Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Pembelajaran Bahasa Arab dalam Sistem Pendidikan Islam terhadap Penguatan Identitas Keislaman Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Guroba) Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5739

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran bahasa Arab dalam penguatan identitas keislaman santri di Pondok Pesantren Modern Al-Guroba Kabupaten Sorong. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pembelajaran bahasa Arab di pesantren tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan kompetensi kebahasaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai Islam dan pembentukan identitas keislaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis peran pembelajaran bahasa Arab sebagai instrumen penguatan identitas keislaman santri dalam konteks pesantren modern di wilayah Papua Barat, yang masih relatif terbatas dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab berperan penting dalam penguatan identitas keislaman santri melalui peningkatan pemahaman terhadap sumber ajaran Islam, pembiasaan penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan kompetensi linguistik, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan memberikan ulasan mengenai transmisi pembelajaran bahasa Arab dan pendidikan Islam, serta menawarkan perspektif bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat menjadi instrumen strategi dalam penguatan identitas keislaman santri di lingkungan pesantren.
Internalisasi Nilai Aqidah, Ibadah, dan Akhlak dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas IX di MTs Muhammadiyah 2 Aimas Aswar Hasyim; Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6065

Abstract

Karakter religius menjadi salah satu pencapaian utama dalam pendidikan Islam, karena pendidikan ini tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga harus menumbuhkan penghayatan serta pengamalan nyata nilai-nilai keagamaan dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai aqidah, ibadah, dan akhlak diinternalisasikan dalam membentuk karakter religius siswa kelas IX di MTs Muhammadiyah 2 Aimas, sekaligus menelusuri faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data digali dari kepala madrasah, guru PAI, dan siswa kelas IX yang ditentukan secara purposive, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Temuan menunjukkan bahwa penguatan nilai aqidah berlangsung melalui proses pembelajaran PAI, peneguhan keimanan kepada Allah SWT., dan pembiasaan sikap keimanan dalam aktivitas sehari-hari. Nilai ibadah ditanamkan lewat rutinitas salat duha, salat zuhur berjamaah, muraja'ah Al-Qur'an, kultum, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Sementara itu, nilai akhlak terbentuk melalui teladan para guru serta pembiasaan sikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab yang didukung budaya keagamaan madrasah. Lingkungan madrasah yang kondusif, keteladanan guru, dan hilangnya program keagamaan menjadi faktor pendorong, sedangkan pengaruh negatif dari luar sekolah, media digital, dan pergaulan menjadi penghambat. Penelitian menekankan pentingnya internalisasi nilai ketiga tersebut secara berkesinambungan, dan merekomendasikan penguatan kerja sama sekolah, guru, dan orang tua serta pengembangan program pembiasaan keagamaan yang lebih konsisten.
INTEGRATING MULTICULTURAL BOARDING SCHOOL EDUCATION TO STRENGTHEN STUDENTS' RELIGIOUS AND ACADEMIC CHARACTER Arif Pramana Aji; Muhammad Ali Bakri; Sandi Pratama; Rosmalina Rosmalina; Agil Hasan Abdullah
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Nurul Jadid University, Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/edureligia.v8i1.8750

Abstract

This study examines how Islamic Religious Education in a multicultural boarding school integrates formal learning, mentoring in the dormitory, and character building in a religiously and culturally diverse environment. Using a qualitative case study design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the madrasah principal, Islamic Religious Education teachers, dormitory supervisors, students, and parents. Data were analyzed through condensation, display, and conclusion drawing, while triangulation of sources and techniques was used to strengthen credibility. The findings indicate an integrative, 24-hour educational system that links the madrasah curriculum with the dormitory program, congregational worship, Quran recitation and memorization, evening study, the role of educators as role models, discipline, and ongoing monitoring. Religious character is developed through greater consistency in worship, respectful behavior, tolerance, and social responsibility. Academic character is strengthened through learning discipline, time management, independence, task responsibility, academic honesty, and achievement motivation. The main mechanism is not only regulation alone, but also the interaction between habituation, modeling, mentoring, reflective explanations, educational rewards and punishments, and collaboration between the school, the dormitory, and the family. This study implies that multicultural Islamic boarding school education is most effective when religious identity, social tolerance, and academic self-regulation are fostered as a coherent educational ecology.