Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENTINGNYA PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KELUARGA DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Ismail Ismail; Nurul Sakdah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu dan keluarga. Program pengabdian masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Kota Banda Aceh dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, termasuk aspek fisik, mental, dan sosial. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi praktis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang perencanaan keluarga, pencegahan penyakit menular seksual, serta pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 15 September 2024 di Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan mahasiswa/I dari University College MAIWP International (UCMI) Kuala Lumpur. Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan keluarga, mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya peran komunitas dalam mendukung akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA LAMTENGOH INGIN JAYA ACEH BESAR Mansuriza Mansuriza; Asasun Naja; Syukriadi Syukriadi; Nurul Sakdah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.30951

Abstract

Perkembangan motorik halus mendukung keterampilan dasar anak prasekolah. Di Indonesia, 13%–18% anak di bawah lima tahun mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, termasuk keterlambatan motorik. Pengetahuan ibu merupakan kunci untuk memberikan stimulasi yang tepat, seperti merangkai manik-manik, menggambar, atau bermain konstruktif. Pada tahun 2024, Desa Lamteungoh memiliki angka gangguan motorik halus tertinggi di antara seluruh Puskesmas Lambaro Ingin Jaya, yaitu 35% (17 dari 49 kasus). Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak prasekolah di Desa Lamteungoh, Ingin Jaya, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Sampel terdiri dari 41 ibu anak prasekolah yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan ibu dinilai menggunakan kuesioner, dan perkembangan motorik anak dievaluasi menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST). Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menguji uji chi-square (signifikansi: 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus yang abnormal lebih sering terjadi pada anak-anak yang ibunya memiliki pengetahuan yang kurang (91,7%) atau cukup (84,6%). Oleh karena itu, perkembangan normal lebih sering terjadi pada anak-anak dari ibu yang memiliki pengetahuan yang baik (56,2%). Kemudian, analisis statistik mengkonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak (p = 0,009). Hal ini menunjukkan bahwa upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui pendidikan dan konseling tentang stimulasi motorik halus untuk mencapai pertumbuhan anak yang optimal.Keywords: Pengetahuan Keibuan, Keterampilan Motorik Halus, Anak Prasekolah