Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Guru PAI Dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan Arif Pramana Aji; Anggun Fitria; Zulkifli
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v4i2.1968

Abstract

Penelitian ini dilakukan melihat bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan dalam membentuk karakter religius siswa kelas VIII B di MTs Muhammadiyah 2 Aimas melalui metode pembiasaan serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, dan tujuan penelitian ini untuk menggali peran guru PAI serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter religius siswa kelas VIII B di MTs Muhammadiyah 2 Aimas melalui metode pembiasaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan Kualitatif, dengan fokus pada interaksi antara guru PAI dan siswa dalam proses pembentukan karakter religius melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, siswa, serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memegang peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama dan membentuk karakter religius siswa, baik melalui pengajaran materi ajar agama Islam maupun melalui contoh perilaku yang ditunjukkan oleh guru dalam kehidupan sehari-hari. Metode pembiasaan yang diterapkan di kelas, seperti rutinitas salat berjama’ah, dzikir, muroja’ah Alquran, kultum serta pemberian teladan tentang akhlak dan moral, terbukti efektif dalam membentuk sikap religius siswa. Selain itu, dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan pembiasaan karakter religius siswa. Dengan demikian, peran guru PAI sangat signifikan dalam upaya membentuk karakter religius yang kuat di kalangan siswa MTs Muhammadiyah 2 Aimas.
Implementasi Program Boarding School Dalam Pembentukan Karakter Islami Siswa MTs. Muhammadiyah 2 Aimas Antolongo, Taufik; Aji, Arif Pramana; Jumadi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v4i2.3523

Abstract

Implementasi program boarding school di MTs Muhammadiyah 2 Aimas telah berjalan dengan baik dan efektif dalam membentuk karakter islami siswa. Program ini mencakup berbagai kegiatan sosial yang berorientasi pada nilai-nilai Islam. Selain itu, lingkungan yang kondusif dan dukungan dari orang tua serta masyarakat juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan program ini. Namun, peneliti juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi, seperti perbedaan latar belakang siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Meskipun demikian, upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasi tantangan tersebut menunjukan komitmen yang tinggi dalam pembentukan karakter Islami siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program boarding school di MTs Muhammadiyah 2 Aimas memiliki peran penting dalam membentuk kerakter Islami siswa, meskipun masih terdapat bebrapa hambatan yang perlu diatasi. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan evaluasi lebih mendalam terhadap program-program yang ada serta melibatkan lebih banyak pihak dalam proses pembinaan karakter siswa The results indicate that the boarding school program at MTs Muhammadiyah 2 Aimas has been implemented effectively in fostering students' Islamic character. The program incorporates various religious activities rooted in Islamic values. Additionally, a supportive environment, along with parental and community involvement, significantly contributes to the program's success. However, the study also identifies several challenges, such as students' diverse backgrounds, limited facilities, and lack of parental engagement in the educational process. Despite these obstacles, the school demonstrates a strong commitment to addressing these issues to strengthen students' Islamic character. In conclusion, the boarding school program plays a vital role in shaping the Islamic character of students, though some challenges remain. For future research, it is recommended to conduct a more in-depth evaluation of existing programs and involve more stakeholders in student character development.
Manajemen Pendidikan Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Di SD Tahfidzul Qur’an Cahaya Islam Papua Kota Sorong Kasmarang, Rifki; Tang, Ambo; Aji, Arif Pramana
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v4i2.3779

Abstract

Penelitian ini berfokus kepada Manajemen Pendidikan Islam dalam meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di SD Tahfidzul Qur’an Cahaya Islam Papua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen pendidikan Islam, faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan Islam serta faktor pendukung dan penghambat manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di SD Tahfidzul Qur’an Cahaya Islam Papua Kota Sorong, Papua Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data berupa data aktual berupa narasi dan tindakan baik secara lisan maupun secara tertulis. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolaan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Manajemen Pendidikan Islam di sekolah dalam meningkatkan Mutu Pendidikan Islam di SD Tahfidzul Qur’an Cahaya Islam Papua yaitu dengan menggukan empat fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Faktor pendukung yaitu tersedianya sarana dan prasarana, faktor penghambat yaitu adanya keberagaman latar belakang dan pergaulan peserta didik. Kata Kunci : Manajemen Pendidikan Islam, Karakter.
Implementasi Metode Permainan Dalam Menghafal Al-Qur’an Siswa Putra Kelas IV SD Tahfidzul Qur’an Cahaya Islam Papua Jumadi, Jumadi; Fadil, Muhammad; Aji, Arif Pramana
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - Maret 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.1.2025.5501

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, seperti metode permainan, untuk meningkatkan efektivitas penghafalan Al-Qur'an di kalangan santri, khususnya dalam menghadapi tantangan kejenuhan dan keterbatasan waktu yang sering dihadapi dalam proses tahfidz. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode permainan dalam menghafal Al-Qur'an pada santri kelas IV putra di Sekolah Dasar Tahfizh Qur’an (SDTQ) Cahaya Islam Papua, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepalasekolah, guru tahfidz dan siswa kelas IV putra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode permainan dilakukan sebagai strategi pendukung yang melengkapi metode klasikal dan privat dalam program tahfidz. Metode ini diterapkan melalui dua jenis permainan utama: modifikasi ular tangga dan mencari ayat, yang digunakan sebagai selingan untuk mengisi waktu luang siswa. Faktor pendukung implementasi meliputi antusiasme siswa, dukungan pengajar, sarana dan prasarana, lingkungan yang kondusif, dukungan kurikulum yang fleksibel dan kerja sama antar siswa.. Sementara faktor penghambat mencakup manajemen waktu yang belum optimal, keterbatasan alat peraga, kecenderungan bermain berlebihan, dan persepsi negatif terhadap metode permainan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode permainan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan mengurangi kejenuhan santri dalam menghafal Al-Qur'an, namun memerlukan pengelolaan yang lebih terstruktur untuk mengoptimalkan efektivitasnya.
Membentuk Karakter Unggul dengan Sistem Boarding School di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sorong Tang, Ambo; Aji, Arif Pramana; Bachtiar, Achmad
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1808

Abstract

Peran sistem boarding school dalam membentuk karakter unggul pada siswa dengan menggabungkan pendidikan akademis dan pembinaan karakter secara intensif, boarding school menawarkan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan diri siswa secara holistik. Penelitian ini ini merupaka penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui pembentukan karakter unggul dengan sistem boarding school. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter unggul dengan sistem boarding school dapat dilakukan dengan Pembiasaan positif, penanaman nilai secara intensif dan integral, monitoring seluruh aktifitas siswa secara ketat, keterlibatan kegiatan sosial dan kemasyarakatan, dan refleksi diri. Adapung keunggulan boarding school dalam pembentukan karakter unggul adalah lingkungan yang terkontrol, pembinaan intensif, pengembangan kemandirian, interaksi sosial yang luas, dan pengembangan bakat dan minat.
Strategi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas Dalam Menanggulangi Kenakalan Peserta Didik Nur Alim, Hijrah; Arif Pramana Aji; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i1.3998

Abstract

Kenakalan peserta didik merupakan salah satu masalah signifikan yang dapat menghambat proses pendidikan dan perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pihak sekolah dan orang tua/wali peserta didik untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tenaga pendidik/kependidikan, peserta didik, orang tua/wali peserta didik, serta observasi langsung terhadap kegiatan sekolah. Minimnya dukungan dan keterlibatan orang tua/wali peserta didik dalam kegiatan sekolah berdampak pada rendahnya efektivitas upaya penanggulangan kenakalan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas. Selain itu, ditemukan bahwa kurangnya sinergi antara tenaga pendidik/kependidikan dalam mengedukasi peserta didik juga menjadi faktor penghambat. Implementasi program pendidikan karakter seperti mengaji, dan kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathon masih belum optimal dalam membentuk karakter positif peserta didik. Untuk menanggulangi kenakalan peserta didik secara efektif, diperlukan peningkatan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua/wali peserta didik, penguatan peran serta tenaga pendidik/kependidikan dalam pendidikan karakter, serta optimalisasi program-program yang sudah ada. Dengan demikian, diharapkan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan holistik peserta didik yang mencakup pada segi akademik dan karakter, dalam rangka menanggulangi fenomena kenakalan yang terjadi.
Strategi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas Dalam Menanggulangi Kenakalan Peserta Didik Hijrah Nur Alim; Arif Pramana Aji; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i1.3998

Abstract

Kenakalan peserta didik merupakan salah satu masalah signifikan yang dapat menghambat proses pendidikan dan perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pihak sekolah dan orang tua/wali peserta didik untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tenaga pendidik/kependidikan, peserta didik, orang tua/wali peserta didik, serta observasi langsung terhadap kegiatan sekolah. Minimnya dukungan dan keterlibatan orang tua/wali peserta didik dalam kegiatan sekolah berdampak pada rendahnya efektivitas upaya penanggulangan kenakalan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas. Selain itu, ditemukan bahwa kurangnya sinergi antara tenaga pendidik/kependidikan dalam mengedukasi peserta didik juga menjadi faktor penghambat. Implementasi program pendidikan karakter seperti mengaji, dan kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathon masih belum optimal dalam membentuk karakter positif peserta didik. Untuk menanggulangi kenakalan peserta didik secara efektif, diperlukan peningkatan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua/wali peserta didik, penguatan peran serta tenaga pendidik/kependidikan dalam pendidikan karakter, serta optimalisasi program-program yang sudah ada. Dengan demikian, diharapkan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan holistik peserta didik yang mencakup pada segi akademik dan karakter, dalam rangka menanggulangi fenomena kenakalan yang terjadi.
ANALISIS KEDISIPLIMAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PRESTASI PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH AIMAS KABUPATEN SORONG Arif Pramana Aji; Jana Rahmayati Bauw; Abdul Gani
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedisiplinan guru Pendidikan Agama Islamterhadap prestasi peserta didik, serta upaya dan hambatan terhadap prestasi pesertta didikkelas VII di SMP Muhammadiyah Aimas Kabupaten Sorong. Kedisiplinan guru dinilai sebagai elemen penting dalam membentuk suasana belajar yang mendukung dan efektif bagi siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas VII, observasi langsung di lingkungan kelas, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah Aimas umumnya menunjukkan disiplin yang tinggi,termasuk dalam hal ketepatan waktu, persiapan materi pelajaran yang komprehensif, kemampuan mengelola kelas, dan memberikan teladan dalam praktik ibadah. Disiplin guru Pendidikan Agama Islam ini memiliki korelasi positif dengan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam dan pengembangan sikap disiplin pada diri siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa area untuk perbaikan, seperti perlunya konsistensi lebih lanjut dalam penerapan peraturan dan peningkatan interaksi guru-siswa. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kedisiplinan guru Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu strategi yang efektif untuk meningkatan prestasi akademik dan pembentukan karakter siswa.
Internalizing Religious Moderation through the Hidden Curriculum: A Case Study of an Indonesian Madrasah Pramana Aji, Arif; Santoso, Budi; Andri Pramita, Roni; Artikasari Arifin, Liana; Anakotta, Raisa
Jurnal Tarbiyatuna Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/v3x87z02

Abstract

Religious moderation has become a strategic priority in Islamic education, as madrasahs are expected to cultivate students who are tolerant, inclusive, and socially responsible. Although previous studies have emphasized formal religious instruction, the contribution of the hidden curriculum to fostering religious moderation remains underexplored. This study aims to examine how the hidden curriculum facilitates the internalization of religious moderation in an Indonesian madrasah. Using an interpretive qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving school leaders, teachers, boarding school supervisors, and students. The data were analyzed through coding, categorization, interpretation, and triangulation to identify patterns of value internalization. The findings reveal that religious moderation is internalized through three interconnected stages: value transformation, value transaction, and value transinternalization. These stages are manifested through teacher role modelling, school culture, collective worship, boarding school life, and students' daily social interactions, fostering tolerance, mutual respect, responsibility, and inclusiveness. The study concludes that the hidden curriculum serves as a strategic mechanism for strengthening religious moderation by integrating moderate Islamic values into students' everyday educational experiences. These findings contribute to the discourse on Islamic education by demonstrating that the hidden curriculum provides a practical framework for promoting religious moderation in madrasahs.
Peran Kegiatan Sie Kerohanian Islam Dalam Peningkatan Perilaku Religius Siswa Muslim SMA Negeri 2 Kaimana Siti Komariah; Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan Sie Kerohanian Islam (Rohis) dalam meningkatkan perilaku religius siswa Muslim di SMA Negeri 2 Kaimana serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling terhadap guru Pendidikan Agama Islam sebagai pembina Rohis, pengurus Rohis, dan siswa Muslim. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Rohis berperan signifikan dalam meningkatkan perilaku religius siswa, terutama dalam kedisiplinan beribadah, pembiasaan akhlak mulia, kejujuran, dan kepedulian sosial. Bentuk kegiatan yang paling berpengaruh meliputi salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, kultum, pendampingan keislaman, serta kegiatan sosial keagamaan. Faktor pendukung kegiatan Rohis meliputi dukungan pihak sekolah, kompetensi pembina, dan program kerja yang terstruktur, sedangkan faktor penghambat meliputi terbatasnya waktu, rendahnya motivasi sebagian siswa, dan belum optimalnya partisipasi siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan Rohis merupakan strategi efektif dalam pembinaan perilaku religius siswa di sekolah negeri.