Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENTINGNYA PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KELUARGA DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Ismail Ismail; Nurul Sakdah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu dan keluarga. Program pengabdian masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Kota Banda Aceh dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, termasuk aspek fisik, mental, dan sosial. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi praktis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang perencanaan keluarga, pencegahan penyakit menular seksual, serta pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 15 September 2024 di Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan mahasiswa/I dari University College MAIWP International (UCMI) Kuala Lumpur. Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan keluarga, mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya peran komunitas dalam mendukung akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA LAMTENGOH INGIN JAYA ACEH BESAR Mansuriza Mansuriza; Asasun Naja; Syukriadi Syukriadi; Nurul Sakdah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.30951

Abstract

Perkembangan motorik halus mendukung keterampilan dasar anak prasekolah. Di Indonesia, 13%–18% anak di bawah lima tahun mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, termasuk keterlambatan motorik. Pengetahuan ibu merupakan kunci untuk memberikan stimulasi yang tepat, seperti merangkai manik-manik, menggambar, atau bermain konstruktif. Pada tahun 2024, Desa Lamteungoh memiliki angka gangguan motorik halus tertinggi di antara seluruh Puskesmas Lambaro Ingin Jaya, yaitu 35% (17 dari 49 kasus). Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak prasekolah di Desa Lamteungoh, Ingin Jaya, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Sampel terdiri dari 41 ibu anak prasekolah yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan ibu dinilai menggunakan kuesioner, dan perkembangan motorik anak dievaluasi menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST). Analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menguji uji chi-square (signifikansi: 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus yang abnormal lebih sering terjadi pada anak-anak yang ibunya memiliki pengetahuan yang kurang (91,7%) atau cukup (84,6%). Oleh karena itu, perkembangan normal lebih sering terjadi pada anak-anak dari ibu yang memiliki pengetahuan yang baik (56,2%). Kemudian, analisis statistik mengkonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan perkembangan motorik halus anak (p = 0,009). Hal ini menunjukkan bahwa upaya harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui pendidikan dan konseling tentang stimulasi motorik halus untuk mencapai pertumbuhan anak yang optimal.Keywords: Pengetahuan Keibuan, Keterampilan Motorik Halus, Anak Prasekolah
Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Tingkat Kecemasan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Abulyatama Widia Santri Telaumbanua; Nurul Sakdah; Yuli Zuhkrina
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i2.3204

Abstract

Final-year students often experience anxiety while preparing their scientific papers, which can interfere with academic performance and psychological well-being. This condition generally arises from the pressure of completing final assignments, high academic demands, limited time, and fear of failure in meeting graduation requirements. One non-pharmacological approach that can be used to reduce this anxiety is Butterfly Hug therapy. Butterfly Hug is a simple self-regulation relaxation technique involving gentle, alternating taps on the chest and shoulder area, designed to stimulate the body’s calming response system. This technique is known to help individuals achieve relaxation, improve concentration, and maintain emotional stability during stressful situations. The purpose of this study was to examine the effect of Butterfly Hug therapy on students’ anxiety levels during the preparation of their scientific papers. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 15 students selected through purposive sampling based on inclusion criteria. Data were collected using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (Z-SAS). The intervention was conducted for three consecutive days, with each session lasting 10 minutes. The study was carried out from June 16–20, 2025 at the Diploma III Nursing Program, Faculty of Health Sciences, Abulyatama University, Aceh Besar. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a significant decrease in anxiety levels with a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating that Butterfly Hug therapy is effective in reducing student anxiety.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV DAN AIDS DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Ismail Ismail; Nurul Sakdah; Miranda Miranda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4865

Abstract

Pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut, terutama di kalangan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor peran orang tua, guru dan petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa/i kelas X di SMA Negeri 12 Banda Aceh, sampel diambil sebanyak 63 responden yang diambil secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian telah dilakukan tanggal 30-31 Januari 2025. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel peran orang tua (p value=0.049, OR=3.250), peran guru (p value=0,015, OR=5.145), peran petugas kesehatan (p value=0.021, OR=4.400). Kesimpulan ada pengaruh antara peran orang tua, peran guru, dan peran petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS. Temuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang benar dan tepat kepada remaja mengenai HIV dan AIDS. Upaya edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dari ketiga pihak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja dalam mencegah penyebaran HIV.
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG ACEH Ismail Ismail; Evi Dewi Yani; Nisrina Hanum; Muhazar Harun; TM. Rafsanjani; Miftahul Jannah; Nurul Sakdah; Bustami Bustami
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4887

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Kota Sabang tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,45%. Berdasarkan data Dinkes Kota Sabang prevalensi hipertensi pada pra lansia tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu mencapai 22,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskemas Sukakarya Kota Sabang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ialah seluruh pra lansia sebanyak 2.065 dan sampel sebanyak 95 orang pra lansia dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Penelitian dilakukan pada 1 April-10 Mei 2024 di Wilayah kerja Puskesmas Sukakarya. Data dikumpulkan dengan cara pembagian kuesioner dan setelah data dikumpulkan dianalisis melalui dua cara yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji chi square serta besarnya risiko dengan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian menunjukkan obesitas (p=0.003; OR=3.895; 95% CI=1.639-9.256), aktivitas fisik (p=0.023; OR=2.917; 95% CI=1.239-6.864)) dan kualitas tidur (p=0.032; OR=2.732; 95% CI=1.173-6.364). Sehingga disimpulkan ada hubungan antara obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi. Dan Faktor obesitas, aktivitas fisik serta kualitas tidur merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Saran untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu rutin melakukan pengecekan tekanan darah di fasilitas kesehatan, melakukan pola hidup yang sehat seperti lebih aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, menjaga pola tidur dan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.  
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV DAN AIDS DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Ismail Ismail; Nurul Sakdah; Miranda Miranda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4865

Abstract

Pengetahuan remaja mengenai HIV dan AIDS merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut, terutama di kalangan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor peran orang tua, guru dan petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa/i kelas X di SMA Negeri 12 Banda Aceh, sampel diambil sebanyak 63 responden yang diambil secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian telah dilakukan tanggal 30-31 Januari 2025. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel peran orang tua (p value=0.049, OR=3.250), peran guru (p value=0,015, OR=5.145), peran petugas kesehatan (p value=0.021, OR=4.400). Kesimpulan ada pengaruh antara peran orang tua, peran guru, dan peran petugas kesehatan dengan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS. Temuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang benar dan tepat kepada remaja mengenai HIV dan AIDS. Upaya edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dari ketiga pihak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja dalam mencegah penyebaran HIV.
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PRA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KOTA SABANG ACEH Ismail Ismail; Evi Dewi Yani; Nisrina Hanum; Muhazar Harun; TM. Rafsanjani; Miftahul Jannah; Nurul Sakdah; Bustami Bustami
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4887

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Kota Sabang tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,45%. Berdasarkan data Dinkes Kota Sabang prevalensi hipertensi pada pra lansia tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu mencapai 22,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskemas Sukakarya Kota Sabang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ialah seluruh pra lansia sebanyak 2.065 dan sampel sebanyak 95 orang pra lansia dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Penelitian dilakukan pada 1 April-10 Mei 2024 di Wilayah kerja Puskesmas Sukakarya. Data dikumpulkan dengan cara pembagian kuesioner dan setelah data dikumpulkan dianalisis melalui dua cara yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi, dan bivariat menggunakan uji chi square serta besarnya risiko dengan Odds Rasio (OR). Hasil penelitian menunjukkan obesitas (p=0.003; OR=3.895; 95% CI=1.639-9.256), aktivitas fisik (p=0.023; OR=2.917; 95% CI=1.239-6.864)) dan kualitas tidur (p=0.032; OR=2.732; 95% CI=1.173-6.364). Sehingga disimpulkan ada hubungan antara obesitas, aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan risiko kejadian hipertensi. Dan Faktor obesitas, aktivitas fisik serta kualitas tidur merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Saran untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya yaitu rutin melakukan pengecekan tekanan darah di fasilitas kesehatan, melakukan pola hidup yang sehat seperti lebih aktif melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit, menjaga pola tidur dan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH KOTA BANDA ACEH Mawardy Mawardy; Faradilla Safitri; Nurul Sakdah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5408

Abstract

Cakupan imunisasi global turun dari 86% pada 2019, 84% pada 2020, menjadi 81% pada 2021, sekitar 94,9%, pada tahun 2022 sebesar 94,6% anak-anak Indonesia telah diimunisasi, untuk Provinsi Aceh sendiri hanya tahun 2019 sebesar 49%, 40% tahun 2020 dan sebesar 38% anak yang diimunisasi pada tahun 2021 dan tahun 2022 sebesar 38%. cakupan Imunisasi di Kota Banda Aceh Tahun 2017-2021 mengalami fluktuasi dan terjadi penurunan sangat signifikan pada tahun 2022 yaitu 44 % jauh dibawah target Renstra Nasional dan cakupan imunisasi di Puskesmas Lampaseh Pada Tahun 2020 sebesar 20%, 2021 sebesar 19% dan 2022 adalah 18% sangat rendah sekali. Tujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan cakupan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian sebanyak 78 orang ibu yang memiliki bayi dan sampel diambil secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Penelitian telah dilaksanakan tanggal 7 Agustus – 16 Agustus 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariat. Hasil Penelitian analisis univariat diperoleh dari 44 (56.4%) cakupan imunisasi dasar tidak lengkap, 41 (52.6%) ib u berpengetahuan tinggi, 40 (51.3%) ibu bersikap positif terhadap imunisasi dan 46 (59.0%) tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Hasil analisis bivariat diperoleh variabel pengetahuan (p-value = 0.000), sikap (p-value = 0.000), dan dukungan keluarga (p-value = 0.000). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan cakupan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh. Bagi petugas kesehatan dapat memberikan dan memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar mau membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK KESEJAHTERAAN INDIVIDU DAN KELUARGA DI GAMPONG IE MASEN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Ismail Ismail; Nurul Sakdah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup individu dan keluarga. Program pengabdian masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Gampong Ie Masen Ulee Kareng, Kota Banda Aceh dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan reproduksi, termasuk aspek fisik, mental, dan sosial. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi praktis untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang perencanaan keluarga, pencegahan penyakit menular seksual, serta pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 15 September 2024 di Meunasah Gampong Ie Masen Ulee Kareng. Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan mahasiswa/I dari University College MAIWP International (UCMI) Kuala Lumpur. Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan keluarga, mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya peran komunitas dalam mendukung akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.