesis; pendidikan remaja; psikologi memori; spiritualitas; religiositas
Pendekatan Alkitabiah dalam Membantu Anak Usia 2-5 Tahun Mengembangkan Kemampuan Berbicara Duha, Sang Putra Immanuel; Tulus, Jekson; Marpaung, Nona Beta; Hendi, Hendi; Marlianus, David
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i2.536

Abstract

Speech delays in children aged 2-5 years are a common problem that hinders their language development. In this context, a Biblical approach can be a valuable source of guidance for parents and educators in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. However, there has not been much literature review regarding the use of a Biblical approach in this context. This literature review aims to explore the use of a Biblical approach in helping children aged 2-5 years develop their speaking skills. The objectives of this research include identifying relevant Biblical principles, developing methods for Biblical approaches, and evaluating the results achieved through the application of these methods. The research approach method uses a qualitative approach by examining relevant Biblical principles through a Biblical text approach, consulting with theologians through literature study and research from related journals. Based on these principles, a Biblical approach method was developed, including the use of Bible stories, spiritual songs, prayers, and positive affirmations in children's daily activities. In the end, the results of applying this Biblical approach showed positive results in developing the speaking abilities of children aged 2-5 years. Children show improved speaking ability through recognizing words from Bible stories, using hymns to practice language skills, and using prayers involving simple words and phrases. Apart from that, positive affirmations based on Bible teachings also help build children's confidence in communicating.Keywords: Biblical Approach; Children 2-5 years; Speaking ability.AbstrakKeterlambatan bicara pada anak usia 2-5 tahun merupakan masalah umum yang menghambat perkembangan bahasa mereka. Dalam konteks ini, pendekatan Alkitabiah dapat menjadi sumber bimbingan yang berharga bagi orang tua dan pendidik dalam membantu anak-anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Namun, tinjauan literatur terkait penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam konteks ini belum banyak dilakukan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan pendekatan Alkitabiah dalam membantu anak usia 2-5 tahun mengembangkan kemampuan berbicara mereka. Tujuan penelitian ini mencakup identifikasi prinsip-prinsip Alkitab yang relevan, pengembangan metode pendekatan Alkitabiah, dan evaluasi hasil yang dicapai melalui penerapan metode tersebut. Adapun metode pendekatan pada penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan meneliti prinsip-prinsip Alkitab yang relevan melalui pendekatan teks Alkitab, konsultasi dengan ahli teologi melalui studi kepustakaan dan penelitian dari jurnal yang terkait. Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, metode pendekatan Alkitabiah dikembangkan, termasuk penggunaan cerita-cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, doa, dan afirmasi positif dalam kegiatan sehari-hari anak-anak. Pada akhirnya hasil dari penerapan pendekatan Alkitabiah ini menunjukkan hasil yang positif dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia 2-5 tahun. Anak-anak menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara melalui pengenalan kata-kata dari cerita-cerita Alkitab, penggunaan lagu-lagu rohani untuk melatih kemampuan bahasa, dan penggunaan doa yang melibatkan kata-kata dan frasa-frasa sederhana. Selain itu, afirmasi positif berdasarkan ajaran Alkitab juga membantu membangun kepercayaan diri anak-anak dalam berkomunikasi.Kata Kunci: Pendekatan Alkitabiah; Anak 2-5 tahun; Kemampuan berbicara.
GEREJA DAN TANTANGAN BERTEOLOGI DALAM MASYARAKAT YANG SEMAKIN SEKULER Sinaga, Ramlon; Duha, Sang Putra Immanuel
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i2.192

Abstract

Kemajuan pesat sekularisme di berbagai belahan dunia menghadirkan serangkaian tantangan kompleks bagi gereja dalam menjalankan misinya, termasuk dalam ranah teologi. Artikel ini mengkaji secara mendalam beberapa tantangan utama yang dihadapi gereja dalam konteks masyarakat sekuler, serta menawarkan solusi potensial yang dilandasi oleh pemahaman teologis yang kontekstual dan metodologi yang aplikatif. penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sekularisme dan dampaknya terhadap gereja dan teologinya di Indonesia. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi gereja dalam berteologi di tengah gelombang sekularisme. Data diperoleh dari berbagai sumber yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja perlu mengembangkan strategi yang efektif untuk tetap relevan dan efektif dalam pewartaan Injil di tengah masyarakat yang semakin mengarah ke arah sekularisme. Beberapa solusi yang disarankan termasuk kontekstualisasi teologi, pembinaan iman yang kuat, dialog dan penghormatan, pelayanan yang relevan, dan kesaksian pribadi yang hidup. tulisan ini juga membahas dampak sekularisme dalam masyarakat modern dan gejala sekularisme yang terjadi di dalam tubuh gereja. Diharapkan penelitian ini dapat membantu gereja menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan membangun hubungan yang lebih positif dan bermakna dengan masyarakat di sekitarnya.
Panduan Moral di Era Modern: Refleksi Penebusan dalam Kitab Kejadian Sitinjak, Johan Natanael; Duha, Sang Putra Immanuel; Habel, Delayda
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.85-96

Abstract

Era modern ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, budaya, dan sistem sosial yang membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat. Kemajuan ini memberikan dampak positif, namun juga menimbulkan tantangan moral, terutama dalam mempertahankan nilai-nilai spiritual. Kitab Kejadian sebagai bagian dari Perjanjian Lama memiliki peran penting dalam membentuk moralitas dan memberikan pedoman bagi kehidupan manusia di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai moral dalam Kitab Kejadian sebagai panduan kehidupan di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, di mana berbagai sumber teologis dan penelitian terdahulu dikaji untuk memahami implikasi moral Kitab Kejadian dalam konteks saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kejatuhan dan penebusan dalam Kitab Kejadian memberikan perspektif moral yang kuat bagi masyarakat modern. Prinsip-prinsip yang diajarkan, seperti ketaatan, tanggung jawab, dan penebusan, dapat menjadi landasan dalam menghadapi tantangan etika akibat perkembangan zaman. Selain itu, studi ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai spiritual dapat membantu individu dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berlandaskan iman. Kesimpulannya, Kitab Kejadian tetap relevan sebagai panduan moral bagi masyarakat modern. Dengan memahami dan menerapkan ajaran yang terkandung di dalamnya, manusia dapat mempertahankan nilai-nilai moral dan spiritual di tengah dinamika perubahan zaman.
Murka yang Membinasakan atau Kasih yang Memulihkan: Membaca Ulang Mikha 2:1-13 dalam Krisis Moral Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Duha, Sang Putra Immanuel; Kudadiri, William Natanael; Boniface, Catherine
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.1-14

Abstract

Kitab Mikha 2:1-13 menyingkap ketegangan teologis antara murka Allah yang membinasakan dan kasih-Nya yang memulihkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pesan Mikha dengan krisis moral kontemporer, khususnya praktik ketidakadilan, korupsi, dan penindasan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan secara mendalam pesan teologis Mikha 2:1-13 dengan pendekatan ekspositori, menegaskan keterkaitan antara penghukuman dan pemulihan, serta menunjukkan signifikansinya bagi gereja masa kini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, yang melibatkan analisis terhadap Kitab Mikha sebagai sumber primer serta literatur klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosa yang dirancang secara sadar dan struktural (ay. 1-11) mendatangkan hukuman Allah yang tegas, yang tidak hanya merusak aspek sosial tetapi juga memutuskan relasi umat dengan Allah. Namun, janji pengumpulan kembali umat (ay. 12-13) menegaskan kasih Allah yang memulihkan identitas rohani dan sosial umat perjanjian. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penghukuman dan pemulihan merupakan satu kesatuan dalam teologi kenabian, yang menuntut gereja masa kini untuk menggabungkan suara profetik melawan dosa dengan pewartaan kasih yang menghadirkan pemulihan.
Pola Asuh Orang Tua Kristen Menurut Matius 18:6 Sebagai Upaya Untuk Mengatasi Kekerasan Seksual Pada Anak Boiliu, Fredik Melkias; Duha, Sang Putra Immanuel
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.207

Abstract

Studi ini membahas pola asuh orang tua Kristen untuk mengatasi kekerasan seksual pada anak berdasarkan ayat Matius 18:6. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber terpercaya tentang kekerasan seksual pada anak dan pola asuh yang efektif. Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan panduan praktis bagi orang tua Kristen dalam melindungi anak-anak mereka dari bahaya kekerasan seksual. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pola asuh yang baik bagi orang tua Kristen mencakup memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang tepat kepada anak-anak mereka, serta mengajarkan anak-anak untuk berbicara dengan jujur dan terbuka. Orang tua Kristen juga harus siap untuk mengambil tindakan yang tegas jika anak mereka menjadi korban kekerasan seksual. Studi ini memiliki kebaharuan dalam memberikan panduan praktis bagi orang tua Kristen dalam mengatasi kekerasan seksual pada anak dengan menggabungkan perspektif Alkitab dan pengetahuan yang ada tentang kekerasan seksual pada anak.
Peranan Gembala Sidang dalam Membentuk Pelayanan Unggul di Gereja Lokal Haryanti, Lilis; Duha, Sang Putra Immanuel; Tafonao, Talizaro
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v1i2.10

Abstract

Abstract: The author observes empirically that not a few churches are trapped by the splendor of the church, so the churches are currently competing to add various facilities so that the congregations who come to the church feel comfortable during worship. This concept is actually not wrong but it becomes problematic if the church forgets its main role in preparing superior ministry based on the Bible concept. Based on this problem, the researcher examined this matter, because the duties and responsibilities of a pastor in forming superior ministry in the local church are urgent matters. The purpose of writing this article is to explain what the pastor does in forming superior ministry in the local church. The method used in this writing is descriptive research method. The results of this study can provide practical guidance for pastors and church leaders in strengthening ministry by understanding the duties of a pastor and the role of a pastor in forming a superior ministry. This means that the pastor has an important role in preparing formidable ministers for continuity in ministry in the local church. Abstraksi: Penulis mengamati secara empiris bahwa tidak sedikit gereja-gereja terjebak dengan kemegahan gereja, sehingga gereja-gereja sekarang ini berlomba-lomba menambahkan berbagai fasilitas supaya jemaat-jemaat yang datang ke gereja merasa nyaman pada saat beribadah. Konsep ini sebenarnya tidak salah tetapi menjadi bermasalah bila gereja melupakan peranan utamannya dalam mempersiapakan pelayanan unggul berdasarkan konsep Alkitab. Berdasarkan persoalan itu sehingga peneliti mengkaji hal ini, karena tugas dan tanggung jawab seorang gembala sidang dalam membentuk pelayanan unggul di gereja lokal merupakan hal yang mendesak. Tujuan penulisan artikel ini adalah menjelaskan apa saja yang dilakukan oleh gembala sidang dalam membentuk pelayanan unggul di gereja lokal. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini dapat memberikan panduan praktis bagi gembala dan pemimpin gereja dalam memperkuat pelayanan dengan memahami tugas seorang gembala dan peranan gembala dalam membentuk pelayanan yang unggul. Artinya gembala sidang memiliki peran penting dalam mempersiapkan para pelayan yang tangguh demi keberlangsungan dalam pelayan di gereja lokal.
Gereja Ekspansif: Tantangan dan Peluang Dalam Mendorong Pertumbuhan Jemaat Jekson Tulus; Duha, Sang Putra Immanuel; Marpaung, Nona Beta; Daeli, Desimal
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 2 (2025): Pemikiran Teologis dan Pelayanan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v19i2.1012

Abstract

This research aims to analyze the challenges and opportunities faced by churches in encouraging congregational growth. The main formulation in this research is how expansive churches can overcome existing challenges and take advantage of available opportunities in their efforts to encourage sustainable congregational growth. The church as a religious institution plays an important role in forming a spiritual community and meeting the spiritual needs of its people. The expansive church is a concept that emphasizes the importance of developing proactive strategies and approaches to achieve significant congregational growth. This research method uses a descriptive qualitative research approach. Data collection was carried out through literature studies from books, related journals, interviews with church leaders who are experienced in promoting congregation growth, as well as analysis of related literature. The research results were then analyzed descriptively to identify the main challenges faced by churches in encouraging congregational growth, as well as opportunities that could be exploited. Based on the research results, the conclusion that can be drawn is that expansive churches need to adopt an innovative and inclusive approach in encouraging congregational growth.