Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : The World of Public Administration Journal

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA CIBULUH KECAMATAN TANJUNGSIANG KABUPATEN SUBANG Jamilah, Wida Nurasyiah; Ruchendi, Hani; Aulia, Silvi
The World of Public Administration Journal Volume 6 Issue 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v6i1.2050

Abstract

Abstrak Kesejahteraan Masyarakat Desa dapat ditingkatkan melalui kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata yang ada salah satunya melalui desa wisata. Desa Wisata Cibuluh sebagai objek desa wisata Dengan Kategori Berkembang. Namun, dibalik keberhasilannya, masyarakat kurang terlibat dalam Pengembangan dan pendapatan aktivitas desa wisata belum memberikan kontribusi khusus di Pendapatan Asli Desa. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Bagaimana partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan Desa Wisata Cibuluh . Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan fokus penelitian yang digunakan yaitu teori partisipasi menurut Cohen dan Uphoff (dalam Dwiningrum, 2011) yang meliputi a) tahap pengambilan keputusan, b) tahap pelaksanaan, c) tahap pemanfaatan hasil, dan d) tahap evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih rendah, namun masyarakat cukup berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan evaluasi. Adanya desa wisata Cibuluh ini, dalam memberikan manfaat masih belum merata dirasakan oleh masyarakat. Namun pada kegiatan pelaksanaan dalam memberikan sumbangan materi dan tenaga kerja masyarakat berpartisipasi secara aktif. Pada pengelolaannya, peneliti menyarankan untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama untuk meningkatkan keberanian masyarakat dalam memberikan ide, pendapat dan saran, perlu adanya pelatihan khusus mengenai cara mengelola wisata, pelatihan keterampilan dan pengadaan rumah penjualan produk UMKM untuk pemerataan manfaat, menggandeng anak muda untuk optimalisasi sosial media Desa Wisata Cibuluh dan meningkatkan keterlibatan masyarakat pada tahap evaluasi. Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata. Abstract The welfare of the village community can be improved through the capacity and skills of the community in managing the existing tourism potential, one of which is through a tourist village. Cibuluh Tourism Village as a tourist village with a developing category. However, behind its success, the community is less involved in the development and income of tourist village activities and has not made a special contribution to the Village Original Income. Therefore, the purpose of this study is to describe and explain the form of village community participation in the development of Cibuluh Tourism Village. The method used is descriptive with a qualitative approach. The data collection techniques through observation, interviews and documentation. While the research focus used is the participation theory according to Cohen and Uphoff (in Dwiningrum, 2011) which includes a) the decision-making stage, b) the implementation stage, c) the result utilization stage, and d) the evaluation stage. The results showed that community participation in decision-making was still low, but the community participated quite well in evaluation activities. The existence of this cibuluh tourism village, in providing benefits, is still not evenly felt by the community. However, in the implementation activities in providing material and labor contributions, the community actively participates. In its management, researchers suggest conducting joint gathering activities to increase the courage of the community in providing ideas, opinions and suggestions, the need for special training on how to manage tourism, skills training and procurement of UMKM product sales houses for equitable distribution of benefits, collaborating with young people to optimize social media for Cibuluh Tourism Village and increasing community involvement in the evaluation stage. Keywords: Participation, Public, Tourism Village Development
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang R Aulia Bunga Setiarani; Nawawi, Ade; Sobari, Ahmad; Ruchendi, Hani; Nuraida, Nuraida
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2290

Abstract

Abstrak Kurikulum Merdeka atau sering disebut juga dengan Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten yang disajikan kepada siswa akan lebih optimal dengan tujuan agar peserta didik dapat memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta menguatkan kompetensi. Kebijakan Kurikulum Merdeka dibuat sebagai respons terhadap hasil PISA (Programme for International Student Assessment) yang menunjukkan bahwa 70% siswa usia 15 tahun berada di bawah tingkat kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari dalam mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Untuk menganalisis implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari, peneliti memilih teori Mazmanian dan Sabatier. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, masalah utama yang diidentifikasi adalah implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka di SDN Serangsari yang belum optimal. Temuan lapangan menunjukkan adanya sejumlah permasalahan yang menghambat implementasi, yang dapat dikategorikan ke dalam tiga faktor utama: (1) karakteristik masalah, seperti heterogenitas siswa dan keterbatasan infrastruktur teknologi; (2) karakteristik kebijakan, yang ditandai dengan kurang jelasnya panduan operasional; serta (3) variabel lingkungan, seperti kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang kurang mendukung dan minimnya partisipasi tokoh lokal. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kurikulum Merdeka, SDN Serangsari.   Abstract The Merdeka Curriculum, also known as the Merdeka Belajar Curriculum, is a curriculum with diverse intra-curricular learning, where the content provided to students is optimized to ensure they have sufficient time to deepen their understanding of concepts and strengthen their competencies. The Merdeka Curriculum policy was formulated in response to the results of the Programme for International Student Assessment (PISA), which indicated that 70% of 15-year-old students were below the minimum competency level in comprehending simple reading materials or applying basic mathematical concepts. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum policy at SDN Serangsari in achieving educational goals in accordance with its established vision and mission. To analyze the implementation of the Merdeka Curriculum policy at SDN Serangsari, this study employs the theory of Mazmanian and Sabatier. The research adopts a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including in-depth interviews with the principal, teachers, students, and parents, field observations, and policy document analysis. The data is analyzed through the processes of reduction, presentation, and conclusion drawing. Based on the findings, the primary issue identified is the suboptimal implementation of the Merdeka Curriculum policy at SDN Serangsari. Field observations reveal several challenges hindering its implementation, which can be categorized into three main factors: (1) problem characteristics, such as student heterogeneity and limited technological infrastructure; (2) policy characteristics, marked by unclear operational guidelines; and (3) environmental variables, including socio-economic conditions that do not sufficiently support implementation and the lack of participation from local figures. Keywords: Policy Implementation, Merdeka Curriculum, SDN Serangsari.
Inovasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Subang Rachmat, Iwan Setiawan; Ruchendi, Hani; Rosidi, Didi; Aprilia, Regina
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2542

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Subang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya hambatan dalam penyelenggaraan pelayanan, seperti keterlambatan penyelesaian dokumen, keterbatasan integrasi layanan antar instansi, serta belum optimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori difusi inovasi Rogers yang mencakup lima karakteristik inovasi, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kerumitan, dapat diuji coba, dan dapat diamati. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat struktural, operator pelaksana, serta masyarakat pengguna layanan MPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi MPP di Kabupaten Subang telah berjalan cukup baik, terutama dalam aspek integrasi layanan dan kemudahan akses, namun belum sepenuhnya optimal. Beberapa indikator inovasi belum terpenuhi secara konsisten, khususnya terkait efisiensi waktu pelayanan, kejelasan alur layanan, serta pemanfaatan teknologi dan sumber daya manusia. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi berkala, penguatan koordinasi antar instansi, serta peningkatan kapasitas aparatur guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas inovasi pelayanan publik berbasis MPP. Kata kunci: Innovation, Public Service Mall, Public Service, DPMPTSP, Service Effectiveness.