Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Metode Self Help Group dan Jalan Kaki Terstruktur terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Maryuni, Sri; Oktalina, Riska; Antoro, Budi; Haryanti, Richta Puspita; Sujiah, Sujiah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3716

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah berada diatas normal, tekanan darah hipertensi berada diangka 140/90 mmHg. Penurunan tekanan darah pada lansia dapat dilakukan menggunakan metode self help group dan jalan kaki. Tujuan peneilitian ini yaitu untuk melihat perbandingan efektivitas metode self help group dan jalan kaki terstruktur terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan analisis menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan desain two group pretest posttest. Penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok SHG dan jalan kaki terstruktur .sebelum dilakukan metode self help group & jalan kaki terstruktur responden dilakukan pemerikasaan tekanan darah, dan setelah diberikan intervensi responden dilakukan pemeriksaan kembali. Hasil penelitian menggunakan Uji T didapatkan bahwa tekanan darah sistol dan diastol sebelum diberikan metode self help group yaitu 178,00/100,00 mmHg dan setelah dilakukan metode self help group didapatkan penurunan tekanan darah sistol dan diastol yaitu 168,00/92,00 mmHg dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). rata-rata tekanan darah sistol dan diastol sebelum diberikan intervensi jalan kaki yaitu 176,00/100,67 mmHg dan setelah dilakukan metode self help group didapatkan penurunan tekanan darah sistol dan diastol yaitu 156,67/86,00 mmHg dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). Terdapat perbandingan penurunan tekanan darah sistol dan diastol setelah diberikan intervensi pada self help group dan jalan kaki pada lansia yang mengalami hipertensi dengan nilai p-value <0,05.
Hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan tanda-tanda vital pasien pra operasi di Rumah Sakit Advent azahra, putri; Sujiah, Sujiah; Sari, Septi Kurnia Sari
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.950

Abstract

Bacground: Anxiety is a psychological response that patients often experience before undergoing surgery. It can affect the patient's physiological state, characterized by an increase in vital signs. Preoperative anxiety impacts surgical outcomes and increases the likelihood of postoperative complications. Purpose: To determine the relationship between anxiety level and vital signs of preoperative patients. Method: Quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling technique, namely 171 people. The population of this study was preoperative patients with a total of 300 preoperative patients at Advent Hospital Bandar Lampung. The data analysis used was univariate analysis and biavariate analysis using the chi square test. Results: The results of the chi square test obtained a p value at blood pressure of 0.008, at pulse rate of 0.003, at respiration of 0.000 at oxygen saturation of 0.007, and at temperature of 0.001. It is known that if the p value <0.05 there is a relationship between changes in blood pressure, pulse rate, respiration, oxygen saturation and temperature in preoperative patients. Conclution: These findings confirm the importance of efforts to reduce anxiety in preoperative patients so that physiological conditions remain stable and the risk of postoperative complications can be minimized. Keyword: Anxiety; Preoperative Patients; Vital Signs. Pendahuluan: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan operasi. Kecemasan ini dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien, ditandai dengan peningkatan tanda-tanda vital. Kecemasan sebelum operasi berdampak pada hasil operasi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi post operasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap perubahan tanda-tanda vital pasien pra operasi. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik purposive sampling yaitu 171 responden. Populasi dari penelitian ini pasien pra operasi dengan jumlah 300 seluruh pasien pra operasi di RS Advent Bandar Lampung. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis biavariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji chi square didapatkan p value pada tekanan darah 0.008, pada denyut nadi 0.003, pada pernapasan 0.000 pada saturasi oksigen 0.007, dan pada suhu 0.001 Diketahui bahwa jika nilai p<0.05 ada hubungan perubahan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, saturasi oksigen dan suhu pada pasien pra operasi. Simpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya upaya menurunkan kecemasan pada pasien pra operasi agar kondisi fisiologis tetap stabil dan risiko komplikasi pasca operasi dapat diminimalkan. Kata Kunci: Kecemasan; Pasien Pra Operasi; Tanda-Tanda Vital.
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi Dovita, Adys; Sari, Nova Nurwinda; Sujiah, Sujiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.959

Abstract

Background: Hypertension remains one of the categories of non-infectious diseases whose prevalence continues to increase every year. This disease can be managed through pharmacological and non-pharmacological approaches, one of which is by applying the Benson relaxation method. Purpose: To assess the impact of Benson relaxation therapy on lowering blood pressure in individuals with hypertension. Methods: Quantitative research with pre-experimental design that applies one-group pretest-posttest approach. The sample in this study was selected selectively using purposive sampling technique and consisted of 30 respondents. Data analysis was conducted by univariate and bivariate analysis using paired T-test at a significance level of 95%. Results: Data analysis showed that after Benson relaxation therapy, the average systolic blood pressure decreased to 133.03 mmHg with a standard deviation of 7.029, ranging from 120 - 145 mmHg. Meanwhile, diastolic blood pressure had an average of 83.13 mmHg with a standard deviation of 3.421. The data revealed that the smallest value recorded was 78 mmHg while the highest value reached 92 mmHg. Conclusion: Benson relaxation therapy significantly plays a role in lowering blood pressure in hypertensive patients. It is hoped that this finding can be a non-pharmacological approach as an intervention option in lowering blood pressure.   Keywords: Benson Relaxation; Blood Pressure; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi tetap menjadi salah satu kategori penyakit non-infeksius yang prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini dapat dikelola melalui pendekatan farmakologi maupun non-farmakologi, salah satunya dengan penerapan metode relaksasi Benson. Tujuan: Untuk menilai dampak terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental yang menerapkan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara selektif menggunakan teknik purposive sampling dan terdiri dari 30 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired T-test pada tingkat signifikansi 95%. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pasca terapi relaksasi Benson, tekanan darah sistolik rata-rata menurun menjadi 133,03 mmHg dengan standar deviasi 7,029, berkisar antara 120 - 145 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik memiliki rata-rata sebesar 83,13 mmHg dengan standar deviasi 3,421. Data tersebut mengungkapkan bahwa nilai terkecil yang tercatat adalah 78 mmHg sementara nilai tertingginya mencapai 92 mmHg. Simpulan: Terapi relaksasi Benson secara signifikan berperan dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Diharapkan, temuan ini dapat menjadi pendekatan non-farmakologi sebagai opsi intervensi dalam menurunkan tekanan darah.   Kata Kunci: Hipertensi; Relaksasi Benson; Tekanan Darah.
Intensitas Bermain Game Online dengan Kecenderungan Perilaku Agresif pada Agregat Remaja Nengah Budiawan; Sari, Nova Nurwinda; Sujiah, Sujiah
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1098

Abstract

Saat ini, banyak orang menghabiskan waktunya dengan memainkan game online mulai dari anak-anak hingga orang dewasa termasuk remaja. Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024, dari 8.720 subjek, sebanyak 2.116 subjek (24,27%) pernah bermain game online. Berdasarkan kelompok konsumen game online tersebut, sebanyak 113 orang (13,52%) menghabiskan waktu bermain game online lebih dari 4 jam/hari. Dalam survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 25.164 subjek dengan rentang usia 10-18 tahun, terdapat 13.840 subjek (55%) yang bermain game online. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan correlational dan pendekatan cross-sectional bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dengan kecenderungan perilaku agresif pada agregat remaja di SMP Negeri 1 Rumbia. Sampel sebanyak 177 sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil uji chi-square, didapatkan p-value 0,001 (p-value ? 0,05) artinya ada hubungan signifikan antara intensitas bermain game online dengan kecenderungan perilaku agresif pada agregat remaja di SMP Negeri 1 Rumbia. Diharapkan remaja bisa lebih memperhatikan durasi bermain game online sehingga dapat mengurangi faktor penyebab perilaku agresif dan sekolah dapat menentukan kebijakan dalam pembatasan bahkan pelarangan untuk bermain game online di sekolah.