Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : CJPP

Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Tingkat Kesepian Dengan Jenis Kelamin Sebagai Variabel Moderator Pada Mahasiswa Rantau Maslakhah, Chaniva Lailatul; Jaro'ah, Siti; Savira, Siti Ina
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p611-624

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap kesepian dengan variabel jenis kelamin sebagai moderator pada mahasiswa rantau. Dinamika mahasiswa rantau sangat kompleks. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kesepian. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesepian. Jenis kelamin menjadi moderator untuk menguji lemah atau kuat hubungan dukungan sosial terhadap tingkat kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain MRA (Moderated Regression Analysis). Populasi pada penelitian ini  berjumlah 400 orang yang terdiri dari 200 perempuan dan 200 laki-laki. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria individu berumur 18 – 25 tahun dan mahasiswa rantau di Surabaya. Alat ukur yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 (Russell, 1996) dan dukungan sosial (Sarafino & Smith, 2011). Terdapat pengaruh dukungan sosial sebesar 60% terhadap tingkat kesepian, akan tetapi jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan sebagai variabel moderator. Implikasi temuan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan sosial dalam mengurangi tingkat kesepian pada mahasiswa rantau, mengindikasikan bahwa dengan memperoleh dukungan sosial yang baik akan mengurangi tingkat kesepian secara efektif, terlepas dari jenis kelamin mahasiswa rantau. Abstract This study was conducted to investigate the effect of social support on loneliness, with gender as a moderator variable, among sojourning university students. The dynamics experienced by sojourning students are highly complex, and one of the significant challenges they face is loneliness. Social support is identified as a factor that can influence the level of loneliness. Gender was included as a moderator to examine the strength of the relationship between social support and loneliness levels. This research employed a quantitative approach with a Moderated Regression Analysis (MRA) design. The study's population consisted of 400 individuals, comprising 200 females and 200 males. Purposive sampling was used to select participants, with inclusion criteria being individuals aged 18–25 years who are sojourning students in Surabaya. The instruments used were the UCLA Loneliness Scale Version 3 (Russell, 1996) and the Social Support Scale (Sarafino & Smith, 2011). The results indicated that social support explained 60% of the variance in loneliness levels; however, gender did not show a significant moderating effect. The implications of these findings underline the importance of social support in reducing loneliness levels in out-of-town students, indicating that obtaining good social support will effectively reduce loneliness levels, regardless of the gender of out-of-town students.
Dampak Psikologis dan Sosial Ibu Rumah Tangga Pasca Kematian Suami: Sebuah Analisis Fenomenologis Callysta, Annisa Zafif; Jaro'ah, Siti
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p246-257

Abstract

Kematian pasangan merupakan peristiwa kehilangan yang menimbulkan dampak psikologis mendalam, khususnya bagi ibu rumah tangga yang harus beradaptasi dengan peran ganda sebagai ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak psikologis, emosional, sosial, dan ekonomi yang dialami ibu rumah tangga setelah kematian suami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan empat partisipan ibu rumah tangga yang kehilangan suami. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan Interperative Phenomenological Analysis (IPA). Temuan menunjukkan partisipan mengalami dampak emosional berupa shock, perasaan hampa, kesedihan mendalam, dan penyesalan. Dampak sosial meliputi kehilangan dukungan emosional suami, perubahan peran menjadi kepala keluarga, dan isolasi sosial. Dampak ekonomi mencakup kesulitan finansial akibat kehilangan pencari nafkah utama Ibu rumah tangga mengalami dampak multidimensional pascakehilangan suami yang memengaruhi aspek emosional, sosial, dan ekonomi kehidupan. Anak menjadi sumber motivasi utama untuk bertahan dan beradaptasi dengan kehidupan baru. Abstract Spousal loss is a significant life event that causes profound psychological impacts, particularly for housewives who must adapt to dual role as single mothers. Objective: This study aims to explore the psychological, emotional, social, and economic impacts experienced by housewives after their husba’d's death. This qualitative phenomenological study involved four housewife participants who lost their husbands. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Findings indicate participants experienced emotional impacts include loss of husband’s emotional support, role changes as family head, and social isolation. Economic impacts encompass financial difficulties due to loss of primary breadwinner. Housewives experience multidimensional impacts after spousal loss affecting emotional, social, and economic aspects of their lives. Children become the main source od motivation to survive and adapt to new life.