Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENANGANAN PERTAMA PADA CEDERA KEPALA RINGAN Silvina Marbun, Agnes; Amila, Amila; Simanjuntak, Galvani Volta; Mislika, Mutia; Santri, Trisna Widya; Sahputra, Andi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kepala bisa menyebabkan otak mengalami benturan dengan tulang kepala bagian dalam yang memicu terjadinya perdarahan, memar jaringan, hingga terjadinya kerusakan pada serabut saraf. Pada beberapa kondisi trauma kepala ringan, darah bisa saja keluar dalam volume yang cukup banyak. Tulang tengkorak memiliki fungsi utama untuk melindungi otak dari kerusakan akibat cedera. Saat terjadi benturan yang menyebabkan cedera, fungsi otak akan mengalami gangguan tanpa diikuti dengan gejala yang bisa dilihat dari luar. Memberikan penanganan pertama untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi pada korban cedera kepala ringan, maka langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi jantung dan langkah kedua apabila masih bernapas dan detak jantungnya masih berada pada kondisi normal, tetapi kehilangan kesadaran, kamu bisa menstabilkan posisi kepala dan leher menggunakan tangan sebagai alas. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan penjelasan dan cara penanganan pertama pada cedera kepala ringan pada 15 orang dengan langkah pertama pemeriksaan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi jantung. Tehnik ini sering disingkat menjadi teknik ABC, yaitu airways, breathing, dan circulation. Berdasarkan dari penjelasan dan beberapa kali dipandu melakukan tehnik tersebut, maka peserta mampu menjelaskan dan melakukan tehnik penanganan pertama pada cedera kepala ringan.
SOSIALISASI TENTANG PENYAKIT MENULAR PADA KADER POSYANDU REMAJA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS 1 MEDAN Sitorus, Mido Ester. J.; Simanjuntak, Galvani Volta; Tarigan, Frida Lina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2018), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah (Kemenkes RI, 2012). Hasil survei penduduk antar sensus 2015 menunjukkan bahwa pendudukusia 15-24 tahun mencapai 42.061,2 juta atau sebesar 16,5 persen dari total penduduk Indonesia. Hasil proyeksi penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia remaja ini akan mengalami peningkatan hingga tahun 2030 (World Population Prospects, UN Population 2015 dalam Lembaga Demografi FEB UI, 2017). Berdasarkan hasil pra survey di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan ternyata belum pernah di adakan Posyandu Remaja tentang Penyakit Menular, pada hal saat ini banyak sekali remaja yang bisa mendapatkan informasi mengenai penyakit menular baik melalui media social misalnya facebook, youtube, Instagram, whatsapp, twitter, line. Maka dari itu kami tim pelaksana pengabdian masyarakat datang menjelaskan kepada kader posyandu bahwa apa saja penyakit menular itu. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Okober tahun 2021, Tempat kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah di Ruang Aula Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan. Bagian I. Sosialisasi tentang Penyakit Menular Pada Kader Posyandu Remaja Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan. Bagian II. CBIA (Cara Belajar Insan Aktif). Luaran Yang diharapkan melalui Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan ini adalah Jurnal lokal yang mempunyai ISSN. Dengan dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi tentang Penyakit Menular Pada Kader Posyandu Remaja Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan dengan Metode CBIA ini, maka seluruh remaja mengetahui tentang penjelasan pengertian dari penyakit menular, jenis-jenis penyakit menular dan penyebabnya, cara penyebaran penyakit menular secara umum,.
Pengabdian Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Kasus Kegawatdaruratan Tersedak Di Kelurahan Gaharu Dengan Metode Simulasi Galvani Volta Simanjuntak; Marthalena Simamora; Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus gawat darurat akibat tersedak merupakan salah satu kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius, termasuk risiko henti napas atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis mengenai pelaksanaan pertolongan pertama pada kasus tersedak di wilayah Kelurahan Gaharu. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan simulasi teknik pertolongan pertama, seperti manuver Heimlich dan tindakan penanganan lainnya yang sesuai dengan usia korban, baik pada dewasa maupun anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Gaharu memiliki pemahaman yang meningkat terkait identifikasi gejala tersedak dan keterampilan memberikan pertolongan pertama secara efektif. Kesimpulannya, pelatihan dan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kasus tersedak berperan penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat untuk menghadapi situasi gawat darurat, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan nyawa korban.
STOP STIGMA DAN DISKRIMINASI ODHA DI KOTA MEDAN Simanjuntak, Galvani Volta; Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Pardede, Jek Amidos
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) merupakan salah satu hambatan utama dalam pengendalian dan pengobatan HIV/AIDS. Adanya stigma dan diskriminasi membuat ODHA enggan melakukan pengobatan dan kelompok beresiko tinggi enggan untuk melakukan pemeriksaan dini. Ketakutan yang irasional akan penularan HIV dan persepsi masyarakat bahwa orang yang terinfeksi HIV memiliki perilaku yang tidak baik adalah alasan utama masyarakat menstigma dan mendiskriminasi ODHA. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan kegiatan: 1) Pemberian informasi yang benar tentang HIV/AIDS, dan 2) Testimoni ODHA. Tujuan dan target dari kegiatan ini adalah: 1) Masyarakat memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV, 2) Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA berkurang atau hilang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah metode penyuluhan dan interaktif. Hasil dari kegiatan ini, masyarakat tidak takut saat berinteraksi dengan ODHA seperti ngobrol dan bersalaman. Masyarakat juga berkomitmen untuk tidak lagi menstigma dan mendiskriminasikan ODHA.